23 Agustus 2026



Medan| Indonesia Berkibar News -
  Terkait pemberitaan para pensiunan Perumda Tirtanadi yang berjumlah 17 orang hingga kini terus menyampaikan tuntutannya ke Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Sumatera Utara (Sumut) dan juga memberitakan di beberapa media online maupun media sosial, perihal belum dibayarkannya uang pensiun mereka oleh Perumda Tirtanadi, Kepala Divisi (Kadiv) Hukum Perumda Tirtanadi Idham Khalid angkat bicara.


"Dana pensiun AJB Bumiputera sudah dierima sebahagian untuk para pensiunan yang ke- 17 orang," kata Kepala Divisi (Kadiv) Hukum Idham Khalid melalui telepon genggamnya Minggu (23/08/2026).


Lebih jauh Idham Khalid mengatakan  bahwa para pensiunan yang ke 17 orang tersebut, sudah men dapatkan manfaat sebahagian dari dana pesangon/pensiun AJB Bumiputera sebesar Rp 4.897.851.177,- dikatakannya hingga saat ini Perumda Tirtanadi masih terus melakukan upaya hukum seperti Peninjauan Kembali (PK) ke Mahkamah Agung (MA) untuk memperjuangkan hak - hak kekurangan dana yang dialami para pensiunan dari AJB Bumiputera yang 17 orang tersebut.


Dikatakannya (Idham-red) bahwa ke 17 orang tersebut ada tiga kelompok para pensiunan yang masih menuntut untuk diselesaikan Perumda Tirtanadi, dan perlu diketahui sebelumnya sekitar tahun 2005 Perumda Tirtanadi menjalin kerjasama dengan pihak asuransi AJB Bumiputera, namun berselang berjalannya waktu pihak AJB Bumiputera mengalami gagal bayar ke Perumda Tirtanadi untuk pesangon pegawai, terutama pesangon (uang pensiun) untuk para pegawai Tirtanadi yang sudah masuk masa purnabakti (pensiun) sehingga menurut Idham Khalid para pensiunan yang berjumlah 17 orang tersebut tetap melakukan tuntutannya karena  belum menerima keseluruhan dana pensiunnya.


"AJB Bumiputera belakangan ini mendapat masalah pada perusahaannya sendiri sehingga pihak AJB Bumiputera wanprestasi dalam menyelesaikan pesangon pegawai yang purnabakti pada waktu itu,"ujar Idham Khalid.


Seperti diketahui para pensiunan yang 17 orang tersebut hingga saat ini  masih menuntut ke Perumda  Tirtanadi agar menyelesaikan dana pensiun mereka yang belum dibayar   oleh AJB Bumiputera yaitu delapan orang dengan nilai Rp 2.2 Miliar dan ada tiga orang dengan nilai Rp 839 juta serta ada enam orang yang belum keluar putusan Mahkamah Agung (MA) sebesar Rp 1.93 Miliar.


 Untuk itu kata  Idham Khalid Perumda Tirtanadi dalam menyikapi permasalahan ini sudah mengambil kebijakan sesuai ketentuan ketenagakerjaan dengan berdasarkan ketentuan yang berlaku,  guna menyelesaikan persoalan ini sesuai hukum, dan  setelah dilakukan penghitungannya  keseluruhan untuk 17 orang tersebut, Perumda Tirtanadi telah menyiapkan dana sebesar Rp 675 juta namun ditolak. 


"Karena AJB Bumiputera wanprestasi sesuai perjanjian dengan Perumda Tirtanadi, sekitar tahun 2005 silam dan belakangan ini AJB Bumiputera mendapat masalah sehingga tidak penuh memberikan  kewajibannya yaitu pesangon bagi pegawai yang purnabakti, maka Tirtanadi sudah manyiapkan dana untuk ke 17 orang tersebut, sebesar Rp 675 juta sesuai ketentuan hukum ketenagakerjaan yang berlaku akan tetapi ditolak mereka dan mereka melakukan upaya hukum lain,"ujar Idham Khalid.


Namun begitu lanjut Idham Khalid, hingga saat ini pihaknya masih terus melakukan upaya hukum ataupun musyawarah terbaik ke pihak AJB Bumiputera  untuk 17 orang pensiunan tersebut, dan katanya jika nanti pihak AJB Bumiputera menyelesaikan  persoalan keuangan perusahaannya dengan membayar kewajibannya  ke Tirtanadi maka tetap diberikan kekurangan tersebut kepada pensiunan yang 17 orang tersebut, karena menurutnya Perumda Tirtanadi tetap berjuang dengan melakukan yang terbaik bagi para pensiunan, berdasarkan ketentuan peraturan ketenaga kerjaan yang berlaku, dan Perumda Tirtanadi patuh kepada proses hukum yang berlaku.


