21 April 2026




Karo | Indonesia Berkibar News - Dalam 100 hari pertama tahun 2026, Polres Karo dibawah pimpinan Kapolres AKBP Pebriandi Haloho, S.H, S.I.K, M. Si, menunjukkan kinerja signifikan dalam penegakan hukum, mulai dari pengungkapan kasus kriminal hingga pemberantasan narkotika. Namun di balik capaian tersebut, Kapolres Karo menegaskan satu hal penting : keberhasilan itu tidak lepas dari peran masyarakat dan media.


“Polri tidak bisa bekerja sendiri. Kami sangat mengapresiasi peran masyarakat dan rekan-rekan media sebagai kontrol sosial yang memberikan informasi secara cepat dan akurat,” tegas Kapolres dalam rilis capaian kinerja, Senin(20/4) pukul 10.00 WIB di Mapolres.


Selama periode Januari hingga pertengahan April 2026, Polres Karo mencatat tren penyelesaian perkara yang cukup dinamis. Pada Januari, dari 67 kasus yang ditangani, sebanyak 30 kasus berhasil diselesaikan atau 45 persen. Angka ini meningkat tajam pada Februari menjadi 72 persen dari 61 kasus, sebelum berada di angka 51 persen pada Maret dan 29,72 persen pada awal April.


Selain itu, sejumlah kasus menonjol berhasil diungkap, mulai dari kasus pembunuhan di Kabanjahe, pencurian kabel tower dengan kerugian puluhan juta rupiah, hingga kejahatan migas, perjudian, dan perambahan hutan. Seluruhnya kini tengah diproses secara hukum.


Di sisi lain, Polres Karo juga memperkuat perlindungan terhadap kelompok rentan dengan terbentuknya, Satuan Reserse baru, yakni Satres PPA & PPO pada Januari 2026. Dalam kurun waktu tersebut, satuan ini menangani 39 kasus, dengan 27 kasus berhasil diselesaikan atau sebesar 69 persen. Kasus yang ditangani didominasi kekerasan terhadap anak, persetubuhan anak, serta kekerasan dalam rumah tangga.


Sementara itu, dalam pemberantasan narkotika, Polres Karo mencatat capaian yang cukup menonjol. Sebanyak 46 kasus berhasil diungkap dengan 61 tersangka diamankan. Barang bukti yang disita meliputi ganja lebih dari 99 gram dan 108 batang, sabu 72,3 gram, serta ekstasi sebanyak 11 butir.


Beberapa pengungkapan besar di antaranya kasus ladang ganja di Desa Cinta Rakyat serta jaringan peredaran narkotika di wilayah Kabanjahe dengan barang bukti dalam jumlah signifikan.


Ke depan, Polres Karo tidak hanya fokus pada penegakan hukum, tetapi juga langkah preventif dengan menggandeng generasi muda, khususnya Generasi Z.


“Melalui pendekatan preemtif dan preventif, kami ingin membekali generasi muda agar terhindar dari kenakalan remaja, penyakit masyarakat, balap liar, tawuran, hingga penyebaran hoaks,” ujar Kapolres.


Ia menegaskan, setiap informasi dari masyarakat akan ditindaklanjuti secara profesional sebagai bagian dari upaya bersama menjaga keamanan.


“Bersama, kita wujudkan harkamtibmas yang aman dan kondusif di Kabupaten Karo,” pungkasnya.


#polreskaro

#kapolreskaro

#humaspolreskaro/zul)

  


Dairi | Indonesia Berkibar News - Sat Narkoba Polres Dairi bersama Polsek Tigalingga berhasil menangkap bandar narkoba yang selama ini beroperasi di Desa Pamah Kecamatan Tanah Pinem Kabupaten Dairi. 


Bandar tersebut berinisial AT, yang akhirnya diamankan dalam pelariannya ke Kabupaten Aceh Tamiang, Provinsi Aceh. 


