20 Februari 2026


Humbahas | Indonesia Berkibar News - Pemerintah Kabupaten Humbang Hasundutan (Humbahas) bersama lintas sektor melaksanakan Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Rencana Kerja Pembangunan Daerah (RKPD) Tahun 2027 Tingkat Kecamatan di Kecamatan Pollung, Jumat (20/02/2026).


Tema RKPD Kabupaten Humbang Hasundutan Tahun 2027 yaitu "Peningkatan Perekonomian Berbasis Sumber Daya Lokal dan Sektor Unggul yang didukung Sumber Daya Manusia Berkualitas Serta Pembangunan Wilayah yang Berkeadilan”.


Musrenbang dibuka Camat Pollung, Saul Hutabarat dan dihadiri Wakil Bupati Humbang Hasundutan, Junita R. Marbun, SH, M.A.P, Staf Ahli Bupati Bidang Pemerintahan, Hukum dan Politik Eliapzan Sihotang, Staf Ahli Bupati Bidang Kemasyarakatan,Perekonomian dan Pembangunan Parman Lumban Gaol, Asisten Pemerintahan dan Kesra Sabar Purba, Kadis Catpil Jara Trisepto Lumban Toruan, Kadis Peternakan dan Perikanan Marudut Situmorang, Kadis PKP Anggiat Simanullang, Kadis Parpora Dina Simamora, Kadis Sosial Rambe Manalu, Kadis Lindup Jerry Silitonga, Sekretaris Bappelitbangda Enrico Tobing, Forkopimca serta perwakilan OPD lainnya.


Dalam sambutan tertulis Bupati Humbang Hasundutan yang dibacakan Wakil Bupati Humbang Hasundutan Junita R. Marbun, SH., M.AP disampaikan bahwa Musrenbang Kecamatan Tahun 2026 menjadi salah satu pintu gerbang dalam penyusunan dokumen perencanaan pembangunan daerah. Melalui forum ini, kegiatan-kegiatan prioritas harus dirumuskan dan ditetapkan secara cermat, terukur, dan matang, dengan mempertimbangkan kebutuhan nyata masyarakat, kemampuan keuangan daerah, serta memastikan program tersebut dapat direalisasikan pada Tahun 2027 mendatang.


Arah kebijakan Tahun 2027 difokuskan pada peningkatan ekonomi berbasis potensi lokal dan sektor unggulan yang didukung SDM berkualitas serta pembangunan wilayah yang berkeadilan, dengan prioritas pada pelayanan kesehatan dan pendidikan, pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak, penguatan produk unggulan dan tenaga kerja, peningkatan infrastruktur, irigasi, konektivitas, pengelolaan lingkungan hidup, serta peningkatan efektivitas pemerintahan dan pelayanan publik.


Melalui pembahasan usulan desa yang telah diinput dalam Sistem Informasi Pemerintahan Daerah (SIPD), diharapkan Musrenbang ini menghasilkan prioritas pembangunan dari masing-masing desa yang akan menjawab permasalahan di masyarakat dan mendorong kemajuan Kabupaten Humbang Hasundutan untuk selanjutnya dibahas pada Musrenbang Kabupaten.


Wilman Lumban Gaol mewakili masyarakat mengapresiasi Musrenbang RKPD 2027 sebagai momentum penting menyelaraskan aspirasi masyarakat dengan program pemerintah. Ia berharap hasil Musrenbang benar-benar menyentuh kebutuhan nyata masyarakat seperti perbaikan infrastruktur dan mendorong pertumbuhan ekonomi berbasis potensi lokal serta berdampak langsung bagi kesejahteraan masyarakat.(samuel lg)

 


Doloksanggul | Indonesia Berkibar News - Sejak Kabupaten Humbahas (Humbang Hasundutan) terbentuk, baru pertama kali  seorang kepala daerah secara langsung mengikuti  Musrenbang RKPD (Musyawarah Perencanaan Pembangunan Rencana Kerja Pembangunan Daerah) di Kecamatan Sijamapolang.  Dengan kehadiran Bupati Humbahas Dr Oloan Paniaran Nababan SH MH dan rombongan dalam forum strategis ini, menjadi momen bersejarah sekaligus bukti komitmen untuk mendengar langsung aspirasi masyarakat. 


“Baru kali ini, Bupati Humbahas mengikuti Musrenbang di Kecamatan Sijamapolang, sejak berdiri Kabupaten Humbahas. Ini luar biasa, terimakasih pak Bupati, semoga dengan kehadiran pak Bupati, membawa berkat untuk Kecamatan Sijamapolang” tambah Op Venesia Lumban Gaol. 


Pernyataan ini diungkapkan tokoh masyarakat dari Desa Sitapongan Kecamatan Sijamapolang Op Venesia Lumban Gaol dalam Murenbang RKPD 2027 di Kantor Camat Sijamapolang Kabupaten Humbahas, Jumat(20/02/2026).  


Musrenbang itu juga diikuti anggota DPRD Humbahas Guntur Sariaman Simamora dan Manambatua Simamora, Ketua Yayasan Holong Ondolan Indonesia Emas Dr Hendri Tumbur Simamora, Sekda Chiristison Rudianto Marbun, para pimpinan OPD (Organisasi Perangkat Daerah), Camat Sijamapolang Irianto N Simanullang, akademisi dari UNITA Herlina Panggabean SH, tokoh masyarakat dan berbagai komponen masyarakat. 


Dalam Musrenbang itu, berbagai usulan prioritas disampaikan, mulai dari pembangunan infrastruktur, penguatan sektor pertanian, air bersih, hingga peningkatan pelayanan pendidikan dan kesehatan. Bahkan Camat Sijamapolang menyampaikan usul, agar Kantor Camat Sijamapolang, sangat perlu pembangunan gedung baru. 


Dr Oloan Paniaran Nababan mengatakan Musrenbang sebagai wadah penting untuk menyelaraskan kebutuhan masyarakat dengan arah kebijakan pembangunan daerah.   Bupati Humbahas sangat berharap, sinergi antara pemerintah kabupaten dan kecamatan semakin kuat, sehingga perencanaan pembangunan lebih tepat sasaran dan berkelanjutan. “Pemerintah kecamatan termasuk didalamnya kepala desa, silahkan berkoordinasi dengan dinas-dinas terkait, harus ada komunikasi yang saling membangun” tambah Bupati Humbahas. 


