30 Januari 2026


Jakarta | Indonesia Berkibar News
- Serikat Pekerja PT PLN (Persero) saat ini kembali menegaskan komitmennya untuk menjaga kedaulatan energi listrik nasional melalui Sidang ke-6 Gugatan Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL) 2025–2034 yang digelar, Rabu (28/1) di Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) Jakarta. 


Sidang merupakan bagian perjuangan konstitusional SP PLN untuk memastikan pengelolaan ketenagalistrikan tetap berada di tangan negara serta berpihak pada kepentingan rakyat Indonesia.


Sidang yang dihadiri oleh anggota SP PLN dari berbagai daerah di Indonesia sebagai bentuk dukungan moral dan solidaritas perjuangan. 


Selain itu, hadir pula solidaritas Forum Komunikasi Serikat Pekerja BUMN (Forkom SP BUMN) yang terdiri dari berbagai serikat pekerja BUMN, koordinator Public Services International (PSI) Indonesia, menegaskan bahwa isu kedaulatan energi merupakan kepentingan bersama lintas sektor dan lintas serikat.


Lewat persidangan ini, SP PLN menghadirkan Saksi Ahli, Eddy Denastiadi Erningpradja, sebagai Direktur SDM dan Umum PT PLN (Persero) Tahun 2009–2014. Kehadiran yang memberikan perspektif historis, struktural, sekaligus moral mengenai proses penyusunan RUPTL serta perbedaan mendasar antara RUPTL pada masa lalu dengan RUPTL 2025–2034 yang saat ini digugat, Sabtu (30/01/2026) 


Di hadapan majelis hakim, Eddy Denastiadi menjelaskan bahwa RUPTL pada masa beliau menjabat diposisikan sebagai instrumen strategis negara, bukan sekadar dokumen perencanaan teknis. RUPTL menjadi peta jalan ketenagalistrikan nasional yang harus menjaga keseimbangan antara pembangunan, kemampuan negara, serta kepentingan jangka panjang rakyat Indonesia.


Eddy menilai bahwa RUPTL 2025–2034 menunjukkan pergeseran orientasi yang signifikan, di mana porsi pembangkit listrik lebih banyak diberikan kepada Independent Power Producer (IPP) atau swasta. Menurutnya, kondisi ini berpotensi menggerus peran negara melalui PLN dalam mengendalikan sektor strategis ketenagalistrikan yang menyangkut hajat hidup orang banyak.


Dengan nada reflektif, Eddy menegaskan bahwa kebijakan kelistrikan seharusnya tidak disusun semata berdasarkan angka dan proyeksi keuntungan, serta tidak boleh mengutamakan kepentingan pihak swasta atau sekelompok pihak tertentu di atas kepentingan negara dan rakyat secara keseluruhan. Ia menekankan bahwa listrik bukanlah komoditas biasa, melainkan kebutuhan dasar yang menentukan keadilan sosial dan keberlanjutan pembangunan nasional.


Lebih lanjut, Eddy mengkritisi penerapan skema take or pay (ToP) dalam kerja sama dengan IPP. Skema tersebut dinilai menempatkan PLN pada posisi yang dirugikan karena harus menanggung kewajiban pembayaran meskipun listrik tidak terserap. Kondisi ini membuat PLN seolah-olah tidak mampu membangun dan mengelola pembangkit sendiri, padahal secara kapasitas dan pengalaman, PLN memiliki kemampuan tersebut.


Terkait proses penyusunan RUPTL, Eddy menegaskan bahwa secara normatif penyusunan RUPTL merupakan kewenangan internal PLN yang dimulai dari Direktur Utama PLN. Apabila proses tersebut dilakukan dengan dasar hukum yang keliru atau menyimpang dari ketentuan perundang-undangan, maka RUPTL yang dihasilkan berpotensi cacat hukum sekaligus mencederai prinsip tata kelola pemerintahan yang baik.