"Ya tersangka AT saat ini sudah diamankan dan sedang menjalani pemeriksaan di Satnarkoba Polres Dairi, " ujar Kasi Humas Polres Dairi, AKP Syahril Ramadhan, Selasa (21/04/2026). 


Petugas dari Polres Dairi dan Polsek Tigalingga melakukan koordinasi dengan Polres Aceh Tamiang untuk membantu penangkapan tersangka AT, yang diketahui berada di rumahnya tepatnya di Kecamatan Rantau, Aceh Tamiang. 


Namun, saat didatangi ke lokasi, AT ternyata tidak berada di dalam rumah. Disana hanya terdapat terduga istri dari AT. Setelah dilakukan komunikasi intensif, istri dari AT kemudian bersedia untuk memberitahu keberadaan tersangka. 


"Tersangka saat itu sedang berada di kebun sawit yang berjarak 1 kilometer dari rumahnya," terangnya. 


Atas informasi tersebut, AT kemudian ditangkap tanpa melakukan perlawanan sedikitpun. 


AT merupakan terduga bandar Narkoba yang sebelumnya sempat kabur saat digrebek petugas Polsek Tigalingga di Desa Pamah. 


AT beserta rekannya berhasil kabur usai melompat ke arah sungai dan hanya menyisakan beberapa barang di dalam gubuk. 


Dugaan AT seorang bandar semakin kuat setelah petugas menemukan beberapa barang bukti yakni 19 buah pipet tetes, 65 buah kaca pirex, 1alat hisap (bong), 5 paket kecil bertuliskan 'paket 100', 5 plastik kecil bertuliskan 'paket 150', 3 paket kecil bertuliskan 'paket 200', 3 plastik kecil bertuliskan 'paket 250', dimana seluruh paket tersebut berisikan sabu. 


"Kemudian ada juga 1 klip berisikan sabu, 1 klip besar berisikan sabu, sehingga total berat keseluruhan seberat 4,55 gram, " tegas Syahri. 


Saat ini AT sedang menjalani pemeriksaan lebih lanjut di Sat Narkoba Polres Dairi. 


Sementara itu, salah seorang tokoh masyarakat di Kecamatan Tigalingga mengucapkan terimakasih kepada Polres Dairi beserta Polsek Tigalingga atas penangkapan bandar narkoba. 


"Kami memberikan apresiasi setinggi - tingginya atas penangkapan bandar atau penjualnya. Semoga anak - anak muda kami bisa terbebas dari Narkoba, " tutupnya.(zul)

 


Jakarta | Indonesia Berkibar News - PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (Telkom) menegaskan komitmennya untuk mendorong kesetaraan gender serta pemberdayaan perempuan sebagai bagian dari strategi keberlanjutan GoZero% - Sustainability Action by Telkom Indonesia, melalui pilar Empower Our People. 


TelkomGroup mengimplementasikan prinsip Keberagaman, Kesetaraan, juga Inklusi (DEI) secara terukur yang berkelanjutan guna memperkuat organisasi yang adaptif, inovatif, dan berdaya saing di tengah percepatan transformasi digital, Selasa (21/04/2026) 


Direktur Utama (Dirut) Telkom Dian Siswarini menyampaikan bahwa kesetaraan gender merupakan fondasi dalam membangun organisasi yang inklusif dan mampu menghadirkan keberagaman perspektif. 


“Kami percaya perempuan Indonesia memiliki potensi dan kemampuan yang sangat besar. Saat ini dibutuhkan adalah kesempatan yang setara untuk berkembang, mengaktualisasikan diri, serta mengambil peran strategis dalam kepemimpinan. Ketika akses itu dibuka, perempuan dapat memberi kontribusi nyata bagi mendorong inovasi, serta memberi manfaat bagi masyarakat dan bangsa,” paparnya. 


Komitmen tersebut tercermin dalam capaian yang terukur. Pada tahun 2025, proporsi perempuan di TelkomGroup mencapai 31,7% dari total karyawan, dengan 21% di antaranya menempati posisi manajerial. Ke depan, TelkomGroup menargetkan peningkatan keterwakilan perempuan hingga 32% dari total karyawan dan 27% di level manajerial pada tahun 2030 sebagai bagian dari strategi DEI yang terarah.