Terkait dengan usul Camat Sijamapolang, pemerintah daerah akan membuat program pembangunan gedung baru Kantor Camat Sijamapolang tahun mendatang. Program itupun dilempar kepada wakil rakyat yang hadir. “Bagaimana ini, bapak dewan yang terhormat, usul yang disampaikan terkait pembangunan gedung baru Kantor Camat Sijamapolang, jangan nanti, pihak eksekutif menyusulkan tapi pihak legislatif tidak diketok di DPRD Humbahas” tanya Dr Oloan Paniaran Nababan. Pertanyaan itupun disahuti wakil rakyat yang hadir. “Usul itu akan disampaikan di lembaga DPRD Humbahas. Akan kami perjuangankan” jawab wakil rakyat dari Partai Perindo dan Golkar itu.


Musrenbang RKPD di Sijamapolang, merupakan suatu sejarah,  karena Bupati Humbahas Dr Oloan Paniaran Nababan, genap 1 tahun melayani masyarakat setelah dilantik Presiden RI, 20 Februari 2025 lalu di Istana Negara. Sebagai ungkapan doa dan rasa syukur, masyarakat Sijamapolang memberikan cendramata berupa ulos kepada Bupati Humbahas Dr Oloan Paniaran Nababan.


Pada kesempatan itu juga, Bupati Humbahas memberikan piagam penghargaan kepada pihak-pihak yang telah berperan aktif, memberikan kontribusi dalam pelayanan di Kabupaten Humbahas termasuk kepada Ketua Yayasan Holong Ondolan Indonesia Emas Dr Hendri Tumbur Simamora.(samuel Lg)



Doloksanggul | Indonesia Berkibar News - Bupati Humbahas Dr Oloan P Nababan SH MH bersama Kelompok Tani “Muda Djaya” di Sipalpal Desa Nagasaribu I Kecamatan Lintongnihuta panen bawang putih, Jumat (20/02/2026). Hasil panennya tergolong bagus dan cukup memuaskan.


Hasil panen ini merupakan penanaman benih bawang putih yang dilaksanakan pada, Selasa 30 September 2025 lalu oleh Bupati Humbang Hasundutan (Humbahas). Ini menunjukkan komitmen Bupati Humbahas terhadap sektor pertanian, tidak hanya hadir saat panen tapi juga ikut menanamnya sebagai bentuk dukungan nyata kepada petani.   


Dr Oloan Paniaran Nababan menegaskan penanaman bawang putih ini demi mewujudkan swasembada pangan dan mengurangi ketergantungan impor komoditi bawang putih. Untuk pengembangan komoditi bawang putih pada dasarnya kelompok tani, perlu mendapatkan perhatian khusus, bantuan serta dukungan serius dari pemerintah. “Melihat hasil panennya tadi, kita senang, sangat luar biasa berkat Tuhan. Keberhasilan pertanian ini, atas kebersamaan petani dengan dukungan penuh pemerintah. Kita akan terus mengembangkan pertanian di Humbahas ini termasuk bawang putih dan bawang merah, demi kesejahteraan masyarakat” ucap Dr Oloan Paniaran Nababan.  


Kepala Desa Nagasaribu I Rickjaksan Tambunan mengucapkan terimakasih kepada Bupati Humbahas atas perhatian dan dukungannya dalam kegiatan panen bawang putih milik kelompok tani. Kehadiran Bupati Humbahas menjadi motivasi tersendiri bagi petani. “Perhatian pak Bupati, sungguh luar biasa. Hadir bukan hanya saat panen saja, tapi ikut melakukan penanaman waktu itu. Kami juga berharap, kelompok tani masih menginginkan benih bawang merah” ucap Rickjaksan Tambunan. 


Sementera itu, Kadis Pertanian dan Ketahanan Pangan Tukka Siahaan, menjelaskan bahwa hasil panen ini akan dijadikan benih dan akan disertifikasikan UPT Sertifikasi Benih Tanaman Pangan dan Hortikultura Sumut. Langkah menjadikan hasil panen sebagai bibit kembali juga dinilai mampu menekan biaya produksi. 


Ikut hadir dalam panen itu antara lain Staf Ahli Bupati Bidang Administrasi dan Kesejahteraan Rakyat Marusaha Nababan MM, Asisten Perekonomian dan Pembangunan Martogi Purba, Kadis Kominfo Adrianus Mahulae, Kasatpol PP Andi Sihombing, Kabag Perekonomian dan SDA Mariani F Sinaga, Kabid TPH Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Sanita Hutabarat, Camat Lintongnihuta Ronald Nababan, Jabontin Simanjuntak dari UPT SBTPH (Sertifikasi Benih Tanaman Pangan dan Hortikultura) Pertanian Sumatera Utara termasuk para Kepala Desa.(samuel lg)

19 Februari 2026


Jakarta | Indonesia Berkibar News
- Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia pada 18-19 Februari 2026 memutuskan untuk mempertahankan BI-Rate sebesar 4,75%, suku bunga Deposit Facility sebesar 3,75%, dan suku bunga Lending Facility sebesar 5,50%.  Keputusan ini konsisten dengan fokus kebijakan saat ini pada upaya penguatan stabilisasi nilai tukar Rupiah di tengah tetap tingginya pasar keuangan global guna mendukung pencapaian target inflasi 2026-2027 dan mendorong pertumbuhan ekonomi. Ke depan, Bank Indonesia akan terus memperkuat efektivitas transmisi pelonggaran kebijakan moneter dan kebijakan makroprudensial yang telah ditempuh selama ini dengan tetap mencermati ruang penurunan suku bunga BI-Rate lebih lanjut sejalan dengan prakiraan inflasi 2026-2027 yang terkendali dalam target 2,5±1% dan upaya untuk ikut mendorong pertumbuhan ekonomi yang lebih tinggi, Kamis (19/02/2026).

 Kebijakan makroprudensial Bank Indonesia tetap diarahkan untuk mendorong pertumbuhan ekonomi ( pro-growth ) melalui peningkatan kredit/pembiayaan ke sektor riil, khususnya sektor-sektor prioritas Pemerintah, serta mempercepat penurunan suku bunga kredit perbankan melalui penerapan Kebijakan Insentif Likuiditas Makroprudensial (KLM) dengan tetap menjaga prinsip kehati-hatian. Kebijakan sistem pembayaran tetap diarahkan untuk turut menopang pertumbuhan ekonomi melalui penguatan sinergi dalam perluasan akseptasi pembayaran digital, penguatan struktur sistem industri pembayaran, dan peningkatan sensitivitas dan ketahanan infrastruktur sistem pembayaran.      