Ketua Umum SP PLN dalam keterangannya menegaskan bahwa gugatan ini lahir dari panggilan tanggung jawab dan hati nurani. “Kami menegaskan kembali, perjuangan ini bukan hanya untuk karyawan PLN, termasuk juga seluruh Insan yang bekerja di sektor ketenagalistrikan jumlahnya sekitar 200 ribu orang. Kami berjuang untuk seluruh rakyat Indonesia agar ketahanan energi nasional tetap terjaga,” tegasnya.


Ketua Umum SP PLN juga mengingatkan agar jangan sampai sektor ketenagalistrikan mengalami kondisi serupa dengan apa yang diapami sektor distribusi BBM, antara SPBU Pertamina dan  swasta beberapa waktu yang lalu. Ia menyoroti potensi penguasaan pembangkit listrik oleh swasta hingga 76 persen yang dapat berpotensi melemahkan kendali negara dan membuka risiko terjadinya kembali peristiwa padam total, seperti yang pernah terjadi di Nias pada tahun 2016.


Dalam persidangan, Ketua Umum SP PLN menyampaikan analogi yang menggambarkan situasi tersebut secara sederhana namun bermakna. PLN diibaratkan sebagai rumah makan Padang, sementara pembangkit listrik adalah dapurnya. Jika dapur itu dikuasai pihak lain, maka PLN hanya akan menjual masakan jadi yang dibeli dari dapur orang lain, sehingga harga dan keuntungan sepenuhnya ditentukan pihak luar dan pada akhirnya berpotensi merugikan negara serta rakyat.


Kuasa Hukum SP PLN, Dr. Redyanto Sidi, S.H., M.H., menyampaikan bahwa keterangan saksi ahli dalam sidang ini semakin memperkuat dalil-dalil gugatan SP PLN. Ia menegaskan bahwa pandangan saksi ahli Eddy Denastiadi sejalan dengan keterangan saksi ahli sebelumnya, Prof. Kamarullah, yang sama-sama menyoroti adanya cacat hukum dan penyimpangan prinsip penguasaan negara dalam penyusunan RUPTL 2025–2034.


Melalui Sidang ke-6 Gugatan RUPTL 2025–2034 ini, SP PLN bersama solidaritas Forkom SP BUMN menegaskan bahwa perjuangan yang dilakukan bukanlah penolakan terhadap pembangunan, melainkan upaya menjaga agar pembangunan ketenagalistrikan nasional berjalan dalam koridor hukum, etika, dan keadilan sosial, demi terwujudnya kedaulatan listrik dan ketahanan energi bagi seluruh rakyat Indonesia. (JBR/66)




Samosir | Indonesia Berkibar News - Calendar of Event (CoE) Sumatera Utara 2026 resmi diluncurkan oleh Wagubsu di Gedung Serbaguna Pekan Raya Sumut (PRSU), Medan, Kamis (29/01/2026). Bupati Samosir Vandiko T Gultom bersama Bupati Pakpak Bharat dan Wabup Dairi turut hadir meresmikan secara langsung event tersebut.


Ada empat event uang dilaksanakan di Kabupaten Samosir, antara lain Trail of The Kings by UTMB : 12 - 14 Juni 2026, Festival Danau Toba : Juni/ Juli  2026, Samosir Music International : 2 - 4 Juli 2026, Samosir International Choir Competition : 24 - 27 September 2026. 


Dalam sambutannya Wakil Gubernur (Wagub) Sumut Surya menyampaikan sektor pariwisata dan ekonomi kreatif saat ini bukan lagi sektor pelengkap, melainkan telah menjadi motor penggerak ekonomi daerah. Setiap event yang diselenggarakan bukan hanya menjadi panggung hiburan, tetapi juga ruang hidup bagi UMKM, pengrajin, pelaku seni, kuliner, transportasi, hingga perhotelan.


“Ketika event tumbuh, ekonomi rakyat bergerak. Karena itu, peluncuran Calendar of Event 2026 ini adalah langkah strategis untuk memastikan giat ekonomi berlangsung sepanjang tahun, tersebar di berbagai daerah, dan dirasakan manfaatnya oleh masyarakat luas,” katanya.