Penguatan kepemimpinan perempuan juga terlihat di berbagai lapisan organisasi. Pada tahun 2025, keterwakilan perempuan di tingkat manajemen senior mencapai 14,0%, manajemen madya 23,2%, dan level pengawas 33,4%. 


Di sisi lain, TelkomGroup terus mendorong peningkatan partisipasi perempuan pada fungsi strategis, termasuk revenue-generating function sebesar 8,3% serta bidang Sains, Teknologi, Rekayasa/Engineering, dan Matematika (STEM) sebesar 8,1%, sebagai upaya memperluas akses perempuan di sektor berbasis teknologi.


Lebih dari itu, TelkomGroup menghadirkan wujud nyata pemberdayaan perempuan melalui representasi kepemimpinan di tingkat tertinggi. Kehadiran Direktur Utama Telkom Dian Siswarini mencerminkan bagaimana perempuan berperan aktif dalam mendorong transformasi digital sekaligus membangun budaya kerja yang inklusif. Kiprahnya juga mendapat pengakuan melalui penghargaan Excellent Mom in Digital Transformation and Regional Connectivity Leadership pada Wonder Mom Awards 2025 serta Perempuan Inspiratif Awards 2025, yang semakin menegaskan peran perempuan di garis depan industri telekomunikasi digital.


Sejalan dengan semangat perjuangan Raden Ajeng Kartini yang terus hadir dalam konteks masa kini, Dian menekankan bahwa pemberdayaan perempuan harus dimaknai sebagai upaya membuka akses setara terhadap peluang dan kemajuan. 


“Di era digital, konektivitas menjadi jembatan penting agar perempuan semakin berdaya. Dengan akses yang seluas-luasnya terhadap informasi, pengetahuan, dan peluang, perempuan dapat lebih maju dan berkembang,” pungkas Dian.


Selain aspek representasi, TelkomGroup juga memastikan ekosistem kerja yang mendukung produktivitas perempuan. Penyediaan fasilitas seperti Telkom Daycare dan ruang laktasi menjadi bagian dari komitmen perusahaan dalam menciptakan lingkungan kerja yang kondusif, sehingga perempuan dapat menjalankan peran profesional secara optimal sebagai bagian dari talenta unggul perusahaan.


Melalui pendekatan yang terintegrasi, TelkomGroup terus memperkuat budaya kerja yang setara, termasuk melalui berbagai inisiatif pengembangan talenta perempuan dan dukungan komunitas internal. Upaya ini diyakini mampu menghadirkan perspektif yang lebih beragam dalam pengambilan keputusan sekaligus mempercepat transformasi organisasi secara konsisten.


Dengan komitmen yang kuat terhadap prinsip gender equality dan empowering women, TelkomGroup tidak hanya membangun organisasi yang lebih tangguh, tetapi juga berkontribusi dalam menciptakan masa depan lebih inklusif yang berkelanjutan. (JBR/66)

 


Jakarta | Indonesia Berkibar News - Sebagai perusahaan telekomunikasi terkemuka di Indonesia, PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (Telkom) meraih tiga penghargaan pada ajang Apresiasi Konektivitas Digital 2026 yang diselenggarakan oleh detikcom bersama Badan Aksesibilitas Telekomunikasi dan Informasi (BAKTI) Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi).


Pencapaian ini salah satu apresiasi atas kiprah yang berkelanjutan TelkomGroup untuk menjaga resiliensi jaringan, memperluas akses digital, serta mendorong pemerataan konektivitas hingga wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T) di seluruh Indonesia.