Arah bauran kebijakan moneter, makroprudensial, dan sistem pembayaran untuk tetap mempertahankan stabilitas dan turut mendorong pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan tersebut didukung dengan langkah-langkah kebijakan sebagai berikut:


Penguatan stabilisasi nilai tukar Rupiah melalui intervensi baik transaksi  Non-Deliverable Forward   (NDF) di pasar luar negeri maupun transaksi  spot  dan  Domestic Non-Deliverable Forward   (DNDF) di pasar domestik. Strategi ini disertai dengan pembelian Surat Berharga Negara (SBN) di pasar sekunder;

Penguatan strategi operasi moneter  pro-pasar  untuk menarik aliran masuk investasi portofolio asing dengan tetap menjaga kecukupan likuiditas di pasar uang dan perbankan dengan mengelola struktur suku bunga dan volume instrumen moneter, serta transaksi SBN di pasar sekunder secara terukur;

Penguatan sinergi bersama Pemerintah dan pemangku kepentingan lainnya dalam upaya memperkuat efektivitas pelonggaran kebijakan makroprudensial guna mendorong kredit/pembiayaan dan penurunan suku bunga perbankan melalui sinergi Program Percepatan Intermediasi Indonesia (PINISI) serta publikasi asesmen transparansi Suku Bunga Dasar Kredit (SBDK) dengan pendalaman pada suku bunga kredit berdasarkan prioritas sektor yang menjadi cakupan KLM (Lampiran 1);

Pengembangan Pusat Inovasi Digital Indonesia (PIDI) bersinergi dengan otoritas, asosiasi, dan kementerian/lembaga terkait yang bertujuan untuk mengakselerasi transformasi Ekonomi dan Keuangan Digital (EKD), antara lain melalui penyelenggaraan Hackathon dan pengembangan talenta digital (Digital Talenta Berdaya dan Berkarya-Digdaya) yang diinisiasi akhir Februari 2026;

Penguatan kesiapan sistem pembayaran nasional dalam menghadapi periode Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) Idulfitri 1447 H, dengan memastikan ketersediaan, pembukuan dan keamanan Sistem Pembayaran Bank Indonesia (SPBI) dan sistem pembayaran industri, serta menjamin ketersediaan uang Rupiah dalam jumlah yang mampu dan berkualitas di seluruh wilayah NKRI, antara lain melalui program Semarak Rupiah Ramadhan dan Berkah Idulfitri (SERAMBI) 2026.

Bank Indonesia terus memperkuat koordinasi kebijakan dengan Pemerintah, termasuk sinergi yang erat antara kebijakan moneter dengan kebijakan fiskal untuk bersama menjaga stabilitas dan mendorong pertumbuhan ekonomi. Sinergi kebijakan dengan Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) juga dipererat terutama untuk mendanai pembiayaan bagi program Asta Cita Pemerintah. Selain itu, Bank Indonesia terus memperluas kerja sama internasional di kawasan kebanksentralan, termasuk konektivitas sistem pembayaran dan transaksi menggunakan mata uang lokal, serta fasilitasi penyelenggaraan promosi investasi dan perdagangan di sektor prioritas yang bekerja sama dengan instansi terkait.

Prospek perekonomian global dalam tren melambat dengan melihat pasar keuangan yang tetap tinggi . Pertumbuhan ekonomi dunia 2026 diprakirakan melambat dari 3,3% pada tahun 2025 menjadi 3,2% dan dibarengi dengan divergensi pertumbuhan antarnegara. Prospek perlambatan pertumbuhan ekonomi global terutama dipengaruhi oleh dampak respons tarif Amerika Serikat (AS) dan berlanjutnya ketegangan geopolitik, kecuali AS yang diprakirakan meningkat dipengaruhi oleh besarnya stimulus fiskal dan tingginya investasi, termasuk investasi terkait kecerdasan buatan   (AI). 

Perekonomian Eropa dan Jepang diperkirakan melambatnya dipengaruhi oleh kinerja ekspor yang turun sejalan dengan perlambatan ekonomi global serta permintaan domestik yang belum kuat di tengah pengaruh investasi AI yang meningkat. Perekonomian Tiongkok masih dalam tren melambat akibat konsumsi rumah tangga yang belum kuat, sementara perekonomian India juga belum kuat dengan menurunnya permintaan domestik dan kinerja sektor eksternal. Dari pasar keuangan global, ruang penurunan Fed Funds Rate (FFR) tetap terbuka seiring pasar tenaga kerja yang masih lemah. Yield  UST terutama tenor panjang tetap tinggi sejalan dengan peningkatan risiko fiskal AS. 

Perkembangan ini mendorong aliran modal ke negara berkembang terjadi secara selektif, terutama pada saham dan obligasi jangka pendek. Indeks mata uang dolar AS terhadap mata uang negara maju (DXY) melemah di tengah kenaikan permintaan terhadap aset safe haven yang mendorong kenaikan harga emas. Ke depan, penerapan perekonomian global tetap tinggi sehingga diperlukan kewaspadaan dan penegakan kebijakan respons untuk menjaga daya tahan ekonomi domestik dari rambatan global serta mendorong pertumbuhan yang lebih tinggi.

​Perekonomian Indonesia tumbuh lebih tinggi didukung berbagai kebijakan yang ditempuh Pemerintah dan Bank Indonesia. Pertumbuhan ekonomi pada triwulan IV 2025 tercatat sebesar 5,39% (yoy), lebih tinggi dari pertumbuhan pada triwulan sebelumnya sebesar 5,04% (yoy). Peningkatan ini terutama ditopang oleh permintaan domestik dari konsumsi rumah tangga dan investasi sejalan dengan dampak positif berbagai stimulus kebijakan Pemerintah dan bauran kebijakan Bank Indonesia. Dengan perkembangan ini, pertumbuhan ekonomi secara keseluruhan tahun 2025 sebesar 5,11% (yoy), lebih tinggi dibandingkan dengan pertumbuhan pada tahun 2024 sebesar 5,03% (yoy) dan diikuti dengan peningkatan kualitas ketenagakerjaan. Pertumbuhan ekonomi yang lebih tinggi diprakirakan berlanjut pada triwulan I 2026. 