Surya menegaskan bahwa Calendar of Event 2026 merupakan simbol kekuatan kolaborasi 33 kabupaten/kota di Sumut. “Tidak ada daerah yang berdiri sendiri. Dari kawasan Danau Toba, Pesisir Timur, Kepulauan Nias, Dataran Tinggi Karo, hingga kota-kota besar, semua terhubung dalam satu semangat promosi bersama,” tegasnya.


Ragam Calendar of Event menghadirkan berbagai festival, mulai dari budaya dan tradisi, pesta rakyat, karnaval seni, sport tourism bertaraf nasional dan internasional, festival musik dan paduan suara, hingga ajang fashion dan ekonomi kreatif.


“Saya menegaskan tiga hal utama yakni kebersihan, keramahan, dan kesiapan infrastruktur. Wisatawan akan kembali bukan hanya karena acaranya meriah, tetapi karena mereka merasa nyaman,” pungkasnya.


Sementara itu, Kepala Dinas Kebudayaan, Pariwisata, dan Ekonomi Kreatif Sumut Yuda Pratiwi Setiawan mengatakan tujuan utama penyelenggaraan event tersebut adalah memperkuat branding daerah, memberikan kepastian jadwal kunjungan bagi wisatawan, serta mendorong pergerakan wisatawan nusantara yang trennya saat ini meningkat signifikan.


Melalui proses kurasi yang ketat, pada malam peluncuran tersebut ditetapkan 36 event unggulan dari total 51 event yang tersebar di 33 kabupaten/kota. Dari puluhan event tersebut, enam di antaranya masuk dalam Kharisma Event Nusantara (KEN) Kementerian Pariwisata Republik Indonesia, yakni Manaiamolo Fest di Kabupaten Nias Selatan, Samosir Music International di Kabupaten Samosir, Festival Bunga dan Buah di Kabupaten Karo, Berlabuh di Kabupaten Deliserdang, Gelar Melayu Serumpun di Kota Medan, serta Gebyar Batubara Beranjak di Kabupaten Batubara.


Sektor pariwisata Sumut terus menunjukkan tren positif. Realisasi kunjungan wisatawan mancanegara hingga November 2025 mencapai 268.939 kunjungan atau meningkat 15,5 persen dibandingkan tahun 2024.


“Kami optimistis dengan sinergi konsep pentahelix yang melibatkan pemerintah, akademisi, komunitas, industri, dan media, angka ini akan terus tumbuh di tahun 2026,” ucapnya.



Bupati Samosir Vandiko Timotius Gultom menyatakan masyarakat samosir patut berterimakasih dan bangga atas kepercayaan Pemprov Sumut kepada Kabupaten Samosir. "Kita patut bangga dan berterimakasih kepada Pemerintah Provinsi Sumatera Utara yang telah mempercayakan pelaksanaan 4 event besar di Kabupaten Samosir, mari kita dukung penuh program Pemprovsu ini dengan mensukseskan kegiatan ini," ungkap Vandiko.


Vandiko Gultom juga menegaskan agar masyarakat menjaga kepercayaan ini dengan tetap menjaga mutu dan kualitas pelayanan di semua sektor agar geliat wisata di wilayah Sumut khususnya Kabupaten Samosir terus meningkat.


"Kalender event ini menjadi simbol persatuan  dan kolaborasi dari 33 Kab/Kota Se-Provinsi Sumatera Utara dalam meningkatkan wisatawan nasional maupun international, semoga event ini dapat berjalan dengan baik untuk meningkatan ekonomi masyarakat", tutupnya.( P Simbolon )

   


Medan | Indonesia Berkibar News 
- Program rehabilitasi berbasis hipnoterapi di Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas I Medan bukanlah hal baru. Metode ini telah dijalankan secara berkelanjutan dalam beberapa waktu terakhir dan terbukti memberikan dampak positif bagi kesehatan mental serta perubahan perilaku warga binaan.

