1 Juli 2026

  


Samosir | Indonesia Berkibar News - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Samosir menyampaikan ucapan selamat memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) Bhayangkara ke-80 kepada seluruh jajaran Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri), dan mengapresiasi dedikasi serta pengabdian Polri menjaga keamanan, ketertiban masyarakat, mendukung pembangunan nasional juga Samosir. 


Hadir Ketua DPRD Samosir, Kapolres  Rina SN Tarigan, Pabung Samosir T. Siringoringo, Kasi Pidum Kejari, serta undangan lainnya, Rabu (01/07/2026) 


Dijelaskan Ariston, sinergi antara Pemkab dengan Polres Samosir selama ini telah terjalin dengan baik untuk mendukung berbagai program pembangunan daerah, menjaga stabilitas keamanan, menciptakan iklim investasi yang kondusif, serta memberikan rasa aman kepada masyarakat maupun wisatawan yang berkunjung. 


Sementara itu, Kapolres  Rina SN Tarigan bertindak selaku inspektur upacara dan membacakan amanat Presiden Republik Indonesia.

Kapolres Samosir menyampaikan amanat Presiden serta ucapan Selamat Hari Bhayangkara ke-80 kepada seluruh keluarga besar Polri di manapun bertugas, disertai apresiasi atas dedikasi, kerja keras, pengabdian dengan menjaga stabilitas keamanan nasional secara profesional.


Presiden mengapresiasi kontribusi Polri mendukung berbagai program strategis nasional, di antaranya pengawalan Program Makan Bergizi Gratis, penguatan swasembada pangan lewat optimalisasi lahan pertanian, pemberantasan narkoba, penyelundupan dan judi online, penyediaan rumah bagi personel Polri dan masyarakat, serta pengamanan berbagai proyek strategis nasional.

Lebih lanjut, Presiden menegaskan bahwa dengan disahkannya Undang-Undang Polri yang baru, seluruh jajaran Polri harus menjadikannya sebagai momentum memperkuat reformasi kelembagaan. 


Selain itu meningkatkan profesionalitas pelayanan, memperkuat kapasitas sumber daya manusia, meningkatkan fleksibilitas organisasi menghadapi dinamika global, serta membangun legitimasi institusi melalui integritas, transparansi, akuntabilitas, dan kepercayaan publik.


Kepercayaan masyarakat, menurutnya, hanya dapat diraih melalui kinerja nyata, pelayanan yang berkualitas, komunikasi publik yang baik, serta komitmen untuk terus berbenah sesuai tuntutan zaman. (P simbolon)

30 Juni 2026

 


Jakarta | Indonesia Berkibar News- Sebagai perubahan iklim, ketahanan pangan, hingga kesenjangan sosial menjadi tantangan dengan membutuhkan kolaborasi seluruh pihak,  Selasa (30/06/2026) 


Di tengah capaian Indonesia yang telah mencapai 61,4 persen indikator Tujuan Pembangunan yang Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs) hingga 2024, pemerintah bersama perguruan tinggi meresmikan 100 SDGs Center sebagai upaya mempercepat solusi berbasis riset, inovasi, dan pemberdayaan masyarakat.


Plt. Kepala Sekretariat Nasional SDGs Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional/Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Kementerian PPN/Bappenas), Pungkas Bahjuri Ali, Ph.D., mengatakan bahwa perguruan tinggi memiliki posisi strategis dalam menjembatani kapasitas akademik dengan kebutuhan pembangunan di lapangan. 


Menurutnya, kampus menjadi penghubung antara pembangunan di tingkat lokal, nasional, hingga global melalui riset, inovasi, dan kolaborasi lintas sektor.


"Melalui SDGs Center, perguruan tinggi menghubungkan hasil riset menjadi kebijakan dan aksi nyata. Peran ini diwujudkan dengan menghasilkan inovasi, menyediakan rekomendasi berbasis data bagi pemerintah, untuk memberdayakan masyarakat, serta membangun kolaborasi lintas sektor untuk menjawab berbagai tantangan pembangunan," jelasnya. 