Konsumsi rumah tangga meningkat ditopang berbagai program stimulus Pemerintah, pelonggaran kebijakan moneter, ekspektasi konsumen yang terus membaik serta peningkatan kegiatan ekonomi pada berbagai Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) di triwulan I 2026 seperti Tahun Baru Imlek, Hari Suci Nyepi, dan Idulfitri 1447 H. Investasi juga diprakirakan tumbuh lebih tinggi didorong oleh investasi Pemerintah, termasuk hilirisasi Sumber Daya Alam (SDA), serta perbaikan keyakinan pelaku usaha yang masih berlanjut. Bank Indonesia memprakirakan pertumbuhan ekonomi 2026 meningkat dalam kisaran 4,9–5,7% (yoy) sejalan dengan berbagai kebijakan Pemerintah dan Bank Indonesia untuk mendorong pertumbuhan ekonomi. Bank Indonesia terus memperkuat kebijakan bauran melalui kebijakan moneter, makroprudensial, dan sistem pembayaran yang bersinergi erat dengan kebijakan stimulus fiskal dan sektor riil Pemerintah untuk mendorong pertumbuhan yang lebih tinggi dan berdaya tahan.

Neraca Pembayaran Indonesia (NPI) tetap sehat di wilayah tengah global. Pada triwulan IV 2025, NPI diprakirakan tetap didukung dengan baik neraca perdagangan yang tetap mencatat surplus pada Desember 2025 sebesar 2,5 miliar dolar AS, ditopang terutama oleh ekspor berbasis sumber daya alam. Perkembangan ini mendorong rendahnya defisit transaksi berjalan pada tahun 2025 berkisar defisit 0,5% sampai dengan surplus 0,3% dari PDB. Pada triwulan I tahun 2026, neraca perdagangan diprakirakan kembali mencatat surplus ditopang oleh membaiknya ekspor nonmigas. Sementara itu, aliran portofolio investasi asing pada triwulan I 2026 (sampai 13 Februari 2026) mencatat net inflows sebesar 1,6 miliar dolar AS terutama ditopang aliran modal asing yang cukup besar ke SRBI dan SBN, sedangkan aliran modal pada saham mencatat outflows . Posisi cadangan devisa Indonesia pada akhir Januari 2026 tetap tinggi sebesar 154,6 miliar dolar AS, setara dengan pembiayaan 6,3 bulan impor atau 6,1 bulan impor dan pembayaran utang luar negeri Pemerintah, serta berada di atas standar kecukupan internasional sekitar 3 bulan impor. Ke depan, NPI 2026 diprakirakan dipertahankan didukung oleh defisit transaksi berjalan yang tetap sehat dalam kisaran defisit 0,9% hingga 0,1% dari PDB. 

Bank Indonesia terus memperkuat ebijakan stabilisasi nilai tukar Rupiah dari dampak negatif pasar keuangan global. Nilai tukar Rupiah pada 18 Februari 2026 tercatat sebesar Rp16.880 per dolar AS, melemah 0,56% (ptp) dibandingkan dengan level akhir Januari 2026. Pelemahan nilai tukar tersebut terutama dipengaruhi oleh tingginya penutupan pasar keuangan global, di tengah peningkatan permintaan valas korporasi domestik sejalan dengan peningkatan kegiatan ekonomi. Bank Indonesia memandang nilai tukar Rupiah tergolong rendah ( undervalued ) dibandingkan dengan kondisi fundamental ekonomi Indonesia, termasuk konsistensi dengan pengendalian inflasi sesuai target 2,5±1% pada tahun 2026 dan 2027. Untuk itu, Bank Indonesia terus meningkatkan intensitas stabilisasi nilai tukar Rupiah baik melalui intervensi di pasar NDF luar negeri ( off-shore ) maupun transaksi spot dan DNDF di pasar dalam negeri . Ke depan, Bank Indonesia memandang nilai tukar Rupiah akan stabil dan cenderung menguat dengan langkah-langkah stabilisasi yang terus dilakukan serta didukung oleh kondisi fundamental ekonomi Indonesia yang tecermin pada imbal hasil yang menarik, inflasi yang rendah, dan prospek pertumbuhan ekonomi yang terus meningkat. 

Inflasi Indeks Harga Konsumen (IHK) tetap terkendali. Inflasi IHK pada Januari 2026 tercatat sebesar 3,55% (yoy), lebih tinggi dibandingkan dengan realisasi pada bulan sebelumnya sebesar 2,92% (yoy). Peningkatan tersebut disebabkan oleh faktor base effect kebijakan diskon tarif listrik rumah tangga sebesar 50% yang ditempuh pada bulan Januari dan Februari 2025. Sementara itu, inflasi inti tetap terjaga rendah sebesar 2,45% (yoy) sejalan dengan kapasitas perekonomian yang masih dapat memenuhi peningkatan kegiatan ekonomi. Inflasi kelompok VF juga terjaga rendah sebesar 1,14% (yoy) seiring dengan peningkatan pasokan komoditas cabai merah, cabai rawit, dan bawang merah pada masa panen. Ke depan, Bank Indonesia meyakini inflasi tahun 2026 dan 2027 secara tahunan akan menurun sehingga tetap berada dalam kisaran target 2,5±1%. Inflasi inti yang diprakirakan tetap rendah sejalan dengan pertumbuhan ekonomi yang masih di bawah kapasitas serta didukung konsistensi kebijakan suku bunga moneter Bank Indonesia dalam menjangkar ekspektasi inflasi sesuai dengan sasarannya dan  import inflasi  yang tetap terkendali. Sementara itu, inflasi VF yang diprakirakan tetap terkendali didukung oleh eratnya sinergi antara Bank Indonesia bersama Tim Pengendalian Inflasi Pusat/Daerah (TPIP/TPID) dan penguatan implementasi Gerakan Pengendalian Inflasi dan Pangan Sejahtera (GPIPS). 