Hipnoterapi menjadi bagian dari program pembinaan kepribadian yang secara rutin dilaksanakan Rutan Kelas I Medan sebagai bentuk komitmen dalam menciptakan proses rehabilitasi yang menyeluruh. Jumat (30/01/2026).


Dengan menghadirkan Taufik Cht, CI, sebagai pemateri utama. Ia merupakan praktisi hipnoterapi sekaligus Sekretaris Layanan Rehabilitasi Narkoba LRPPN Bhayangkara Indonesia, serta hipnoterapis bersertifikat dari LKP Indonesia Hypnosis Centre (IHC).


Kegiatan tersebut diikuti oleh sejumlah warga binaan yang dinilai membutuhkan pendampingan psikologis, khususnya dalam mengatasi stres, kecemasan, serta perilaku adiktif. Dalam pemaparannya, Taufik Cht, CI menjelaskan bahwa hipnoterapi merupakan metode terapi berbasis komunikasi bawah sadar yang efektif untuk membantu individu melakukan perubahan perilaku secara bertahap dan berkelanjutan.


Dalam edukasinya, Taufik menyampaikan bahwa hypnotherapy tidak sekadar teknik relaksasi, tetapi pendekatan ilmiah yang dapat membantu individu menemukan kekuatan dalam dirinya untuk berubah. “Hypnotherapy adalah jembatan antara pikiran dan perubahan perilaku. Dengan metode ini, para warga binaan tidak hanya diajak sadar, tapi juga diarahkan untuk menentukan masa depan yang lebih positif,” ujar Taufik.


Kepala Rutan Kelas I Medan, Andi Surya menyampaikan bahwa penggunaan hipnoterapi merupakan langkah progresif dalam sistem pemasyarakatan. Metode ini dinilai mampu menyentuh aspek psikologis terdalam warga binaan, sehingga dapat menumbuhkan kesadaran diri, memperkuat motivasi untuk berubah, serta mempersiapkan mereka kembali ke tengah masyarakat dengan kondisi mental yang lebih sehat.


“Rehabilitasi tidak hanya berfokus pada fisik, tetapi juga pada kesehatan mental dan spiritual. Melalui hipnoterapi, kami berharap warga binaan mampu memperbaiki pola pikir dan mengendalikan emosi mereka dengan lebih baik,” ujar Kepala Rutan.


Selama sesi berlangsung, warga binaan dibimbing untuk memasuki kondisi relaksasi mendalam, kemudian diberikan sugesti-sugesti positif yang bertujuan membangun kepercayaan diri, mengurangi perilaku negatif, serta menanamkan nilai tanggung jawab dan kesadaran diri.


Para peserta menyambut baik program ini dan mengaku merasakan manfaat nyata, seperti pikiran yang lebih tenang, emosi yang lebih stabil, serta munculnya semangat untuk menjalani kehidupan yang lebih baik di masa depan.


Melalui program rehabilitasi berbasis hipnoterapi ini, Rutan Kelas I Medan berharap dapat mencetak warga binaan yang tidak hanya patuh terhadap hukum, tetapi juga memiliki kesiapan mental, moral, dan sosial untuk berintegrasi kembali dengan masyarakat setelah masa pidana berakhir.


#pemasyarakatanpastibermanfaat

#pemasyarakatansumut 

#kemenimipas 

#ditjenpas #rutankelas1medan 

#pemasyarakatan 

#infoimipas

#rutanmedan

#rutan1medan


RAGUSTA BERSERI

BERSIH, SEHAT, RAPI DAN INDAH.(zul)

29 Januari 2026


Langkat | Indonesia Berkibar News-
  Bupati Langkat H. Syah Afandin, SH menghadiri secara langsung pembukaan Musyawarah Daerah (Musda) Dewan Pimpinan Daerah Komite Nasional Pemuda Indonesia (DPD KNPI) Kabupaten Langkat ke-XVI Tahun 2026 yang digelar di Taman Mini Wisata Langkat, Kecamatan Selesai, Rabu (29/01/2026).