Pernyataan disampaikan dalam pembukaan SDGs Center Conference (SCC) 2026 yang diselenggarakan oleh Kementerian PPN/Bappenas bersama Indonesia SDGs Center Network (ISCN), yang mengusung tema "Penguatan Peran SDGs Center: Mendorong Aksi Lokal untuk Capaian SDGs Nasional dan Kemitraan Global", konferensi berlangsung pada 25–26 Juni 2026 di Kantor Bappenas dan Universitas Pertamina, sekaligus menjadi momentum peresmian 100 SDGs Center di berbagai perguruan tinggi di Indonesia.


Dalam sesi SDGs Lecture, Chief Sustainability Officer National Dong Hwa University (NDHU) Taiwan, Prof. Chun-Hung Lee, menyampaikan perspektif internasional mengenai kontribusi perguruan tinggi terhadap implementasi SDGs. Prof. Lee menekankan bahwa kampus memiliki peran penting dalam membangun resiliensi masyarakat, khususnya melalui pengembangan kapasitas adaptif dan manajemen bencana berbasis komunitas.


"Kapasitas adaptif adalah kunci utama dari resiliensi. Membangun kemampuan sistem, institusi, dan masyarakat bukan hanya untuk bertahan dari ancaman lingkungan seperti perubahan iklim, tetapi juga mampu beradaptasi secara proaktif dan memanfaatkan peluang di balik krisis. Dalam hal ini, sektor pendidikan dapat berkontribusi melalui berbagai kegiatan berbasis komunitas," sebut Prof. Lee


Sementara itu, Presiden Indonesia SDGs Center Network (ISCN), Bayu Arie Fianto, menilai bahwa terbentuknya 100 SDGs Center menjadi tonggak penting dalam memperkuat kolaborasi antarkampus di Indonesia.


"Setiap perguruan tinggi memiliki kekuatan yang berbeda. Melalui kolaborasi, institusi dapat saling memperluas jaringan, memperkuat keunggulan, serta mendorong pengembangan pendidikan berkelanjutan. Melalui ISCN, seluruh pengalaman tersebut diharapkan dapat saling melengkapi," tambah Bayu.


Pjs. Rektor Universitas Pertamina, Prof. Dr. tech. Djoko Triyono, M.Si., mengatakan bahwa kepercayaan menjadi tuan rumah SDGs Center Conference 2026 bersama Kementerian PPN/Bappenas merupakan wujud komitmen Universitas Pertamina melalui Sustainability Center dalam mendukung pencapaian SDGs melalui pendidikan, penelitian, pengabdian kepada masyarakat, serta kolaborasi dengan pemerintah, industri, dan berbagai mitra pembangunan.


"Universitas Pertamina memiliki keunikan karena berada di persimpangan antara dunia akademik dan industri energi. Melalui Sustainability Center, kami ingin menunjukkan bahwa pendidikan tinggi dapat menjadi penggerak lahirnya solusi keberlanjutan yang tidak hanya berbasis ilmu pengetahuan, tetapi juga relevan dengan kebutuhan sektor industri," ungkap Pjs. Rektor Universitas Pertamina, Prof. Dr. tech. Djoko Triyono, M.Si. (JBR/66)

 


Samosir | Indonesia Berkibar.News
- Dalam rangka mempercepat pencapaian target Pemeriksaan Kesehatan Gratis (PKG) tahun 2026, Pemerintah Kabupaten Samosir melalui Dinas Kesehatan menggelar Rapat Evaluasi Capaian Pelaksanaan serta Penggalangan Strategi dalam Peningkatan Capaian Pemeriksaan Kesehatan Gratis (PKG) yang digelar di Aula Kantor Bupati Samosir, Selasa(30/06/2026).