Idham Khalid berharap Peninjauan Kembali (PK) yang dilakukan timnya terhadap AJB Bumiputera dapat membuahkan hasil yang baik untuk para pensiunan maupun pegawai yang masih aktif bekerja.


"Perumda Tirtanadi masih menunggu hasil putusan PK  di MA mudah - mudahan kita berdoa bersama hasilnya untuk kebaikan bagi semuanya,"ujar Idham Khalid.(torong)

  



Binjai | Indonesia Berkibar News - Tim Libas Anti Begal Polres Binjai kembali menyerahkan dua orang pria AF (22) & NF (17) berasal dari Lhokseumawe Aceh Timur beserta dua unit sepeda motor yang berhasil diamankan dalam rangkaian pengungkapan kasus tindak pidana pencurian kendaraan bermotor di wilayah hukum polres Binjai.


Penyerahan berlangsung pada Rabu (19/8/2026) sekitar pukul 16.00 WIB di halaman parkir Sat Reskrim Polres Binjai, Jalan Sultan Hasanuddin, Kota Binjai, kepada personel Sat Reskrim Polres Lhokseumawe AIPTU Azhari, SE yang diserahkan langsung oleh Katim Libas IPDA Novriko Sijabat, S.H., M.H.,


Kendaraan yang diserahkan yakni Honda Scoopy BL 3164 NAU dan Honda Beat BL 3873 NAN. Honda Scoopy diamankan Timsus LIBAS saat patroli di Jalan Ir. H. Juanda, Kelurahan Mencirim, Kecamatan Binjai Timur, setelah petugas mendapati dua orang berboncengan tanpa menggunakan helm dan melakukan pengejaran.


Dari hasil pemeriksaan, terungkap Honda Beat BL 3873 NAN sebelumnya dibawa dari Lhokseumawe, Aceh, dan telah digadaikan oleh terduga pelaku dengan nilai Rp1,5 juta.


Kapolres Binjai AKBP R. Bimo Moernanda, S.I.K., M.H. menegaskan komitmennya untuk tetap memberantas aksi begal dan pencurian kendaraan bermotor serta terus memperkuat koordinasi dengan jajaran kepolisian dalam pengungkapan kasus sehingga dapat memberikan rasa aman bagi masyarakat., tegas AKBP R. Bimo.,(Humasresbinjai/zul)



22 Agustus 2026



Medan | Indonesia Berkibar News
- Bank Indonesia Provinsi Sumatera Utara bersama Pemerintah Kota Medan resmi membuka Medan DigiFest 2026, Sabtu (22/08/2026) di Lapangan Merdeka, Kota Medan. 

Pembukaan dilakukan oleh Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sumatera Utara, Didit Widiana, bersama Wali Kota Medan, Rico Tri Putra Bayu Waas. Kegiatan ini turut dihadiri oleh perwakilan Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Lembaga Penjamin Simpanan (LPS), pimpinan perbankan di Kota Medan, Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kota Medan, perangkat daerah, penyelenggara jasa pembayaran, pelaku usaha, komunitas, serta berbagai mitra strategis lainnya.

Medan DigiFest 2026 merupakan bagian dari rangkaian Pekan QRIS Nasional 2026 dengan mengusung semangat “QRISnya Satu, Menangnya Banyak”. Tema tersebut mencerminkan manfaat luas dari digitalisasi sistem pembayaran, mulai dari kemudahan bertransaksi bagi masyarakat, peningkatan efisiensi bagi pelaku usaha, optimalisasi penerimaan daerah, hingga terwujudnya perekonomian yang semakin inklusif.

Dalam pembukaan acara ini, Wali Kota Medan, Rico Tri Putra Bayu Waas, menyampaikan apresiasi atas peran Bank Indonesia dalam mendorong implementasi elektronifikasi transaksi pemerintah daerah melalui sistem pembayaran digital. Digitalisasi pembayaran dinilai dapat mendukung peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD) sekaligus memperkuat transparansi dan akuntabilitas penerimaan daerah. Melalui sambutannya Rico juga menyampaikan harapan agar inovasi positif ini dapat diperluas pemanfaatannya.

Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sumatera Utara dalam sambutannya turut menyampaikan perkembangan transaksi keuangan digital di Sumatera Utara yang terus menunjukkan pertumbuhan yang positif. Hingga Triwulan II 2026, jumlah merchant QRIS di Sumatera Utara telah mencapai 1,8 juta merchant atau tumbuh 20,47% secara tahunan. Sementara itu, volume transaksi QRIS mencapai 144 juta transaksi atau tumbuh 90,53% secara tahunan, dengan jumlah pengguna mencapai 3,2 juta atau meningkat 15,99% secara tahunan. Bank Indonesia berkomitmen untuk senantiasa hadir mendukung pemerintah terutama dalam mendorong peningkatan transaksi keuangan digital. 

Pertumbuhan tersebut menunjukkan bahwa QRIS semakin menjadi bagian dari aktivitas keseharian masyarakat. Namun demikian, Bank Indonesia menegaskan bahwa peningkatan transaksi digital bukanlah tujuan akhir. Digitalisasi harus mampu memberikan manfaat yang lebih luas, antara lain membuka akses ekonomi, meningkatkan efisiensi usaha, memperkuat transparansi, serta mendukung pemerintah daerah dalam menyediakan pelayanan publik yang semakin baik.

Medan DigiFest telah memasuki penyelenggaraan tahun keempat dan menjadi salah satu wujud nyata sinergi antara Bank Indonesia dan Pemerintah Kota Medan dalam meningkatkan literasi serta inklusi ekonomi dan keuangan digital masyarakat. Pada tahun ini, rangkaian kegiatan Medan DigiFest berlangsung pada 22–23 Agustus 2026 dan menghadirkan beragam kegiatan, antara lain talkshow, bazar UMKM, berbagai perlombaan, serta hiburan dan konser musik yang menampilkan musisi lokal hingga artis nasional, Fiersa Besari.

Sejalan dengan komitmen Bank Indonesia dalam mewujudkan sistem pembayaran yang cepat, mudah, murah, aman, dan andal (CEMUMUAH), Bank Indonesia terus mendorong pengembangan berbagai inovasi sistem pembayaran. Inovasi tersebut antara lain melalui perluasan QRIS, pengembangan QRIS TAP, perluasan QRIS Cross-Border, serta penguatan ekosistem ekonomi dan keuangan digital yang inklusif dan terintegrasi.

Pada kesempatan tersebut, Bank Indonesia juga menegaskan pentingnya kolaborasi dalam mempercepat transformasi digital. Sinergi antara Bank Indonesia dan Pemerintah Kota Medan terus diperkuat, khususnya melalui percepatan Elektronifikasi Transaksi Pemerintah Daerah (ETPD) dan perluasan kanal pembayaran digital untuk pajak dan retribusi daerah. Komitmen tersebut telah mengantarkan Pemerintah Kota Medan sebagai Pemerintah Kota Terbaik II dalam Championship Tim Percepatan dan Perluasan Digitalisasi Daerah (TP2DD) Tahun 2025.

Salah satu bentuk konkret inovasi tersebut adalah QResto, yaitu inovasi splitting payment pajak restoran yang mendukung digitalisasi pembayaran sekaligus memperkuat pengelolaan Pajak Barang dan Jasa Tertentu (PBJT) restoran. Melalui Medan DigiFest 2026, dilakukan pula Kick-Off Interoperability Splitting Payment Pajak Restoran sebagai langkah awal perluasan inovasi QResto bersama tujuh perbankan, yaitu Bank Sumut, Bank Mandiri, BCA, BSI, BRI, BTN, dan BNI. Dengan semangat interoperabilitas, inovasi ini diharapkan dapat memperluas kemudahan bagi merchant dan masyarakat serta mendukung pengelolaan penerimaan daerah yang semakin optimal.

Selain itu, Medan DigiFest 2026 juga menjadi momentum pengembangan inovasi Parkir Digital atau ParQR (Parking Auto Revenue via QR) melalui piloting digitalisasi sistem parkir yang berkolaborasi dengan Dinas Perhubungan Kota Medan. Berbagai inisiatif tersebut turut dilengkapi dengan program insentif tarif Bus Listrik Medan sebesar Rp81 bagi masyarakat yang melakukan pembayaran menggunakan QRIS selama satu minggu, serta penyediaan Pojok Pajak QRIS sebagai bagian dari upaya memperluas pemanfaatan pembayaran digital.

Melalui berbagai rangkaian tersebut, masyarakat tidak hanya diperkenalkan dengan perkembangan teknologi dan layanan pembayaran digital, tetapi juga diajak untuk memanfaatkannya secara bijak, aman, dan produktif. Pada saat yang sama, kegiatan ini menjadi ruang bagi UMKM dan pelaku usaha untuk memperluas pasar serta memperkuat adaptasi terhadap perkembangan ekonomi digital.