Dalam ajang tersebut, TelkomGroup meraih tiga penghargaan, yakni Perusahaan Terbaik dalam Menjaga Resiliensi Konektivitas Digital di Seluruh Indonesia untuk PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk yang diterima oleh Direktur Network Telkom Nanang Hendarno, Operator Selular Perintis Pemerataan Konektivitas Digital di Wilayah 3T Terbaik untuk PT Telekomunikasi Selular (Telkomsel) yang diterima oleh Direktur Network Telkomsel Indra Mardiatna, serta Perusahaan Terbaik untuk Peningkatan Layanan Sinyal di Wilayah 3T untuk PT Telkom Satelit Indonesia (Telkomsat) yang diterima oleh Direktur Komersial Telkomsat Andri Yunianto.


Menteri Komunikasi dan Digital Meutya Hafid menegaskan pentingnya kolaborasi lintas sektor mendorong pemerataan konektivitas digital nasional. 


“Pemerintah tidak bisa berjalan sendiri, kita perlu kerja sama dengan banyak pihak. Kehadiran berbagai elemen masyarakat, industri, dan mitra strategis memudahkan langkah pemerintah untuk terus memastikan agar konektivitas ini bisa berjalan dengan baik di seluruh daerah,” paparnya. 


Penghargaan ini semakin menegaskan posisi strategis TelkomGroup sebagai enabler ekosistem digital nasional yang berdaya saing global melalui penguatan infrastruktur konektivitas secara menyeluruh yang mencakup jaringan darat, laut, hingga satelit. Sejalan dengan langkah transformasi perusahaan, TelkomGroup terus memperluas kapabilitas digital dan kualitas layanan guna menjawab kebutuhan masyarakat yang semakin dinamis, sekaligus mendukung percepatan pertumbuhan ekonomi digital Indonesia.


Direktur Network Telkom Nanang Hendarno menyampaikan bahwa capaian ini merupakan hasil kolaborasi dan konsistensi seluruh insan TelkomGroup membangun dan memastikan ketahanan jaringan digital Indonesia.


“Penghargaan ini kami maknai sebagai amanah untuk terus menjaga keandalan jaringan sekaligus memperluas jangkauan layanan hingga ke wilayah yang menantang secara geografis. Bagi TelkomGroup, konektivitas bukan sekadar infrastruktur, melainkan enabler yang membuka akses pendidikan, layanan kesehatan, aktivitas ekonomi, dan berbagai peluang kemajuan bagi masyarakat Indonesia,” tambah Nanang, Selasa (21/04/2026) 


Melalui sinergi kekuatan dan kepemilikas infrastruktur yang ekstensif, TelkomGroup terus mempercepat pembangunan infrastruktur digital nasional, mulai dari backbone fiber optic hingga layanan satelit untuk menjangkau area blank spot dan wilayah geografis menantang. Langkah ini sejalan dengan komitmen perusahaan dalam mendukung transformasi digital Indonesia yang inklusif dan berkelanjutan.


Ke depan, TelkomGroup akan terus memperkuat kolaborasi dengan pemerintah, pelaku industri, dan seluruh pemangku kepentingan untuk dapat mempercepat pemerataan konektivitas digital, sehingga setiap wilayah memiliki kesempatan yang sama untuk tumbuh, berdaya saing, dan turut berkontribusi dalam mendorong kemajuan Indonesia. (JBR/66)



Medan| Indonesia Berkibar News - Direktur Utama Perumda Tirtanadi Provinsi Sumatera Utara, Ardian Surbakti bersama Kepala Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara (Kajatisu) Harli Siregar, menandatangani nota kesepahaman (MoU) terkait penanganan perkara di bidang Perdata dan Tata Usaha Negara (DATUN).


Penandatanganan MoU tersebut dilaksanakan di Aula lantai III Kantor Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara Jalan AH Nasution No. 1C Medan, merupakan langkah strategis dalam memperkuat sinergi antara Perumda Tirtanadi dengan Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara, khususnya dalam penyelesaian permasalahan hukum yang berkaitan dengan perdata dan tata usaha negara, Selasa (21/04/ 2026).