Wakil Bupati Samosir Ariston Tua Sidauruk, SE, MM menegaskan bahwa Program Pemeriksaan Kesehatan Gratis merupakan bagian dari Program Hasil Terbaik Cepat (PHTC) yang menjadi salah satu program prioritas Presiden Republik Indonesia dan di Kabupaten Samosir, program tersebut juga menjadi salah satu prioritas Bupati dan Wakil Bupati Samosir sebagai upaya meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat.


Wabup Ariston menekankan bahwa target capaian PKG Kabupaten Samosir tahun 2026 sebesar 65 persen harus dapat diwujudkan melalui pelayanan prima kepada seluruh masyarakat. 


"Seluruh masyarakat harus mendapatkan layanan pemeriksaan kesehatan gratis.  Diperlukan strategi yang terintegrasi dan kerja sama seluruh elemen, mulai dari tenaga kesehatan, pemerintah desa, hingga pemerintah kecamatan. Tim kesehatan diminta menyusun penjadwalan pelayanan PKG. pelayanan harus dapat menjangkau seluruh desa bahkan sampai ke dusun, sehingga tidak ada masyarakat yang terlewat memperoleh layanan," tegas Ariston.


Sementara itu, Kepala Baperida Kabupaten Samosir Rajoki Simarmata menyampaikan bahwa salah satu pilar menuju Indonesia Emas adalah peningkatan kualitas kesehatan masyarakat. Menurutnya, Kabupaten Samosir telah berhasil mencapai Universal Health Coverage (UHC), sehingga penguatan layanan kesehatan preventif menjadi langkah strategis yang harus terus ditingkatkan.


Rajoki menjelaskan bahwa dalam RPJMD Kabupaten Samosir, salah satu fokus pembangunan Kabupaten Samosir adalah memperkuat sistem kesehatan, termasuk melalui Program Pemeriksaan Kesehatan Gratis 


"Puskesmas dan bidan desa merupakan garda terdepan dalam pelaksanaan program ini. Keberhasilan PKG memerlukan kebijakan strategis yang didukung penganggaran tepat sasaran serta komitmen bersama di setiap jenjang pemerintahan. Mari kita mengajak masyarakat untuk mengikuti pemeriksaan kesehatan gratis demi mewujudkan masyarakat yang lebih sehat," ujarnya.


Kadis Kesehatan dr. Dina Hutapea memaparkan bahwa target capaian PKG tahun 2026 sebesar 65 persen. Berdasarkan data aplikasi Satu Sehat Indonesiaku per 22 Juni 2026, kehadiran masyarakat dalam Program Pemeriksaan Kesehatan Gratis di Kabupaten Samosir masih mencapai 36.162 orang dari total sasaran 142.062 orang atau sebesar 28,42 persen.


Menurut dr. Dina, program ini dilaksanakan pemerintah sebagai langkah deteksi dini berbagai penyakit. Selama ini anggaran Pemerintah banyak terserap untuk pengobatan penyakit kronis akibat pola hidup yang kurang sehat, sehingga melalui pemeriksaan kesehatan gratis diharapkan penyakit dapat ditemukan lebih awal dan segera ditangani.


"Apabila penyakit seperti kanker, tumor, maupun penyakit ginjal dapat dideteksi sejak dini, maka penanganannya akan lebih cepat sehingga kualitas hidup masyarakat meningkat dan beban pembiayaan kesehatan dapat ditekan. Anggaran yang dihemat nantinya dapat dialokasikan untuk pembangunan sektor lainnya," jelasnya.


Untuk mempercepat capaian target, Dinas Kesehatan meluncurkan inovasi JEMPOL PKG (Jemput Bola Pemeriksaan Kesehatan Gratis), yaitu pelayanan kesehatan yang dilakukan langsung oleh tim kesehatan ke wilayah-wilayah yang sulit dijangkau, termasuk membuka layanan PKG pada berbagai kegiatan masyarakat seperti pesta adat maupun kegiatan desa.