Ke depan, Bank Indonesia berharap Medan DigiFest tidak hanya menjadi perayaan transformasi digital, tetapi juga menjadi momentum untuk terus memperkuat sinergi, memperluas inovasi, dan mempercepat terwujudnya ekonomi dan keuangan digital yang inklusif. Bank Indonesia akan terus mendorong agar QRIS, QRIS TAP, QResto, ParQR, dan berbagai inovasi digital lainnya memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, pelaku usaha, dan Pemerintah Kota Medan. Dengan kolaborasi yang semakin kuat, Bank Indonesia berharap Kota Medan dapat terus tumbuh menjadi kota yang semakin digital, maju, transparan, inklusif, dan berdaya saing.

MEDAN DIGIFEST 2026: PERKUAT SINERGI DIGITALISASI UNTUK MEDAN YANG MAKIN MAJU, TRANSPARAN, DAN INKLUSIF

Bank Indonesia Provinsi Sumatera Utara bersama Pemerintah Kota Medan resmi membuka Medan DigiFest 2026 pada Sabtu, 22 Agustus 2026, di Lapangan Merdeka, Kota Medan. Pembukaan dilakukan oleh Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sumatera Utara, Didit Widiana, bersama Wali Kota Medan, Rico Tri Putra Bayu Waas. Kegiatan ini turut dihadiri oleh perwakilan Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Lembaga Penjamin Simpanan (LPS), pimpinan perbankan di Kota Medan, Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kota Medan, perangkat daerah, penyelenggara jasa pembayaran, pelaku usaha, komunitas, serta berbagai mitra strategis lainnya.

Medan DigiFest 2026 merupakan bagian dari rangkaian Pekan QRIS Nasional 2026 dengan mengusung semangat “QRISnya Satu, Menangnya Banyak”. Tema tersebut mencerminkan manfaat luas dari digitalisasi sistem pembayaran, mulai dari kemudahan bertransaksi bagi masyarakat, peningkatan efisiensi bagi pelaku usaha, optimalisasi penerimaan daerah, hingga terwujudnya perekonomian yang semakin inklusif.

Dalam pembukaan acara ini, Wali Kota Medan, Rico Tri Putra Bayu Waas, menyampaikan apresiasi atas peran Bank Indonesia dalam mendorong implementasi elektronifikasi transaksi pemerintah daerah melalui sistem pembayaran digital. Digitalisasi pembayaran dinilai dapat mendukung peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD) sekaligus memperkuat transparansi dan akuntabilitas penerimaan daerah. Melalui sambutannya Rico juga menyampaikan harapan agar inovasi positif ini dapat diperluas pemanfaatannya.

Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sumatera Utara dalam sambutannya turut menyampaikan perkembangan transaksi keuangan digital di Sumatera Utara yang terus menunjukkan pertumbuhan yang positif. Hingga Triwulan II 2026, jumlah merchant QRIS di Sumatera Utara telah mencapai 1,8 juta merchant atau tumbuh 20,47% secara tahunan. Sementara itu, volume transaksi QRIS mencapai 144 juta transaksi atau tumbuh 90,53% secara tahunan, dengan jumlah pengguna mencapai 3,2 juta atau meningkat 15,99% secara tahunan. Bank Indonesia berkomitmen untuk senantiasa hadir mendukung pemerintah terutama dalam mendorong peningkatan transaksi keuangan digital. 

Pertumbuhan tersebut menunjukkan bahwa QRIS semakin menjadi bagian dari aktivitas keseharian masyarakat. Namun demikian, Bank Indonesia menegaskan bahwa peningkatan transaksi digital bukanlah tujuan akhir. Digitalisasi harus mampu memberikan manfaat yang lebih luas, antara lain membuka akses ekonomi, meningkatkan efisiensi usaha, memperkuat transparansi, serta mendukung pemerintah daerah dalam menyediakan pelayanan publik yang semakin baik.

Medan DigiFest telah memasuki penyelenggaraan tahun keempat dan menjadi salah satu wujud nyata sinergi antara Bank Indonesia dan Pemerintah Kota Medan dalam meningkatkan literasi serta inklusi ekonomi dan keuangan digital masyarakat. Pada tahun ini, rangkaian kegiatan Medan DigiFest berlangsung pada 22–23 Agustus 2026 dan menghadirkan beragam kegiatan, antara lain talkshow, bazar UMKM, berbagai perlombaan, serta hiburan dan konser musik yang menampilkan musisi lokal hingga artis nasional, Fiersa Besari.