Kebijakan moneter Bank Indonesia terus diperkuat untuk mendorong pertumbuhan ekonomi lebih tinggi dengan tetap menjaga stabilitas perekonomian.  Suku bunga BI-Rate pada Januari 2026 tetap dipertahankan pada level terendah sejak tahun 2022 yaitu sebesar 4,75%, setelah turun 150 bps sejak September 2024, masing-masing 25 bps pada September 2024 dan 125 bps selama tahun 2025. Kebijakan stabilisasi nilai tukar Rupiah juga terus diperkuat dengan intervensi di pasar  luar negeri  melalui NDF dan intervensi di pasar domestik melalui pasar  spot , DNDF, serta pembelian SBN di pasar sekunder. Ekspansi likuiditas Rupiah juga membawa Bank Indonesia melalui penurunan posisi instrumen moneter SRBI dari Rp916,97 triliun pada awal tahun 2025 menjadi Rp819,50 triliun pada 18 Februari 2026. Bank Indonesia juga membeli SBN sebagai bentuk sinergi erat antara kebijakan moneter dan kebijakan fiskal, yang pada 2026 (hingga 18 Februari 2026) mencapai Rp39,92 triliun, termasuk pembelian di pasar sekunder sebesar Rp20,23 triliun. Pembelian SBN di pasar sekunder dilakukan sesuai mekanisme pasar, terukur, transparan, dan konsisten dengan program moneter dalam menjaga stabilitas perekonomian sehingga dapat terus menjaga kredibilitas kebijakan moneter. 

Penguatan Kebijakan Insentif Likuiditas Makroprudensial (KLM) terus diupayakan untuk turut mendorong percepatan pertumbuhan ekonomi . Implementasi KLM yang diperkuat sejak 16 Desember 2025 diarahkan untuk mendorong penyaluran kredit/pembiayaan perbankan kepada sektor tertentu yang ditetapkan Bank Indonesia ( saluran pinjaman ) serta penetapan suku bunga kredit/persentase ketidakseimbangan pembiayaan perbankan yang sejalan dengan arah kebijakan suku bunga Bank Indonesia ( saluran suku bunga ). Dengan penguatan KLM, insentif lebih tinggi diberikan kepada bank yang lebih responsif dalam menurunkan suku bunga kredit baru seiring dengan arah penurunan suku bunga kebijakan Bank Indonesia. Dengan perkembangan tersebut, insentif KLM yang diakuisisi bank pada minggu pertama Februari 2026 adalah sebesar Rp427,5 triliun dengan alokasi pada lending channel sebesar Rp357,9 triliun serta interest rate channel sebesar Rp69,6 triliun. Berdasarkan kelompok bank, KLM disalurkan masing-masing kepada bank BUMN sebesar Rp207,1 triliun, BUSN sebesar Rp184,8 triliun, BPD sebesar Rp28,5 triliun, dan KCBA sebesar Rp7,1 triliun. Secara sektoral, KLM telah disalurkan ke sektor-sektor prioritas, mencakup sektor Pertanian, Industri, dan Hilirisasi, sektor Jasa termasuk Ekonomi Kreatif, sektor Konstruksi, Real Estate , dan Perumahan, serta sektor UMKM, Koperasi, Inklusi, dan Berkelanjutan. 

Penguatan efektivitas transmisi pelonggaran kebijakan moneter terhadap penurunan suku bunga perbankan perlu terus dilakukan guna semakin mendorong pertumbuhan ekonomi .  Sejauh ini penurunan BI-Rate sebesar 125 bps selama tahun 2025 dan ekspansi likuiditas moneter Bank Indonesia telah berdampak terhadap penurunan berbagai jenis suku bunga. Suku bunga INDONIA menurun 211 bps sejak awal tahun 2025 menjadi sebesar 3,92% pada 18 Februari 2026. Suku bunga SRBI untuk tenor 6, 9, dan 12 bulan masing-masing menurun sebesar 225 bps, 227 bps, dan 223 bps sejak awal tahun 2025 menjadi sebesar 4,91%; 4,93%; dan 5,04% pada 13 Februari 2026. Sementara itu, imbal hasil SBN untuk tenor 2 tahun dan 10 tahun masing-masing tercatat sebesar 5,06% dan 6,38% pada 18 Februari 2026. Transmisi penurunan kebijakan suku bunga terhadap suku bunga perbankan terus berlanjut, tetapi​lebih terbatas. Suku bunga deposito 1 bulan baru turun sebesar 68 bps dari 4,81% pada Januari 2025 menjadi 4,13% pada Januari 2026 sehingga upaya untuk mengurangi pemberian special rate kepada deposan besar yang saat ini masih mencapai 26,42% dari total DPK, perlu terus diulang. Penurunan suku bunga dana tersebut juga perlu ditransmisikan ke penurunan suku bunga kredit perbankan yang baru turun 40 bps, dari 9,20% pada awal 2025 menjadi sebesar 8,80% pada Januari 2026. Ke depan, upaya penurunan suku bunga dana dan kredit perbankan masih perlu terus agar dapat mendorong pertumbuhan kredit lebih tinggi guna mendukung pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan.  

Jumlah uang yang beredar tetap tumbuh tinggi sejalan dengan kebijakan Bank Indonesia untuk mendorong efektivitas ekspansi likuiditas moneter guna mendorong pertumbuhan ekonomi. Pertumbuhan M0 pada Januari 2026 tetap tinggi yakni 11,0% (yoy), relatif stabil dibandingkan dengan pertumbuhan pada Desember 2025 sebesar 11,4% (yoy). Dari komponennya, pertumbuhan M0 pada Januari 2026 dipengaruhi oleh tetap tingginya pertumbuhan uang kartal sejalan dengan peningkatan kegiatan ekonomi dan besarnya giro bank di Bank Indonesia. Dari faktor-faktor yang mempengaruhi, tetap tingginya pertumbuhan M0  pada Januari 2026 didukung oleh meningkatnya operasi keuangan Pemerintah sejalan dengan stimulus fiskal serta ekspansi moneter . Sementara itu, uang beredar dalam arti luas (M2) pada Desember 2025 tumbuh sebesar 9,6% (yoy), meningkat dibandingkan dengan pertumbuhan pada November 2025 sebesar 8,3% (yoy). Dari faktor-faktor yang mempengaruhi, pertumbuhan M2 yang lebih tinggi dipengaruhi oleh ekspansi keuangan pemerintah dan meningkatnya penyaluran kredit. Ke depan, pertumbuhan uang yang beredar akan terus dikelola melalui sinergi kebijakan Bank Indonesia dan Pemerintah guna mendukung pertumbuhan ekonomi. 