Melalui sinergi seluruh pihak, Pemerintah Kabupaten Samosir optimistis target capaian Pemeriksaan Kesehatan Gratis sebesar 65 persen pada tahun 2026 dapat tercapai, bahkan melampaui target, sehingga masyarakat Samosir semakin sehat dan produktif.


Turut hadir Asisten I Tunggul Sinaga, camat, kepala Desa, Kepala Puskesmas, serta pemangku kepentingan terkait. (P Simbolon ).

 


Jakarta | Indonesia Berkibar News - Rumah tinggal masih menjadi jenis proyek yang paling banyak dikerjakan di Indonesia. Di DKI Jakarta, misalnya, pembangunan rumah tinggal yang mendominasi hampir 76 persen dari seluruh aktivitas konstruksi. 


Di balik tingginya pembangunan tersebut, kesalahan koordinasi, perubahan desain, maupun pekerjaan ulang (rework) menjadi tantangan yang dapat memperpanjang durasi pembangunan sekaligus meningkatkan biaya proyek.


Menjawab urgensi tersebut, mahasiswa Program Studi Teknik Sipil Universitas Pertamina (UPER) yang tergabung dalam Tim Crystal sukses menggagas terobosan baru di bidang teknologi konstruksi. Tim yang beranggotakan Dimas Agim Jamiat, Fikri Andika Ramadani, dan Fasha Al Ihsan ini merancang sebuah metode pelaksanaan konstruksi mutakhir berbasis Augmented Reality (AR) yang terintegrasi secara cerdas dengan Building Information Modeling (BIM) 5D, Selasa (30/06/2026) .


Berkat inovasi tersebut, Tim Crystal berhasil menyabet gelar juara pertama sekaligus menyisihkan 78 tim peserta lainnya dalam ajang bergengsi tingkat nasional, Civil National Expo (CNE) tahun 2026.


BIM 5D memungkinkan seluruh informasi penting proyek, mulai dari desain bangunan, kebutuhan material, jadwal pekerjaan, hingga estimasi biaya, terintegrasi dalam satu model digital. Informasi tersebut kemudian divisualisasikan menggunakan teknologi Augmented Reality (AR) sehingga pekerja dapat melihat dan memverifikasi rancangan bangunan secara langsung di lokasi proyek sebelum konstruksi dimulai.


"Teknologi ini membantu memastikan pekerjaan di lapangan tetap sesuai dengan desain sejak awal sehingga risiko kesalahan dan pekerjaan ulang dapat ditekan," papar Dimas.


Penerapan metode tersebut kemudian diuji melalui simulasi pembangunan rumah tinggal tiga lantai. Melalui visualisasi AR, pekerja dapat melihat secara presisi posisi jalur pipa, dinding, hingga elemen struktur sebelum proses pengecoran dilakukan. Dengan demikian, potensi rework dapat diminimalkan sehingga pelaksanaan proyek menjadi lebih efisien dari sisi waktu maupun biaya.


“Untuk optimalisasi pembangunan tersebut, kami menggunakan perangkat lunak Revit dan Navisworks kemudian melakukan sentralisasi data dalam satu perangkat lunak BIM, proses integrasi penentuan volume pekerjaan, penyusunan jadwal, dan estimasi biaya dilakukan secara lebih efisien dan terkoordinasi,” tambah Dimas.


Melalui simulasi pembangunan rumah tinggal tiga lantai sebagai studi kasus, Tim Crystal menunjukkan bahwa metode yang mereka kembangkan berpotensi meningkatkan efisiensi proyek. Pada simulasi dengan nilai proyek sebesar Rp5 miliar tersebut, teknologi ini diproyeksikan mampu menghemat biaya hingga sekitar 11 persen atau setara Rp588 juta, serta memangkas estimasi waktu penyelesaian proyek selama 41 hari dibandingkan target awal.


Dosen Teknik Sipil Universitas Pertamina sekaligus pembimbing Tim Crystal, Dr. Vani Arliani, S.T., M.T., mengatakan bahwa capaian tersebut merupakan hasil dari penerapan metode Project-Based Learning (PBL) yang mendorong mahasiswa untuk mengembangkan solusi atas permasalahan nyata di industri konstruksi.