Sejalan dengan komitmen Bank Indonesia dalam mewujudkan sistem pembayaran yang cepat, mudah, murah, aman, dan andal (CEMUMUAH), Bank Indonesia terus mendorong pengembangan berbagai inovasi sistem pembayaran. Inovasi tersebut antara lain melalui perluasan QRIS, pengembangan QRIS TAP, perluasan QRIS Cross-Border, serta penguatan ekosistem ekonomi dan keuangan digital yang inklusif dan terintegrasi.

Pada kesempatan tersebut, Bank Indonesia juga menegaskan pentingnya kolaborasi dalam mempercepat transformasi digital. Sinergi antara Bank Indonesia dan Pemerintah Kota Medan terus diperkuat, khususnya melalui percepatan Elektronifikasi Transaksi Pemerintah Daerah (ETPD) dan perluasan kanal pembayaran digital untuk pajak dan retribusi daerah. Komitmen tersebut telah mengantarkan Pemerintah Kota Medan sebagai Pemerintah Kota Terbaik II dalam Championship Tim Percepatan dan Perluasan Digitalisasi Daerah (TP2DD) Tahun 2025.

Salah satu bentuk konkret inovasi tersebut adalah QResto, yaitu inovasi splitting payment pajak restoran yang mendukung digitalisasi pembayaran sekaligus memperkuat pengelolaan Pajak Barang dan Jasa Tertentu (PBJT) restoran. Melalui Medan DigiFest 2026, dilakukan pula Kick-Off Interoperability Splitting Payment Pajak Restoran sebagai langkah awal perluasan inovasi QResto bersama tujuh perbankan, yaitu Bank Sumut, Bank Mandiri, BCA, BSI, BRI, BTN, dan BNI. Dengan semangat interoperabilitas, inovasi ini diharapkan dapat memperluas kemudahan bagi merchant dan masyarakat serta mendukung pengelolaan penerimaan daerah yang semakin optimal.

Selain itu, Medan DigiFest 2026 juga menjadi momentum pengembangan inovasi Parkir Digital atau ParQR (Parking Auto Revenue via QR) melalui piloting digitalisasi sistem parkir yang berkolaborasi dengan Dinas Perhubungan Kota Medan. Berbagai inisiatif tersebut turut dilengkapi dengan program insentif tarif Bus Listrik Medan sebesar Rp81 bagi masyarakat yang melakukan pembayaran menggunakan QRIS selama satu minggu, serta penyediaan Pojok Pajak QRIS sebagai bagian dari upaya memperluas pemanfaatan pembayaran digital.

Melalui berbagai rangkaian tersebut, masyarakat tidak hanya diperkenalkan dengan perkembangan teknologi dan layanan pembayaran digital, tetapi juga diajak untuk memanfaatkannya secara bijak, aman, dan produktif. Pada saat yang sama, kegiatan ini menjadi ruang bagi UMKM dan pelaku usaha untuk memperluas pasar serta memperkuat adaptasi terhadap perkembangan ekonomi digital.

Ke depan, Bank Indonesia berharap Medan DigiFest tidak hanya menjadi perayaan transformasi digital, tetapi juga menjadi momentum untuk terus memperkuat sinergi, memperluas inovasi, dan mempercepat terwujudnya ekonomi dan keuangan digital yang inklusif. 


Bank Indonesia akan terus mendorong agar QRIS, QRIS TAP, QResto, ParQR, dan berbagai inovasi digital lainnya memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, pelaku usaha, dan Pemerintah Kota Medan. Dengan kolaborasi yang semakin kuat, Bank Indonesia berharap Kota Medan dapat terus tumbuh menjadi kota yang semakin digital, maju, transparan, inklusif, dan berdaya saing.(torong)


  


Belawan | Indonesia Berkibar News - Sat Reskrim Polres Pelabuhan Belawan mengamankan satu orang pelaku tindak pidana pencurian dengan pemberatan (Curat) baterai mobil truk yang terjadi di Jalan Pendidikan, Kelurahan Tanjung Mulia, Kecamatan Medan Deli.


Pelaku yang diamankan yaitu M alias Bebek (37), warga Jalan Pelopor, Lingkungan 20, Kelurahan Tanjung Mulia, Kecamatan Medan Deli. Pelaku diamankan pada Jumat(21/08/2026) sekira pukul 01.30 WIB oleh Tim URC Pidum Sat Reskrim Polres Pelabuhan Belawan.