Musda DPD KNPI Kabupaten Langkat Tahun 2026 mengusung tema “Bertanjak Lestari Adat, Bersila Kita Bermufakat, Beranjak Benahi Adab” yang mencerminkan komitmen pemuda dalam menjaga nilai adat dan budaya, menjunjung tinggi musyawarah, serta memperkuat adab dan etika kepemimpinan demi kemajuan daerah.

Kegiatan tersebut turut dihadiri Ketua DPD KNPI Sumatera Utara yang diwakili Sekretaris KNPI Sumut Muhammad Tarmizi, Ketua DPRD Kabupaten Langkat Sribana Perangin-angin, SE, Kapolres Langkat AKBP David Triyo Prasojo, SH, S.I.K, M.Si, Wakapolres Kota Binjai Kompol Sofyan Nasution, Sekretaris Daerah Kabupaten Langkat H. Amril, S.Sos, M.AP, Ketua DPD KNPI Langkat periode 2022–2025 Rizky Yunanda Sitepu, unsur Forkopimda, pengurus KNPI, organisasi kepemudaan (OKP), serta tamu undangan lainnya.

Dalam laporan Ketua Panitia disampaikan bahwa Musda dilaksanakan untuk memilih dan menetapkan Ketua DPD KNPI Kabupaten Langkat periode 2026–2029. 

Dua kandidat yang akan mengikuti kontestasi tersebut yakni M.A. Bahrum dan Ardiansyah Putra. 

Panitia juga menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Pemerintah Kabupaten Langkat atas dukungan penuh sehingga pelaksanaan Musda dapat berjalan dengan baik, serta berharap seluruh rangkaian kegiatan berlangsung lancar hingga selesai tanpa menimbulkan perselisihan.

Sementara itu, Ketua DPD KNPI Kabupaten Langkat periode 2022–2025 Rizky Yunanda Sitepu dalam sambutannya menekankan pentingnya menjunjung tinggi sportivitas dan persatuan selama proses Musda. Ia mengajak seluruh peserta untuk bersaing secara sehat demi masa depan KNPI dan pemuda Langkat.

“KNPI harus menjadi mitra terbaik bagi Kabupaten Langkat, bukan malah menimbulkan perpecahan. 

Siapapun yang terpilih nantinya merupakan pilihan pemuda Kabupaten Langkat dan harus kita dukung bersama,” tegasnya.

Bupati Langkat H. Syah Afandin, SH dalam sambutannya menyambut baik terselenggaranya Musda tersebut sebagai bukti bahwa semangat demokrasi tetap hidup di kalangan pemuda Kabupaten Langkat. Ia menegaskan bahwa KNPI merupakan organisasi besar yang menjadi wadah berhimpunnya berbagai organisasi kepemudaan dan mitra strategis pemerintah daerah dalam menggerakkan potensi generasi muda untuk berpartisipasi aktif dalam pembangunan.

“KNPI adalah mitra kuat pemerintah dalam mendorong peran pemuda sebagai agen perubahan. 

Saya berharap Musda ini berjalan lancar dan menghasilkan kepemimpinan terbaik demi kebaikan pemuda dan Kabupaten Langkat,” ujarnya.

Bupati juga berharap Musda KNPI Kabupaten Langkat dapat menjadi contoh bagi daerah lain, dengan dinamika demokrasi yang kuat namun tetap kondusif.

“Siapapun yang terpilih nanti, rangkullah seluruh elemen pemuda tanpa terkecuali dan jadilah kebanggaan pemuda Langkat,” tambahnya.

Arahan dan bimbingan juga disampaikan oleh Ketua DPD KNPI Sumatera Utara yang diwakili Sekretaris KNPI Sumut Muhammad Tarmizi, sekaligus secara resmi membuka Musda DPD KNPI Kabupaten Langkat ke-XVI. 