"Kami memfasilitasi mahasiswa untuk tidak hanya memahami teori di kelas, tetapi juga mengembangkan solusi yang dapat menjawab kebutuhan industri. Melalui pendekatan berbasis proyek, mahasiswa didorong untuk mengeksplorasi teknologi konstruksi terkini sehingga mampu menghasilkan inovasi yang aplikatif, efisien, dan relevan dengan perkembangan dunia konstruksi," jelas Dr. Vani.


Menanggapi prestasi tersebut, Pjs. Rektor Universitas Pertamina, Prof. Dr. tech. Djoko Triyono, M.Si., menegaskan bahwa Universitas Pertamina (UPER) terus memperkuat pembelajaran berbasis teknologi guna menyiapkan lulusan yang mampu menjawab tantangan industri.


"Transformasi digital telah mengubah berbagai sektor, termasuk industri konstruksi. Karena itu, kami akan terus mengembangkan kurikulum yang adaptif terhadap perkembangan teknologi agar mahasiswa tidak hanya memiliki kompetensi teknis, tetapi juga mampu menghasilkan inovasi yang memberikan solusi nyata bagi masyarakat dan dunia industri," tutupnya. (JBR/66)

 


Padang Lawas | Indonesia Berkibar  News
- Polres Padang Lawas melalui jajarannya Bhabinkamtibmas Polsek Barumun Tengah bergerak cepat menindaklanjuti laporan masyarakat terkait dugaan gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) di Desa Gonting, Kecamatan Huristak, Kabupaten Padang Lawas. Selasa (30/06/2026) pukul 01.31.dini hari sampai selesai. 


Giat tersebut dilaksanakan oleh Bhabinkamtibmas Polsek Barumun Tengah Aiptu Irfan, Aipda Ustad, Aipda Mhd Firman bersama dengan Camat Huristak  Arif Tastas Harahap, Kepala Desa Gonting dan Kaur, Perangkat., Pelapor berserta keluarga. Serta  Hatobangon juga Warga Desa setempat.


Kapolres Padang Lawas AKBP Dodik Yuliyanto, S.I.K., Melalui Kasat Binmas Polres Padang Lawas, Iptu Arwin, SH., kepada awak media menyampaikan bahwa respons cepat tersebut merupakan bentuk pelayanan kepolisian dalam menindaklanjuti setiap laporan masyarakat guna menjaga situasi kamtibmas tetap aman dan kondusif.


“Setiap laporan masyarakat yang masuk langsung maupun melalui layanan kepolisian akan segera ditindaklanjuti. Kehadiran anggota di lapangan merupakan bentuk komitmen Polri dalam memberikan rasa aman kepada masyarakat,” ujar Iptu Arwin. 


Lanjut Kasat Binmas, Dari hasil pengecekan di lokasi, Perkara yang dilaporkan oleh Pelapor (didampingi Kepala Desa, Kaur dan Camat) yaitu T.P Pengancaman dan Pengrusakan yang dilakukan oleh Terlapor kepada Pelapor ( Orang Tua Terlapor yang sedang dalam keadaan sakit dan saudara laki - laki / Pelapor).


Bhabinkamtibmas Polsek Barumun Tengah dengan mengendarai R.4 Dinas Patroli segera mendatangi TKP, dan melihat hal tersebut kemudian Terlapor langsung melarikan diri. Beberapa warga masyarakat segera melakukan pencaharian di sekitar TKP, namun tidak dapat ditemukan.