Kapolres Pelabuhan Belawan AKBP Aditya S.P. Sembiring M., SIK., melalui Kasat Reskrim AKP Agus Purnomo, SH., MH., menjelaskan bahwa pengungkapan kasus tersebut berawal dari laporan korban Togi Pardede (56), seorang sopir, terkait hilangnya dua set baterai mobil truk dengan total kerugian sekitar Rp2.800.000.


“Peristiwa pencurian terjadi pada Sabtu, 15 Agustus 2026 sekira pukul 06.30 WIB. Saat itu korban sedang beristirahat di dalam mobil truk. Ketika kipas angin tiba-tiba mati, korban keluar untuk memeriksa dan mendapati baterai mobil truk miliknya sudah hilang,” ujar AKP Agus Purnomo.


Lebih lanjut, korban kemudian meminta bantuan kepada pemilik warung di sekitar lokasi untuk melihat rekaman CCTV. Dari rekaman tersebut terlihat seorang laki-laki yang diduga mengambil baterai mobil dan diketahui memiliki nama panggilan Bebek.


“Setelah menerima laporan dan melakukan penyelidikan, Tim URC Pidum mendapatkan informasi mengenai keberadaan pelaku M alias Bebek yang sedang berada di Jalan Pendidikan, Kelurahan Tanjung Mulia. Tim yang dipimpin Kanit Pidum IPDA Marcellino T.S. Damanik, S.Tr.I.K., kemudian bergerak menuju lokasi dan berhasil mengamankan pelaku,” jelasnya.


Dari tangan pelaku, petugas turut mengamankan barang bukti berupa satu buah baju, satu buah celana dan satu buah topi yang digunakan pelaku saat melakukan aksinya. Selanjutnya, pelaku dibawa ke Mako Polres Pelabuhan Belawan untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut.


“Dari hasil pemeriksaan awal, pelaku mengakui perbuatannya. Pelaku juga mengakui bahwa aksi pencurian tersebut dilakukan bersama rekannya berinisial D yang saat ini masih dalam pengejaran,” ungkap Kasat Reskrim.


Dalam pemeriksaan, pelaku juga mengaku telah menjual baterai hasil curian tersebut dan pelaku mengaku mendapatkan uang sebesar Rp200.000.


“Pelaku mengaku uang hasil penjualan baterai tersebut digunakan untuk membeli narkotika jenis sabu. Hal ini tentunya menjadi perhatian serius dan akan kami dalami dalam proses penyidikan,” tegas AKP Agus Purnomo.


Saat ini Tersangka masih menjalani proses penyidikan lebih lanjut di Sat Reskrim Polres Pelabuhan Belawan. Polisi juga masih melakukan pengejaran terhadap D yang disebut sebagai rekan pelaku serta melakukan pendalaman terkait pihak yang menerima barang hasil curian tersebut.


AKP Agus Purnomo menegaskan, pihaknya akan terus melakukan pengungkapan terhadap tindak pidana pencurian yang meresahkan masyarakat, khususnya pencurian komponen kendaraan yang dapat menimbulkan kerugian bagi para pengemudi.


“Kami mengimbau masyarakat, khususnya para pemilik dan pengemudi kendaraan, agar meningkatkan kewaspadaan dan memastikan kendaraannya berada di lokasi yang aman. Apabila menemukan adanya aktivitas mencurigakan, segera laporkan kepada pihak Kepolisian,” pungkasnya.(zul)

  


Binjai | Indonesia Berkibar News 
- Timsus Libas Polres Binjai mengamankan dua orang laki-laki yang diduga terlibat pencurian kendaraan bermotor (curanmor), Minggu (16/08/2026) sekitar pukul 08.15 WIB.

Kedua terduga, M.A (59) dan AD (32), diamankan saat mengendarai sepeda motor Yamaha NMAX BL 5079 DBS berboncengan di Jalan T. Amir Hamzah, Kecamatan Binjai Utara, Kota Binjai.

Dari tangan keduanya, petugas mengamankan 1 unit Yamaha NMAX, tiga buah obeng minus, satu tang potong, serta satu mata kunci leter T tanpa gagang.

Berdasarkan hasil interogasi awal, sepeda motor tersebut diduga Hasil pencurian di wilayah Alue Kumba, Aceh Timur, yang kemudian dibawa ke Binjai untuk dijual. Kedua terduga juga diketahui pernah menjalani hukuman dalam perkara pencurian sepeda motor.