Ia menegaskan bahwa Musda merupakan forum tertinggi dalam struktur organisasi KNPI untuk menentukan arah dan gerak organisasi ke depan.

“Melalui Musda ini, KNPI Kabupaten Langkat harus mampu menentukan langkah yang tepat dan menjadi bagian dari gerakan besar dalam mendukung Indonesia Emas 2045,” ungkapnya.

Diketahui, jumlah total peserta pemilih dalam Musda ini sebanyak 62 orang, yang terdiri dari 22 suara perwakilan Dewan Pimpinan Kecamatan (DPK) KNPI, 37 suara organisasi kepemudaan (OKP) se-Kabupaten Langkat, serta masing-masing satu suara dari unsur DPD KNPI Kabupaten Langkat, DPD KNPI Sumatera Utara, dan Majelis Pemuda Indonesia (MPI) Kabupaten Langkat. Selain itu, terdapat unsur peninjau yang turut hadir namun tidak memiliki hak suara.

Melalui Musda DPD KNPI Kabupaten Langkat ke-XVI ini, diharapkan dapat lahir kepemimpinan pemuda yang solid, inklusif, dan visioner, serta mampu memainkan peran strategis dalam mendukung pembangunan dan kemajuan Kabupaten Langkat di masa mendatang.(sfn)


Langkat | Indonesia Berkibar News -
  Bupati Langkat H. Syah Afandin, SH memimpin rapat koordinasi (rakor) penertiban dan pembenahan Pasar Pangkalan Brandan yang digelar di Rumah Dinas Bupati Langkat, Kamis (29/01/2026). 

Rakor ini dilaksanakan sebagai langkah tegas Pemerintah Kabupaten Langkat dalam menata aktivitas perdagangan agar lebih tertib, aman, dan tidak mengganggu ketertiban lalu lintas maupun kenyamanan masyarakat.

Dalam rakor tersebut dibahas kondisi terkini Pasar Pangkalan Brandan yang berada di Kecamatan Babalan dan Kecamatan Sei Lepan, di mana masih banyak pedagang yang berjualan di luar area pasar dan memanfaatkan bahu jalan. 

Kondisi ini dinilai perlu segera ditangani melalui penertiban sekaligus relokasi pedagang ke lokasi yang telah disediakan.

Bupati Langkat H. Syah Afandin, SH menyampaikan, bahwa Pemerintah Kabupaten Langkat akan melakukan relokasi terhadap para pedagang sesuai dengan wilayah dan jenis aktivitas usahanya. Untuk pedagang buah dan stiker yang berada di Kecamatan Sei Lepan, sebanyak kurang lebih 50 pedagang akan direlokasi ke Terminal Brandan. 

Sementara itu, pedagang Pasar Pangkalan Brandan di Kecamatan Babalan yang berjumlah sekitar 111 pedagang akan direlokasi kembali ke dalam area pasar lama agar tidak lagi berjualan di pinggir jalan.

Guna mendukung langkah tersebut, Bupati Langkat memerintahkan Sekretaris Daerah Kabupaten Langkat untuk segera menerbitkan surat resmi terkait pembenahan dan penataan Pasar Pangkalan Brandan sebagai dasar pelaksanaan relokasi pedagang. 

Selain itu, Bupati juga menginstruksikan Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Langkat untuk melakukan pembersihan dan penataan lokasi relokasi menggunakan alat berat, dengan target penyelesaian paling lama empat hari.

Bupati Langkat menekankan pentingnya sinergi lintas sektor dalam menyelesaikan persoalan ini. Ia meminta kerja sama penuh dari camat, Dinas Perindustrian dan Perdagangan, Dinas PUPR, Satuan Polisi Pamong Praja, serta seluruh instansi terkait agar penataan Pasar Pangkalan Brandan dapat segera terwujud secara tertib dan berkelanjutan.

“Penertiban dan relokasi ini dilakukan demi kepentingan bersama, agar aktivitas perdagangan berjalan lebih tertata, tidak mengganggu ketertiban umum, serta memberikan kenyamanan bagi pedagang dan masyarakat,” tegas Bupati Langkat.