Ardian Surbakti dalam sambutannya menyampaikan bahwa kerjasama ini sangat penting untuk mendukung kinerja perusahaan daerah dalam menghadapi berbagai tantangan hukum yang mungkin timbul, baik dalam pengelolaan aset maupun pelayanan kepada masyarakat.


Menurutnya, dengan adanya pendampingan dari pihak kejaksaan, Perumda Tirtanadi dapat lebih optimal dalam menjalankan tugasnya sebagai penyedia layanan air bersih bagi masyarakat Sumatera Utara tanpa terkendala persoalan hukum.


Sementara itu, Kepala Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara DR Harli Siregar SH MHum menegaskan, Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara siap memberikan bantuan hukum, pertimbangan hukum serta tindakan hukum lainnya kepada Perumda Tirtanadi dalam lingkup DATUN.


Ia juga menambahkan bahwa kerja sama ini merupakan bagian dari upaya preventif untuk meminimalisir potensi sengketa hukum, sekaligus memastikan setiap kebijakan yang diambil tetap sesuai dengan ketentuan perundang-undangan yang berlaku.


Melalui MoU ini, kedua pihak sepakat untuk meningkatkan koordinasi dan komunikasi dalam penyelesaian berbagai persoalan hukum, termasuk dalam hal pendampingan proyek strategis serta pengamanan aset milik daerah.


Penandatanganan tersebut turut disaksikan oleh jajaran pejabat di lingkungan Perumda Tirtanadi dan Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara, yang menunjukkan komitmen bersama dalam mendukung tata kelola perusahaan yang baik dan transparan.


Dengan adanya kerja sama ini, diharapkan Perumda Tirtanadi dapat semakin profesional dalam menjalankan fungsinya, sekaligus memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat dengan tetap mengedepankan kepastian hukum.


Hadir pada kegiatan itu, Wakil Kepala Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara, Abdullah Noer Deny SH MH, Asisten Pembinaan Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara, Herlina Setyorini SH MH, Asisten Intelijen Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara, Irfan Wibowo SH MH, Asisten Pidana Umum Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara, Jurist Precisely SH MH, Asisten Pidana Khusus Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara, Jhonny William Pardede SH MHum.


Selanjutnya, Asisten Pidana Militer Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara, Kolonel Sus Lukas Sambiono SH, Asisten Perdata Dan Tata Usaha Negara Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara, Nur Handayani SH MH, Kasi Perdata, Lamro Simbolon SH MH, Kasi Timkum, Marice Endang Butar-butar SH MH, Kasi TUN, Ida Mustika Napitupulu SH MH, Asisten Pengawasan Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara, Agung Ardyanto SH.


Kemudian, Asisten Pemulihan Aset Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara, Ronal H Baskara SH MH dan Kepala Bagian Tata Usaha pada Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara Rio Aditya Arifiansyah SH MH.



Sedangkan hadir dari pihak Perumda Tirtanadi Prov.Sumatera Utara antara lain: Kepala Satuan Pengawas Internal, Perdinan, Kabid Publikasi Komunikasi selaku Plh Kepala Sekretaris Perusahaan, Lokot Parlindungan Siregar, Sekretris Direktur, Saddam Ilyas Lubis, Sekretaris Air Limbah, Pegawai Bidang Hukum, Ghitha Ghassani, Pegawai Bidang Kerjasama, Sekar Azzahra, Pegawai Bidang Publikasi Komunikasi, Salsa Dilla Siregar.(torong..)

20 April 2026

 


Langkat | lndonesia  Berkibar News - Ribuan masyarakat korban banjir yang tersebar di Kec. Besitang dan Brandan Barat sudah mematangkan rencana akan melakukan aksi demonstrasi ke DPRD Langkat dan Kantor Bupati Langkat di Stabat, Senin (20/04/2026).


Ribuan menyintas yang tergabung dalam "Panggilan Aksi Menjemput Keadilan" bergerak menuntut keadilan atas bantuan stimulan berupa jaminan hidup, isi hunian dan stimulan ekonomi dari Pemerintah Pusat dalam hal ini Kementerian Sosial yang hingga kini belum mereka terima sepeser pun.