"Bhabinkamtibmas mengarahkan kepada Pelapor dan orang tuanya untuk melakukan pencegahan sementara malam ini menumpang beristirahat ke rumah kerabat yang lain. Selanjutnya esok hari melakukan diskusi keluarga apakah akan dilanjut membuat Laporan resmi Mediasi / Laporan Polisi ke Polsek Barumun Tengah atau ditangani di Desa didampingi Bhabinkamtibmas, mengingat orang tuanya / Korban dalam keadaan sakit dan Istri Terlapor sedang dalam keadaan hamil dan Bhabinkamtibmas tidak ada meminta bayaran atau upah dalam menangani laporan gangguan kamtibmas". Ujar Iptu Arwin. 


Dalam kegiatan tersebut ditambahkan Ps Kasubsi Penmas Polres Padang Lawas Bripka Ginda K Pohan, personel Bhabinkamtibmas Polsek Barumun Tengah melakukan penyisiran di area TKP yang diduga menjadi lokasi pelarian terlapor serta memberikan imbauan kepada masyarakat didesa tersebut agar tetap waspada terhadap segala kemungkinan yang diluar dugaan. 


Bhabinkamtibmas Polsek Barumun Tengah polres Padang Lawas terus melaksanakan kegiatan patroli guna mencegah terjadinya gangguan kamtibmas serta menciptakan rasa aman bagi masyarakat di wilayah hukum Polsek Barumun Tengah Polres Padang Lawas. 


"Dengan adanya respons cepat Polres Padang Lawas lewat jajaran Bhabinkamtibmas Polsek Barumun Tengah maupun melalui layanan  kepolisian 110, diharapkan masyarakat semakin mudah menyampaikan informasi maupun pengaduan, sehingga setiap potensi gangguan keamanan dapat segera ditangani ". Tutur Bripka Ginda K Pohan. (Humas Polres Padang Lawas/Zul)

29 Juni 2026

 


Medan| Indonesia Berkibar News
- Wakil Ketua DPRD Medan H Zulkarnaen SKM minta Pemko Medan serius menyikapi penyelesaian banjir di Jl Letda Sujono Simpang Tol Bandar Selamat Kecamatan Medan Tembung. Untuk itu salah satu soal pembebasan lahan untuk pembuatan kolam retensi di pinggir sungai Denai Titi Sewa perbatasan Kabupaten Deli Serdang segera direalisasikan.

Hal itu disampaikan H Zulkarnaen saat pertemuan dengan berbagai instansi atau stakeholder di gedung DPRD Medan, Senin (29/06/2026) guna membahas penyelesaian banjir di Jl Letda Sujono yang selama ini sangat meresahkan.

"Kita berharap Pemko Medan supaya segere merealisasikan pembebasan lahan untuk tempat pembuatan kolam retensi. Itu salah satu solusi mengatasi banjir," sebut Zulkarnaen asal politisi Gerindra itu.

Selain itu kata Zulkarnaen, Dianya juga sangat berharap pihak Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) Sumatera Utara supaya melakukan normalisasi drainase sepanjang Jl Letda Sujono. Karena normalisasi drainase disepanjang Jl Letda Sujono dilakukan agar nantinya air dapat mengalir sempurna ke kolam retensi.

"Pembuatan kolam retensi dan normalisasi parit sepanjang Jl Letda Sujono harus dilakukan. Pihak Kelurahan dan Kecamatan Medan Tembung mrlalui P3 SU supaya kordinasi dengan pihak BBPJN," saran Zulkarnaen.

Diketahui, saat rapat kordinasi, pihak Perkimcikataru Kota Medan Rizki mengaku sudah mengusulkan ke Sekda Pemko Medan pengadaan tanah untuk pembangunan pengendalian genangan kolam Retensi dengan nomor surat 500.17.2.1/8077 tertanggal 18 Juni lalu.

Saat ini pihak Perkimcikataru menunggu arahan Sekda. "Kalau diakomodir sama Sekda bulan September langsung kita eksekusi pembayaran tanah," terang Rizki. (bundo)

 


Padang Lawas | Indonesia Berkibar News
 - Sore itu, jarum jam baru saja melewati pukul 16.00 WIB. Di dalam Gedung Satuan Reserse Kriminal (Sat Reskrim) Polres Padang Lawas, riuh rendah suara ketikan papan tik dan tumpukan berkas perkara yang biasanya mendominasi atmosfer ruangan, mendadak luruh. Suasana tegang yang biasa melekat pada ruang-ruang penyidikan berganti menjadi kehangatan yang syahdu.