Katim Timsus Libas IPDA Novriko Sijabat, S.H., M.H., selanjutnya berkoordinasi dengan Polres Langsa Polda Aceh. Kedua terduga akan diserahkan kepada penyidik Polres Langsa untuk proses hukum lebih lanjut terkait laporan polisi yang ada.

Kapolres Binjai, menyampaikan apresiasi kepada masyarakat yang telah berperan aktif memberikan informasi sehingga pengungkapan kasus dapat berjalan cepat dan tepat sasaran. Sinergi antara kepolisian dan masyarakat dinilai menjadi kunci penting dalam menciptakan rasa aman di tengah lingkungan masyarakat., ucap AKBP R. Bimo Moernanda.

"Juga menghimbau masyarakat untuk berperan aktif membantu Kepolisian dengan menghungi layanan 110 coll center. Kami tetap berkomitmen untuk melakukan tindakan terhadap aksi kejahatan di Wilkum Polres Binjai., tegas Kapolres.(humasresbinjai/zul)



  


Medan| Indonesia Berkibar  News
-Gubernur Sumatera Utara (Sumut) Muhammad Bobby Afif Nasution mendorong enam badan usaha milik daerah (BUMD) di Sumut memperkuat kolaborasi untuk meningkatkan kinerja, pelayanan, dan kontribusi bagi masyarakat. Semangat tersebut digaungkan Bobby saat melepas sekitar 4.000 peserta Semarak Fun Walk BUMD Sumut bertajuk “Satu Langkah, Satu Kolaborasi”.


Bobby mengatakan BUMD memiliki tanggung jawab yang lebih luas dibandingkan unit pelaksana teknis (UPT). Selain menjalankan fungsi pelayanan kepada masyarakat, BUMD juga dituntut memiliki orientasi korporasi.


“BUMD itu lebih dari UPT. Kalau UPT, pengembangannya sesuai tugas. Kalau BUMD, selain menjalankan tugas pelayanan, juga harus mengarah kepada korporasi,” kata Bobby, di halaman Kantor PT Bank Sumut , Jalan Imam Bonjol, Medan, Sabtu (22/08/2026).


Ia meminta seluruh BUMD Sumut meningkatkan kinerja, baik dari sisi kesehatan perusahaan, pelayanan kepada masyarakat maupun kontribusi terhadap pemerintah daerah.


Bobby secara khusus meminta Bank Sumut meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat sekaligus memperkuat pengembangan karier internal.


“Kami akan support PT Bank Sumut. Jenjang karier, target, dan kinerja harus terus ditingkatkan. Target kita, pada akhir 2027 Bank Sumut bisa naik kelas,” ujarnya.


Di sisi lain, Bobby memberikan perhatian terhadap sejumlah BUMD yang dinilai belum optimal dalam menjalankan fungsi dan memberikan pelayanan kepada masyarakat.


Ia menargetkan hingga 2027 seluruh BUMD mampu memperbaiki kinerja. Jika tidak mampu berkembang dan memberikan pelayanan secara optimal, Pemprov Sumut akan mempertimbangkan penggabungan sejumlah BUMD dalam satu holding.


“Kalau sampai 2027 pelayanan kepada masyarakat tidak bisa dioptimalkan, tentu harus ada peningkatan. Kalau tidak bisa, kita akan satukan, kita gabungkan dalam holding,” katanya.


Bobby mencontohkan kondisi sejumlah BUMD yang memiliki aset besar, tetapi tidak didukung kemampuan finansial yang memadai. Sebaliknya, terdapat BUMD yang memiliki kemampuan keuangan, tetapi tidak memiliki aset yang besar.


“Contohnya Dirga Surya, pegawainya hanya sekitar lima orang. AIJ juga demikian. Ada BUMD yang asetnya besar tetapi tidak memiliki uang. Sebaliknya, ada yang uangnya banyak tetapi asetnya tidak ada,” ujarnya.


Menurut Bobby, kondisi tersebut harus menjadi dasar bagi BUMD untuk saling berkolaborasi dan mengoptimalkan sumber daya yang dimiliki.


“Kalau bisa disatukan untuk kepentingan masyarakat, tentu akan lebih baik. Kolaborasi ini kita harapkan membawa perbaikan dan meningkatkan pelayanan kepada masyarakat Sumatera Utara,” pungkasnya.


Sementara itu, Direktur Utama PD Aneka Industri dan Jasa (AIJ) Sumut, Swangro Lumban Batu, yang mewakili enam direktur BUMD, mengatakan Fun Walk tersebut merupakan bagian dari rangkaian kegiatan untuk memeriahkan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.