Pertumbuhan kredit perbankan perlu terus diperkuat untuk mendukung pertumbuhan ekonomi . Kredit perbankan pada Januari 2026 tumbuh sebesar 9,96% (yoy), sedikit meningkat dibandingkan dengan capaian pada Desember 2025 sebesar 9,69% (yoy). Berdasarkan kelompok penggunaan, perkembangan ini didukung oleh kredit investasi, kredit modal kerja, dan konsumsi kredit yang pada Januari 2026 masing-masing tumbuh sebesar 22,38% (yoy), 4,13% (yoy), dan 6,58% (yoy). Perkembangan kredit positif ini didukung peningkatan kegiatan ekonomi, pelonggaran kebijakan moneter dan makroprudensial Bank Indonesia, serta realisasi program prioritas Pemerintah.

 Ke depan, prospek peningkatan pertumbuhan kredit masih cukup kuat dipengaruhi oleh sisi permintaan dan penawaran. Dari sisi permintaan, pemanfaatan pembiayaan perbankan dapat terus ditingkatkan, terutama untuk mengoptimalkan fasilitas pinjaman yang belum digunakan ( undisbursed loan ) yang masih cukup besar yaitu mencapai Rp2.506,47 triliun atau 22,65% dari plafon kredit yang tersedia. Dari sisi penawaran, kapasitas pembiayaan bank tetap memadai, ditopang oleh rasio Alat Likuid terhadap Dana Pihak Ketiga (AL/DPK) sebesar 27,54% dan DPK yang tumbuh tinggi sebesar 13,48% (yoy) pada Januari 2026. Selain itu, minat penyaluran kredit perbankan terus meningkat, tecermin dari pemberian kredit  (kebutuhan pinjaman) yang semakin longgar, kecuali pada segmen konsumsi kredit dan UMKM akibat masih tingginya kredit pada kedua segmen tersebut. Bank Indonesia memprakirakan pertumbuhan kredit 2026 pada kisaran 8-12%. Bank Indonesia akan terus memperkuat koordinasi dengan Pemerintah dan KSSK untuk terus memperbaiki struktur suku bunga dan mendorong pertumbuhan kredit/pembiayaan perbankan tersebut. 

Ketahanan perbankan tetap kuat didukung oleh likuiditas perbankan yang memadai, kapasitas permodalan yang terjaga pada tingkat tinggi, dan risiko kredit yang rendah . Rasio kecukupan modal ( Capital Adequacy Ratio /CAR) perbankan pada Desember 2025 tercatat tinggi sebesar 25,89%, tergolong kuat dalam menyerap risiko dan mendukung pertumbuhan kredit. Rasio kredit bermasalah ( Non-Performing Loan /NPL) perbankan secara agregat tetap rendah sebesar 2,05% (bruto) dan 0,79% (neto) pada Desember 2025. Hasil  stress test  Bank Indonesia menunjukkan ketahanan perbankan yang tetap kuat dalam menghadapi berbagai risiko, ditopang oleh kemampuan bayar dan profitabilitas korporasi yang terjaga. Bank Indonesia akan terus memperkuat sinergi kebijakan bersama KSSK dalam memitigasi berbagai risiko yang berpotensi mengganggu stabilitas sistem keuangan. 

Pertumbuhan transaksi ekonomi dan keuangan digital pada Januari 2026 tetap tinggi didukung oleh sistem pembayaran yang aman, lancar, dan Andal.  Volume transaksi pembayaran digital [1] mencapai 4,79 miliar transaksi atau tumbuh 39,65% (yoy) pada Januari 2026 didukung oleh perluasan akseptasi pembayaran digital. Volume transaksi melalui aplikasi  mobile  dan internet masing-masing tumbuh sebesar 10,00% (yoy) dan 23,25% (yoy), termasuk transaksi QRIS yang terus tumbuh tinggi mencapai 131,47% (yoy). Kinerja positif tersebut didukung oleh peningkatan jumlah pengguna dan  merchant . Dari sisi infrastruktur, volume transaksi ritel yang diproses melalui BI-FAST mencapai 455 juta transaksi atau tumbuh 34,41% (yoy) dengan nilai transaksi mencapai Rp1.176 triliun pada Januari 2026. Sementara itu, volume transaksi nilai besar yang diproses melalui BI-RTGS tercatat sebanyak 0,86 juta transaksi atau tumbuh 7,60% (yoy), dengan nilai sebesar Rp19.555 triliun pada Januari 2026. Dari sisi pengelolaan uang Rupiah, Uang Kartal Yang Diedarkan (UYD) tumbuh 12,41% (yoy) menjadi Rp1.267 triliun pada Januari 2026.  

Stabilitas sistem pembayaran tetap terjaga oleh infrastruktur yang stabil dan struktur industri yang sehat.  Infrastruktur yang stabil tecermin pada penyelenggaraan Sistem Pembayaran Bank Indonesia (SPBI) dan sistem pembayaran industri yang lancar dan andal serta kecukupan pasokan uang dalam jumlah dan kualitas yang mampu pada Januari 2026. Struktur industri yang sehat tergambar pada interkoneksi antarpelaku dalam sistem pembayaran yang terus menguat dan diikuti oleh ekosistem Ekonomi Keuangan Digital (EKD) yang meluas. Ke depan, Bank Indonesia akan terus memperkuat struktur sistem pembayaran industri, khususnya pada aspek manajemen risiko dan kinerja infrastruktur pelaku industri, sejalan dengan implementasi Peraturan Bank Indonesia Nomor 10 Tahun 2025 tentang Pengaturan Sistem Industri Pembayaran (PBI PISP). 

Bank Indonesia juga akan memastikan kelancaran sistem pembayaran nasional termasuk pada periode libur Ramadhan dan Idulfitri 1447 H. Pada sisi nontunai, Bank Indonesia akan menjaga ketersediaan, kerahasiaan, dan keamanan infrastruktur SPBI, baik ritel maupun  grosir , serta infrastruktur sistem pembayaran industri. Pada sisi tunai, Bank Indonesia akan menjamin ketersediaan uang Rupiah dalam jumlah yang memadai dan berkualitas di seluruh wilayah NKRI melalui program Semarak Rupiah Ramadhan dan Berkah Idulfitri (SERAMBI) 2026. Layanan penukaran uang di lokasi-lokasi strategis akan diperkuat melalui aplikasi Penukaran dan Tarik Uang Rupiah (PINTAR). Bank Indonesia secara konsisten akan menjaga ketersediaan uang Rupiah dalam jumlah yang cukup dengan kualitas yang layak edar di seluruh wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), termasuk daerah Terdepan, Terluar, dan Terpencil (3T).(torong)



Jakarta |  Indonesia Berkibar News
- Sebagai bagian dari komitmen terhadap prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG), PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (Telkom) akan terus menghadirkan inisiatif berkelanjutan yang mendorong partisipasi aktif masyarakat dalam menjaga kelestarian lingkungan. 