Hari ini, Senin (29/06/2026), koridor-koridor beralaskan ubin bersih itu menyambut tamu-tamu istimewa. Puluhan pasang mata bening milik anak-anak yatim hadir, membawa kepolosan dan senyum yang perlahan merekah di tengah ruangan.


Di hadapan mereka, berdiri Ajun Komisaris Polisi (AKP) Irwansah Sitorus. Sang Kasat Reskrim melepaskan sejenak atribut ketegasannya di lapangan, melebur dalam lingkaran doa bersama anak-anak yang telah kehilangan sandaran utamanya.


Bagi AKP Irwansah, agenda sore itu bukanlah sekadar aksi karitatif formalitas yang menggugurkan kewajiban. Ini adalah jembatan spiritual, sebuah ritual rasa syukur yang terus dirawatnya secara rutin di tengah padatnya jadwal menjaga keamanan masyarakat.


Di bawah kepemimpinannya, Sat Reskrim Polres Padang Lawas terus dituntut untuk menyelesaikan berbagai perkara hukum secara humanis dan presisi, sebuah jargon yang acap kali sulit diimplementasikan jika tidak melibatkan hati nurani. Bagi Irwansah, ketajaman dalam mengusut kasus harus berjalan beriringan dengan kelembutan hati kepada sesama.


"Menyantuni anak yatim pada dasarnya adalah sunnah muakkadah—amalan yang sangat dianjurkan. Namun, hukum itu bisa bergeser menjadi wajib kifayah bagi kita sebagai umat Islam, bahkan wajib 'ain bagi lingkungan terdekatnya, jika anak-anak ini fakir, tidak memiliki harta, dan terancam terlantar," ujar AKP Irwansah dengan nada suara yang bergetar penuh takzim.


Ia menyadari betul, di balik pundak kecil anak-anak yang hadir sore itu, ada masa depan yang harus dijaga bersama oleh publik, termasuk oleh aparat kepolisian.


Acara kemudian berlanjut dengan khusyuk saat lantunan doa mulai dibacakan. Ruang Sat Reskrim seketika menjelma menjadi ruang refleksi. Kepala-kepala menunduk, tangan-tangan mungil menengadah ke langit, mengamini setiap bait doa yang dipanjatkan untuk keselamatan, keberkahan, dan kedamaian di tanah Padang Lawas.


Usai doa bersama, AKP Irwansah secara langsung membagikan santunan kepada puluhan anak yatim yang hadir. Amplop dan bingkisan yang berpindah tangan sore itu mungkin tidak akan menghapus seluruh beban hidup mereka, namun setidaknya, ada setitik kebahagiaan dan rasa aman yang tertanam di hati mereka bahwa mereka tidak sendirian.


Melalui guratan senyum anak-anak tersebut, AKP Irwansah menyelipkan sebuah harapan sederhana. Ia berharap uluran tangan ini dapat meringankan kebutuhan mereka sehari-hari.


Lebih dari itu, sang perwira pertama polisi ini juga menitipkan baris doa dari bibir-bibir suci anak-anak yatim tersebut. Sebuah doa agar langkah kakinya, serta seluruh personel Sat Reskrim Polres Padang Lawas, selalu diberi kekuatan, kelancaran, dan perlindungan Tuhan dalam mengemban amanah bhayangkara yang sarat akan tantangan.


Matahari sore di Padang Lawas mungkin mulai meredup menuju ufuk barat, namun di dalam ruang Reskrim, cahaya kepedulian baru saja dinyalakan, memberi kehangatan yang akan membekas lama bagi anak-anak yang pulang dengan senyuman.(zul)

Diberdayakan oleh Blogger.