Rapat koordinasi tersebut turut dihadiri Sekretaris Daerah Kabupaten Langkat Amril, S.Sos, M.AP, Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat, para Kepala Perangkat Daerah terkait, Camat Babalan Irham Effendi, S.Ag, M.AP, serta Camat Sei Lepan M. Iqbal Ramadhan, SE.(sfn)

 


Bali | Indonesia Berkibar News - Percepatan transformasi digital nasional mendorong penguatan infrastruktur penyiaran sebagai fondasi pemerataan akses informasi publik. 


Di Provinsi Bali, tantangan geografis berupa kontur pegunungan dan wilayah dengan karakteristik topografi yang beragam menjadi kendala dalam menghadirkan kualitas siaran televisi yang merata dan stabil bagi seluruh masyarakat.


Menjawab tantangan tersebut, Dinas Komunikasi dan Informatika Provinsi Bali (Pemprov Bali) menggandeng SCALA by Metranet, platform digital milik anak usaha PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (Telkom), sebagai digitalization partner dalam menghadirkan solusi penyiaran televisi digital berbasis Single Frequency Network (SFN) melalui pemanfaatan Turyapada Tower. Inisiatif ini menjadi bagian dari upaya penguatan infrastruktur digital daerah guna mendukung pemerataan akses informasi publik, Kamis (29/01/2026) 


Melalui implementasi teknologi SFN, sistem pemancar yang dirancang untuk mengoptimalkan cakupan siaran dalam satu frekuensi terpadu, sehingga kualitas gambar dan suara dapat diterima secara konsisten di berbagai wilayah, termasuk area dengan kondisi geografis menantang. Pendekatan ini diharapkan mampu meningkatkan keandalan layanan penyiaran digital serta memberikan pengalaman menonton yang lebih baik bagi masyarakat.


“SCALA berupaya dengan menghadirkan solusi digital yang selaras bersama karakteristik wilayah dan kebutuhan masyarakat. Implementasi penyiaran TV digital di Bali diharapkan dapat memperkuat layanan informasi publik sekaligus mendorong transformasi daerah secara berkelanjutan,” terang Direktur Bisnis Metranet, Faisal Yusuf.


Turyapada Tower diresmikan langsung oleh Gubernur Bali, Wayan Koster, yang melibatkan empat penyelenggara multipleksing nasional. Infrastruktur ini dirancang untuk menghadirkan hingga 30 kanal televisi digital, sebagai bagian dari upaya memastikan kesetaraan akses informasi bagi seluruh masyarakat Bali.


“Pada tahap awal, telah terdapat 10 kanal stasiun televisi yang memanfaatkan pemancar Turyapada Tower. Ke depan, jumlah tersebut akan bertambah hingga 30 stasiun televisi. Keberadaan Turyapada Tower merupakan bagian dari agenda strategis Pemerintah Provinsi Bali demi mewujudkan Bali sebagai Pulau Digital, yang berfungsi untuk simpul integrasi teknologi dengan mendukung layanan publik, peningkatan literasi digital, serta pengembangan ekosistem inovasi daerah,” ungkapnya.


Senada dengan hal tersebut, Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Provinsi Bali, Gede Pramana, menegaskan bahwa pemanfaatan teknologi penyiaran digital memberikan manfaat langsung bagi masyarakat.


“Turyapada Tower tidak hanya memperluas jangkauan siaran televisi digital, tetapi juga mendukung pemerataan informasi, peningkatan literasi digital, serta penguatan ekosistem digital di Bali,” jelas Gede Pramana.


Melalui pemanfaatan teknologi digital, masyarakat kini dapat menikmati layanan televisi berkualitas tinggi hanya dengan menggunakan televisi digital atau set top box, tanpa biaya berlangganan. Hal ini menjadi bagian dari peningkatan kualitas layanan publik berbasis teknologi yang inklusif dan berkelanjutan.