Menurut Swangro, kegiatan tersebut berawal dari komunikasi informal antarpimpinan BUMD yang kemudian berkembang menjadi kegiatan bersama.


“Ini lahir dari kopi santai. Dari situ lahirlah Fun Walk dengan kurang lebih 4.000 peserta gabungan enam BUMD di Sumut. Ini bukan seremonial, tetapi kekeluargaan kami sebagai BUMD,” katanya.


Ia berharap Fun Walk menjadi momentum awal untuk memperluas kolaborasi antarbadan usaha milik daerah, baik melalui kegiatan olahraga maupun berbagai program bersama lainnya.


“Kami berharap kolaborasi ini dapat menjadi garda terdepan dalam membantu kemajuan Sumatera Utara,” ujarnya.


Dalam kegiatan tersebut juga dibacakan Deklarasi Komitmen Kolaborasi BUMD Sumut. Deklarasi itu memuat komitmen untuk membangun kolaborasi sumber daya serta meningkatkan kontribusi BUMD bagi masyarakat dan pembangunan Provinsi Sumatera Utara.


Kegiatan tersebut turut dihadiri jajaran dewan komisaris dan dewan pengawas BUMD, Pj Sekretaris Daerah Timur Tumanggor, sejumlah pimpinan organisasi perangkat daerah (OPD) Pemprov Sumut, serta jajaran direksi dan karyawan BUMD Sumut.(bundo)


 


Padang Lawas Utara | Indonesia Berkibar  News -
Dalam rangka menciptakan situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas) yang aman dan kondusif serta mencegah penyalahgunaan narkotika, personel  bersama  melaksanakan razia di sejumlah tempat hiburan malam dan pakter tuak di wilayah hukum Polres Padang Lawas Utara, Jumat (21/08/2026) malam.


Kegiatan yang dimulai sekitar pukul 23.00 WIB tersebut menyasar sejumlah lokasi di Lingkungan I Kelurahan Pasar Gunung Tua dan Desa Huta Lombang, Kecamatan Padang Bolak, Kabupaten Padang Lawas Utara.


Sebelum pelaksanaan razia, Kabag Ops Polres Padang Lawas Utara memimpin apel dan memberikan arahan kepada seluruh personel agar melaksanakan kegiatan secara profesional, humanis, mengutamakan keselamatan serta tetap mengedepankan upaya pencegahan dan penanggulangan penyalahgunaan narkoba.


Dalam pelaksanaannya, personel gabungan dibagi menjadi dua tim untuk melakukan pemeriksaan di sejumlah lokasi, termasuk Karaoke Caliber serta beberapa pakter tuak.


Petugas juga melaksanakan pemeriksaan dan tes urine terhadap pengunjung maupun pemandu lagu. Dari total 43 orang yang dilakukan pemeriksaan, sebanyak 40 orang dinyatakan negatif, sedangkan 3 orang dinyatakan positif menggunakan narkoba.


Ketiga orang yang dinyatakan positif tersebut selanjutnya diserahkan kepada BNN Kabupaten Tapanuli Selatan untuk dilakukan penanganan sesuai dengan ketentuan dan prosedur yang berlaku.


Kapolres Padang Lawas Utara AKBP Dhery Fajariandono, S.I.K., M.H. menegaskan bahwa kegiatan razia tersebut merupakan bagian dari komitmen Polres Padang Lawas Utara bersama instansi terkait dalam menciptakan situasi Kamtibmas yang kondusif sekaligus mencegah peredaran dan penyalahgunaan narkoba di wilayah hukum Polres Padang Lawas Utara.


“Kegiatan seperti ini akan terus dilakukan secara rutin sebagai langkah preventif untuk mencegah penyalahgunaan narkoba serta menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat,” ujar Kapolres.


Kegiatan berakhir sekitar pukul 02.00 WIB. Selama pelaksanaan, kegiatan berjalan aman, tertib dan kondusif.


Polres Padang Lawas Utara mengimbau seluruh masyarakat untuk bersama-sama memerangi penyalahgunaan dan peredaran gelap narkoba serta segera melaporkan kepada pihak Kepolisian apabila menemukan adanya aktivitas yang berkaitan dengan narkotika.


(HUMAS POLRES PADANG LAWAS UTARA/Zul)

HUMAS POLRI OBJEKTIF, DIPERCAYA, DAN PARTISIPASI

Diberdayakan oleh Blogger.