Aksi ini sebagai tindak lanjut aksi demonstrasi sebelumnya ke kantor camat Besitang. Warga kecewa karena sebagian korban terdampak bencana telah menerima bantuan stimulan dari Kemensos, sementara mereka hingga kini dipaksa menunggu dalam ketidak pastian.


"Kami akan terus berjuang menuntut keadilan, karena kami juga adalah korban dari peristiwa bencana," kata Misnawati di sela pertemuan dengan para penyintas, Jumat (17/4) malam, untuk membicarakan persiapan rencana aksi. 


Ia meminta pemerintah supaya berlaku adil terhadap warga korban bencana yang telah  mengalami dampak kerugian material cukup besar. Mereka protes karena Bansos yang disalurkan kepada menyintas tidak merata.


Menyinggung berapa massa yang akan turun berpartisipasi melakukan aksi demonstrasi, ia menyatakan, jumlahnya kurang lebih 2.300 orang. "Kami turun akan menyampaikan aspirasi kami secara damai," kata Mistiwati.


Namun begitu, jika aspirasi yang disampaikan tidak mendapatkan jawaban yang konkrit, kata dia, maka warga berencana akan bertahan dan menginap sampai tuntutan akan rasa keadilan benar-benar diwujudkan pemerintah.


Sementara, Andika, seorang tokoh agama yang hadir dalam pertemuan tersebut kepada  beberapa wartawan menegaskan, dalam aksi demo nantinya mereka akan menyampaikan petisi kepada Bupati Langkat dan DPRD Langkat.


"Kami meminta Bupati Langkat lebih pro aktif berkomunikasi dengan pemerintah pusat (Kemensos RI) dalam menangani bantuan stimulan korban banjir dan kami juga minta DPRD Langkat melakukan fungsi pengawasan dalam penyaluran bantuan," ujarnya.


Sejumlah warga lainnya menyampaikan rasa kecewa mereka terhadap Bupati Langkat yang dianggap tidak optimal memperjuangkan hak rakyatnya. "Kalau Bupati Aceh Tamiang terus aktif memperjuangkan hak-hak rakyatnya, beda dengan bupati kami," kata warga kesal.


Peristiwa bencana hidrometerologi sudah memasuki empat bulan berlalu, tapi masalah pendataan bagi korban hingga kini belum juga tuntas. Bahkan Camat Besitang, Restra Yudha, pada aksi demo baru-baru ini menyatakan akan dilakukan pendataan ulang. 


Pendataan ulang terhadap rumah yang rusak  tentu berpotensi menimbulkan persoalan baru, sebab peristiwa bencana sudah empat bulan berlalu sehingga fakta kerusakan fisik tidak mungkin dapat ditemukan lagi, sebab warga sudah memperbaiki kerusakan rumah mereka.


Warga menilai, pendataan ulang yang sedang dilakukan membuktikan proses pendataan pasca bencana tidak tuntas. "Ironis sudah empat bulan peristiwa bencana berlalu, tapi urusan data hingga kini belum juga clear," ujar warga.


Saat ini, pihak kelurahan menyebar formulir kepada masyarakat untuk diisi sendiri tentang kondisi kerusakan rumah mereka. Hal ini sebuah ironi, sebab tugas pendataan dan termasuk menentukan kriteria rusak ringan, sedang dan berat, bukan urusan warga, melainkan kewenangan dari pemerintah.(ERI)

 


Jakarta | Indonesia Berkibar News - Lonjakan harga minyak mentah global akibat eskalasi konflik di Timur Tengah memicu efek domino pada industri hilir, salah satunya kenaikan harga plastik sebagai produk turunan minyak bumi. Ikatan Pedagang Pasar Indonesia (IKAPPI) menilai peningkatan harga plastik mencapai 40 hingga 60 persen per April 2026.