Salah satu aksi nyata komitmen tersebut diwujudkan melalui program Bumi Berseru Fest (BBF), sebuah platform kolaborasi dan kompetisi aksi lingkungan yang dirancang untuk memperkuat inovasi hijau berbasis komunitas di berbagai daerah.


BBF merupakan inisiatif strategis Telkom yang bertujuan mengakselerasi gerakan lingkungan melalui pendekatan kolaboratif, pemanfaatan teknologi, serta penguatan kapasitas komunitas. Program ini mengajak generasi muda, komunitas, dan pegiat lingkungan untuk menghadirkan solusi konkret dalam menjawab tantangan perubahan iklim, pengelolaan sampah, konservasi sumber daya alam, hingga pengembangan ekonomi sirkular.


SGM Social Responsibility Telkom Hery Susanto menyampaikan, “Melalui Bumi Berseru Fest, Telkom tidak hanya memberikan dukungan pendanaan, tetapi juga memastikan adanya pendampingan dan penguatan kapasitas agar setiap program mampu menciptakan dampak lingkungan dan sosial yang berkelanjutan. 


Kami percaya bahwa kolaborasi dengan komunitas menjadi kunci dalam mendorong solusi inovatif untuk menghadapi tantangan perubahan iklim sekaligus memperkuat kemandirian masyarakat,” tutur Hery, Kamis (19/02/2026) 


Pada penyelenggaraan tahun 2025, BBF berhasil menjaring peserta dari seluruh Indonesia dan menyeleksi 43 program terbaik yang dinilai memiliki dampak terukur serta keberlanjutan jangka panjang. 


Peserta yang terpilih akan mendapatkan dukungan pendanaan pendampingan implementasi program dari Telkom mengimplementasikan ide program dan memberikan manfaat optimal bagi masyarakat.


Salah satu program terpilih dalam BBF 2025 adalah berasal dari Himpunan Penggiat Adiwiyata Indonesia (HPAI) Dewan Pengurus Wilayah (DPW) Malang Raya. 


Program ini mengintegrasikan konservasi sumber mata air, rehabilitasi lahan, serta penguatan ekonomi sirkular dalam kerangka pembangunan desa, sehingga tidak hanya menjaga ekosistem, tetapi juga meningkatkan kapasitas dan kemandirian ekonomi masyarakat lokal.


Dukungan Telkom melalui program BBF tidak hanya berfokus pada aspek pendanaan, tetapi juga pada tata kelola program yang terukur, kolaborasi multipihak, serta memastikan dampak yang berkelanjutan. Pendekatan ini memastikan bahwa setiap program yang terpilih mampu menciptakan nilai tambah ekonomi, sosial, dan lingkungan secara berimbang.


Perwakilan masyarakat setempat menyampaikan bahwa program konservasi yang dijalankan memberikan manfaat nyata, khususnya dalam menjaga keberlanjutan sumber mata air yang berdampak pada aktivitas ekonomi warga. Ke depan, kawasan juga berpotensi dikembangkan sebagai destinasi ekowisata  yang mendukung pertumbuhan UMKM desa.


Melalui program Bumi Berseru Fest, Telkom menegaskan perannya sebagai katalisator transformasi berkelanjutan dengan menghadirkan ruang kolaborasi antara korporasi, komunitas, dan masyarakat. Program ini diharapkan terus menjadi wadah penguatan gerakan lingkungan berbasis komunitas serta mendorong terciptanya ekosistem hijau yang inklusif dan berkelanjutan di Indonesia.  (JBR/66)

 


Tanggerang | Indonesia Berkibar News - Sinergi untuk mempercepat perluasan infrastruktur kendaraan listrik atau Electric Vehicle (EV) terus menunjukkan capaian positif. Terbaru, PT PLN (Persero) berkolaborasi dengan PT Mega Energi Biru Indonesia (MEBI) dan Huawei Digital Power Indonesia meresmikan ZORA SPKLU Signature di Scientia, Summarecon Gading Serpong, Tangerang Selatan. 


Dengan daya mencapai 480 kilowatt (kW), infrastruktur ini menjadi unit pengisian daya Ultra Fast Charging pertama di Indonesia yang dilengkapi fitur cerdas Split Charging dan teknologi Liquid Cooling System (berpendingin cairan).


Teknologi mutakhir dari Huawei FusionCharge memungkinkan SPKLU Signature ZORA menyalurkan energi secara fleksibel baik dari jaringan listrik utama maupun sumber energi bersih yang diintegrasikan lewat sistem penyimpanan baterai (Battery Energy Storage System) dan mampu beroperasi optimal di segala kondisi cuaca.


Pengoperasian SPKLU ini menjadi wujud nyata komitmen semua pihak untuk mendukung Pemerintah dengan menghadirkan keandalan dan kenyamanan bagi pengguna EV di Tanah Air.


Direktur Utama PLN Darmawan Prasodjo, yang diwakili oleh Direktur Transmisi dan Perencanaan Sistem PLN Edwin Nugraha Putra, menyampaikan apresiasi tinggi atas terjalinnya kolaborasi strategis ini.


“Kolaborasi ini menunjukkan bahwa dengan bergandengan tangan, arah transformasi kendaraan listrik dalam mendukung dekarbonisasi di sektor transportasi bukan mustahil untuk kita wujudkan. 


Selain rendah emisi, penggunaan kendaraan listrik juga penting dalam menekan penggunaan BBM yang selama ini mayoritas diperoleh secara impor,” papar Edwin.


Kehadiran SPKLU ini sekaligus memperkuat jaringan infrastruktur pengisian daya nasional yang terus bertumbuh. Tercatat hingga Desember 2025, PLN bersama mitra telah mengoperasikan sebanyak 4.655 unit SPKLU di seluruh Indonesia.


Ia menegaskan, kolaborasi strategis dengan berbagai mitra akan terus dipacu guna memastikan ketersediaan pengisian daya yang sebanding dengan masifnya pertumbuhan pengguna EV di tanah air.