Dengan beroperasinya Turyapada Tower, Provinsi Bali semakin memperkuat posisinya sebagai salah satu daerah pelopor dalam adopsi infrastruktur digital terintegrasi. Kolaborasi antara pemerintah daerah dan mitra teknologi seperti SCALA menjadi contoh sinergi strategis dengan menghadirkan layanan publik berbasis digital yang merata.


Ke depan, SCALA akan terus mendukung inisiatif pemerintah daerah di berbagai wilayah Indonesia dalam menghadirkan solusi televisi digital, guna mendorong pemerataan akses informasi, konektivitas, serta transformasi digital nasional. (JBR/66)


Langkat | Indonesia Berkibar News
- Bupati Langkat H. Syah Afandin, SH yang diwakili Wakil Bupati Langkat Tiorita Br. Surbakti, SH menghadiri Konsultasi Publik Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Provinsi Sumatera Utara Tahun 2027 yang digelar di Kantor Gubernur Sumatera Utara, Medan, Kamis (29/01/2026).

Konsultasi publik tersebut dibuka langsung oleh Gubernur Sumatera Utara Muhammad Bobby Afif Nasution, didampingi Wakil Gubernur Sumatera Utara Surya, yang ditandai dengan pemukulan gong. 

Forum ini menjadi wadah strategis untuk menyelaraskan perencanaan pembangunan antara pemerintah provinsi dengan pemerintah kabupaten/kota se-Sumatera Utara.

Dalam sambutannya, Gubernur Sumatera Utara Muhammad Bobby Afif Nasution menekankan pentingnya keseriusan kepala daerah kabupaten/kota dalam mengawasi dan mengevaluasi indikator pembangunan di wilayah masing-masing. Menurutnya, tahun 2027 merupakan momentum penting untuk menilai kinerja kepala daerah yang dilantik pada Februari tahun sebelumnya.

Bobby Nasution juga menyoroti dampak bencana banjir dan longsor yang terjadi di sejumlah daerah di Sumatera Utara terhadap capaian pembangunan daerah. 

Ia meminta agar pemerintah daerah melakukan monitoring terhadap Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) masing-masing.

“Monitoring RPJMD masing-masing daerah. Apakah bencana memengaruhi capaian RPJMD, khususnya di daerah terdampak bencana. Ada juga beberapa perusahaan besar yang izinnya dicabut, sehingga perlu benar-benar diperhatikan dampaknya terhadap tenaga kerja, inflasi, pertumbuhan ekonomi, dan indikator pembangunan lainnya,” ujarnya.

Selain itu, Gubernur Sumut meminta pemerintah kabupaten/kota untuk memanfaatkan secara maksimal dana Transfer ke Daerah (TKD) yang tidak jadi disesuaikan pada tahun anggaran 2026. Dana tersebut diharapkan dapat digunakan secara optimal untuk mendukung pembangunan, khususnya pemulihan pascabencana.

“Manfaatkan dan maksimalkan TKD yang tidak jadi disesuaikan tahun ini, terutama untuk pemulihan pascabencana dan dampak turunannya. Daerah juga diperbolehkan melakukan pergeseran anggaran, mengingat bencana banjir tahun lalu terjadi setelah pengesahan APBD 2026,” tambahnya.

Sementara itu, Wakil Bupati Langkat Tiorita Br. Surbakti, SH menyampaikan bahwa Pemerintah Kabupaten Langkat siap menindaklanjuti arahan tersebut dengan memanfaatkan dan memaksimalkan TKD yang tidak jadi disesuaikan, khususnya untuk pemulihan pascabencana dan dampak turunannya di Kabupaten Langkat.

Melalui pemanfaatan dana tersebut, Pemerintah Kabupaten Langkat berharap proses pemulihan pascabencana dapat berjalan lebih optimal serta mampu mendukung keberlanjutan pembangunan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat di Kabupaten Langkat.(sfn)

Diberdayakan oleh Blogger.