Hal ini dipengaruhi oleh krisis geopolitik yang mengganggu jalur distribusi minyak bumi sebagai bahan baku petrokimia, khususnya nafta. 


Pakar Petrokimia dari Universitas Pertamina (UPER), Wegik Dwi Prasetyo, S.T., M.T., menegaskan bahwa lonjakan harga minyak mentah berdampak langsung pada naiknya harga nafta. 


Kondisi ini secara otomatis memengaruhi harga olefin—produk turunan nafta yang menjadi bahan baku utama penyusun plastik—sehingga memicu pembengkakan biaya produksi yang signifikan pada industri polimer dalam negeri.


“Kilang minyak di Indonesia saat ini masih berfokus pada pemenuhan bahan bakar transportasi dan kapasitas produksi untuk bahan baku plastik domestik masih terbatas. Karena itu, industri nasional masih sangat bergantung pada impor bahan baku petrokimia dari kawasan Timur Tengah yang memiliki kapasitas produksi nafta dan olefin jauh lebih masif,” ungkap Wegik, Senin (20/04/2026) 


Industri plastik sangat bergantung pada minyak mentah ringan (light crude oil), jenis minyak yang paling efisien untuk diolah menjadi bahan baku plastik. Saat ini, Arab Saudi merupakan pemasok utama dunia dengan produksi mencapai 9,51 juta barel per hari. (Reuters, 2025). 


Dominasi ini membuat harga plastik global—termasuk di Indonesia—sangat bergantung pada stabilitas pasokan dari mereka


Kondisi ini berdampak langsung pada Indonesia karena industri petrokimia nasional yang belum sepenuhnya mandiri. Meskipun memiliki cadangan Sumatera Light Crude, produksi nafta domestik baru mencapai 7,1 juta ton, padahal kebutuhan nasional menembus 9,2 juta ton per tahun. 


Akibatnya, Indonesia terpaksa mengimpor kekurangan 2,1 juta ton nafta dari luar negeri, yang membuat harga plastik di pasar dalam negeri sangat rentan terhadap gejolak harga minyak di Timur Tengah.


“Bagi masyarakat umum, dampak kenaikan harga minyak bumi ini akan paling cepat terasa pada melambungnya harga kantong plastik, kemasan pangan, dan botol minuman. Namun, ancaman lebih lanjut dari ketidakpastian situasi geopolitik juga dapat mengganggu stabilitas harga di industri ritel serta sektor Fast-Moving Consumer Goods (FMCG),” pungkas Wegik.


Sebagai langkah mitigasi, Wegik menyarankan Indonesia untuk memperkuat ketahanan bahan baku plastik melalui diversifikasi impor dari kawasan non-konflik, optimalisasi gas alam domestik via teknologi Gas-to-Olefins, serta peningkatan kapasitas kilang petrokimia. 


Selain itu, percepatan produksi bioplastik dan plastik daur ulang menjadi kunci untuk mengurangi ketergantungan pada rantai pasok global yang tidak stabil.


Sejalan dengan upaya tersebut, Universitas Pertamina (UPER) turut menjadi pelaksana nasional (national executing agency) untuk The Global Greenchem Innovation and Network Programme (GGINP). Program kolaborasi internasional bersama Yale University, UNIDO, GEF, dan Kementerian Perindustrian ini bertujuan mempercepat penerapan kimia hijau (green chemistry) di industri nasional guna mengurangi ketergantungan pada bahan baku fosil.


"Komitmen ini kami wujudkan melalui riset inovatif program GGINP dan penguatan kurikulum Teknik Kimia melalui peminatan Sistem Proses Kimia Berkelanjutan dan Rekayasa Energi. Langkah ini bertujuan mencetak talenta unggul yang mampu menghadirkan inovasi selaras dengan poin 9 dan 12 SDGs mengenai industri inovatif serta konsumsi-produksi yang bertanggung jawab," tutup Sekretaris Universitas Pertamina, Raden Panji Adhitiyo Putera. (JBR/66)

Diberdayakan oleh Blogger.