Sebagai pengisian daya paling mutakhir di Indonesia, infrastruktur ini terdiri dari 12 konektor DC Ultra Fast Charging dan 1 konektor AC Medium Charging yang dirancang untuk melayani pengisian di lokasi dengan lalu lintas tinggi (high traffic area) serta kebutuhan pengisian daya yang singkat (fast turnaround time), Kamis (19/02/2026) 


Keunggulan teknologi ini tercermin pada durasi pengisian baterai yang sangat efisien. Sebagai gambaran, untuk mencapai State of Charge (SoC) dari 10% ke 80%, kategori medium charging hanya membutuhkan waktu 50 menit. Sementara untuk kategori ultra fast charging, waktu yang dibutuhkan hanya 20 menit.


Dilengkapi dengan area tunggu cozy dan nyaman , fasilitas ini menandai transformasi layanan pengisian daya, dari sekadar titik pengisian (charging point), menjadi pusat gaya hidup (destination charging & lifestyle hub) guna meningkatkan pengalaman pelanggan (customer experience).


“Hadirnya SPKLU Signature ZORA sebagai manifestasi dari transformasi layanan PLN yang berorientasi pada kebutuhan pelanggan. Kami tidak hanya menyediakan tempat pengisian daya, tetapi menghadirkan ekosistem gaya hidup baru bagi pengguna EV. Dengan teknologi ultra-fast charging dan integrasi AI, kami ingin memastikan bahwa transisi menuju mobilitas hijau menjadi pengalaman yang menyenangkan, cerdas, dan tanpa hambatan,” jabar Edwin.


Kenyamanan semakin lengkap dengan dukungan layanan digital melalui fitur Electric Vehicle Digital Services (EVDS) di aplikasi PLN Mobile. Lewat fitur Trip Planner, pengguna dapat merencanakan rute perjalanan berdasarkan lokasi SPKLU, sementara fitur AntreEV membantu mengatur antrean agar tetap tertib juga transparan.


Sejalan dengan visi Pemerintah, Presiden Komisioner MEBI, Rahayu Saraswati Djojohadikusumo menegaskan komitmen perusahaan untuk terus bergandengan dengan PLN dalam mempercepat infrastruktur pengisian di tanah air.


“Kita tidak hanya meresmikan sebuah SPKLU, tetapi juga menetapkan arah bahwa Indonesia siap bergerak lebih cepat, bahwa inovasi adalah komitmen kita, serta bahwa masa depan mobilitas hijau dimulai dari sini, dari titik ini,” tutur Rahayu.


Dari sisi penyedia teknologi, CEO Huawei Digital Power Indonesia, Jin Song, memberikan apresiasi tinggi kepada jajaran manajemen PLN dan MEBI atas keberhasilan pengoperasian infrastruktur berstandar tinggi ini. Ia menilai capaian ini sebagai langkah impresif dalam menghadirkan sistem pengisian daya berbasis kecerdasan buatan (AI) yang cerdas dan efisien bagi pelanggan.


“Saya juga ingin menyampaikan apresiasi sebesar-besarnya kepada tim PLN di bawah kepemimpinan jajaran manajemen. Saya masih ingat diskusi pertama kita sekitar bulan Juli tahun lalu. Kini, dalam waktu kurang lebih enam bulan, kita sudah bisa melihat hasil nyata yang luar biasa ini. Ini benar-benar pencapaian yang mengesankan,” sebut Jin Song mengakhiri. (JBR/66)

 


Humbahas| Indonesia Berkibar News
- Bupati Humbang Hasundutan Dr.Oloan  Nababan hadiri launching SPPG Holong Ondolan Indonesia Emas 08 di Desa Onan Ganjang.Kecamatan Onan Ganjang,Kamis(19/02/2026). Acara dirangkai dengan penandatanganan prasasti dan pengguntingan pita menandai launching Sentra Penyediaan Pangan Gizi (SPPG) .


Kegiatan tersebut turut dihadiri Kajari Humbang Hasundutan Donald Togi Josua Situmorang, Sekda Chiristison R. Marbun, Anggota DPRD Bosfer Nababan, Asisten Pemerintahan dan Kesra Sabar Purba, Kadis Kesehatan P2KB Alexander Gultom, Kadis Pendidikan Martahan Panjaitan, Kadis Perhubungan Binsar Marbun, Kadis Kominfo Adrianus Mahulae, Ka. Satpol PP Andi Sihombing, serta Camat Onan Ganjang Roland Marbun.


Kepala Kantor Pelayanan Pemenuhan Gizi (KPPG) Medan, Donal Simanjuntak, mengapresiasi dan menyampaikan penghargaan yang setinggi-tingginya atas komitmen dan kolaborasi nyata Yayasan Holong Ondolan dalam mendukung program pemenuhan gizi masyarakat. Launching SPPG ini bukan sekedar seremoni, tetapi merupakan langkah strategis dan konkret dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia melalui perbaikan gizi masyarakat.


Selanjutnya Dr. Hendri Tumbur Simamora, SE.,M.Si menyampaikan terima kasih dan apresiasi sebesar-besarnya atas dukungan semua pihak sehingga SPPG Holong Ondolan 8 ini dapat berdiri dan siap melayani masyarakat khususnya masyarakat Kecamatan Onan Ganjang. Senin, 23 Februari 2026 akan mulai melakukan pendistribusian MBG di Kecamatan Onan Ganjang, tutup Hendri Tumbur.


Sementara itu, Bupati Humbang Hasundutan Dr. Oloan P. Nababan, SH, MH menegaskan pentingnya sinergi lintas sektor agar program berjalan efektif, transparan dan tepat sasaran. Kehadiran unsur Forkopimda dan pimpinan OPD dalam launching ini sebagai komitmen bersama dalam mengawal pelaksanaan program, sehingga benar-benar memberi manfaat bagi masyarakat, khususnya para pelajar, serta menjadi langkah nyata membangun SDM unggul di Kabupaten Humbang Hasundutan.


Bupati berpesan kepada seluruh pekerja dapur agar menyiapkan makanan bagi para pelajar dan guru dengan penuh tanggung jawab dan kasih sayang, seperti memasak untuk anak sendiri. Ia menekankan bahwa kualitas, kebersihan, dan kandungan gizi harus menjadi prioritas utama dalam setiap proses pengolahan. “Anggaplah ini untuk anak-anak kita sendiri. Masaklah dengan hati, jaga kebersihan dan kualitasnya. Jangan pernah mengurangi hak anak-anak kita,” tegas Bupati, seraya mengingatkan bahwa kepedulian dan ketulusan menjadi kunci utama keberhasilan program tersebut.(samuel  lg)

Diberdayakan oleh Blogger.