6 Februari 2026


Jakarta | Indonesia Berkibar News - PT PLN (Persero) terus mengoptimalkan pemanfaatan Fly Ash Bottom Ash (FABA) atau abu sisa pembakaran batu bara dari Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) secara berkelanjutan sebagai bagian dari penerapan prinsip Environment, Social, and Governance (ESG). 


Sepanjang 2025, PLN Group berhasil memanfaatkan hingga 3,44 juta ton FABA atau 103,46% dari total produksi FABA tahun 2025.


Direktur Utama PLN, Darmawan Prasodjo mengatakan bahwa pemanfaatan FABA bukan hanya solusi pengelolaan residu pembakaran batu bara, tetapi juga menjadi instrumen penting dalam mendukung pembangunan berkelanjutan dan penguatan ekonomi masyarakat. Kini, setiap produk pengolahan FABA PLN yang semakin beragam, telah dimanfaatkan oleh para pelaku usaha di berbagai sektor dan masyarakat sekitar pembangkit listrik, Jumat (06/02/2026) 


“PLN memandang FABA sebagai sumber daya yang memiliki nilai tambah. Pemanfaatannya tidak hanya menjaga kelestarian lingkungan, namun juga mendorong terciptanya lapangan kerja, memperkuat ekonomi lokal, serta mendukung pembangunan infrastruktur nasional,” papar Darmawan.


Darmawan melanjutkan, dibanding tahun sebelumnya, di tahun 2025 pemanfaatan FABA juga mengalami peningkatan. Dibanding tahun 2024 pemanfaatannya naik 2,44% year on year (yoy) dari sebelumnya 3,40 juta ton.


Bukan hanya itu, sejak 2023, pemanfaatan FABA tercatat telah mengalami peningkatan signifikan dibanding tahun sebelumnya. Seiring masifnya pemanfaatan FABA sebagai limbah non-B3, timbunan FABA di ash yard menunjukkan tren penurunan sejak 2023.


“Kondisi ini menunjukkan pengelolaan FABA PLN semakin terintegrasi dan berkelanjutan, sekaligus memastikan tidak ada lagi penumpukan residu pembangkitan yang berpotensi berdampak pada lingkungan,” ungkap Darmawan.


Direktur Manajemen Pembangkitan PLN, Rizal Calvary Marimbo menjelaskan, saat ini pemanfaatan FABA PLN Group juga telah memberikan kontribusi nyata terhadap penurunan emisi gas rumah kaca. Hingga Desember 2025, total pengurangan emisi dari pemanfaatan FABA mencapai 166.472 ton CO2 yang berasal dari substitusi semen, subgrade/lapisan dasar jalan, beton pracetak, dan beton ready mix. Selain sektor infrastruktur, FABA juga telah dimanfaatkan untuk berbagai kebutuhan lain, seperti penetralisir air asam tambang dan pembenah tanah yang mendukung sektor pertanian.


“Saat ini PLTU di lingkungan PLN Group telah menjalin kerja sama dengan lebih dari 300 pemanfaat FABA, yang terdiri dari badan usaha berizin, Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), pemerintah daerah, TNI/Polri, kelompok masyarakat, hingga lembaga pemasyarakatan di sekitar PLTU,” tambah Rizal.


Lanjut Rizal lagi, pemanfaatan FABA skala industri dilakukan melalui kerja sama dengan berbagai pelaku usaha. Salah satunya adalah kerja sama pemanfaatan FABA sebagai bahan baku semen Portland Composite Cement (PCC).


“Kerja sama ini melibatkan 18 PLTU dan 15 pabrik semen nasional. FABA diambil langsung dari unit PLTU dan diangkut menuju fasilitas produksi pabrik semen menggunakan armada khusus,” terang Rizal.


Di sektor pertambangan, PLN melalui PLTU Ombilin juga bekerja sama dengan perusahaan tambang di Sumatera Barat dalam pemanfaatan FABA. Hingga Desember 2025, total 251.406 ton FABA PLTU Ombilin hingga Desember 2025, total 251.406 ton FABA PLTU Ombilin telah dimanfaatkan sebagai penetralisir air asam tambang.


Bukan hanya itu, PLN Group juga bekerja sama dengan 22 perusahaan batching plant (industri pembuat beton cair siap pakai) yang memanfaatkan FABA dari 13 PLTU. PLTU Tanjung Jati B menjadi unit dengan pemanfaatan terbesar untuk skema ini, yakni mencapai 140.436 ton, yang dimanfaatkan oleh lebih dari 15 perusahaan batching plant.


Rizal menambahkan bahwa kini pemanfaatan FABA terus mengalami peningkatan dan meluas di berbagai sektor. Tidak hanya berfokus pada produk konstruksi, pemanfaatan FABA juga semakin masif dilakukan di sektor pertanian. Hal ini turut ditopang oleh dukungan regulasi dan standardisasi nasional dari Pemerintah melalui Badan Standardisasi Nasional (BSN), salah satunya Standar Nasional Indonesia (SNI) 9387:2025 FABA sebagai Pembenah Tanah dan Bahan Baku Pupuk.


“Dengan hadirnya SNI 9387:2025, kini pemanfaatan FABA semakin luas, aman, dan memiliki pedoman yang jelas. Ini membuka peluang baru, tidak hanya menjaga lingkungan dan menjadi solusi atas pengelolaan limbah, namun juga mendukung peningkatan produktivitas pertanian nasional secara berkelanjutan,” terang Rizal.


PLN juga tengah bekerja sama dengan Japan Carbon Frontier Organization (JCOAL) untuk studi dan inovasi Granulated Coal Ash (GCA), yaitu produk turunan FABA berbentuk butiran yang dapat digunakan sebagai penjernih air maupun substitusi agregat kasar untuk pemulihan ekosistem air. 


Rencananya, pada tahun ini akan dilakukan mock up test dan uji implementasi di sungai (field test) yang bekerja sama dengan Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Ciliwung Cisadane dan Dinas Lingkungan Hidup. Ke depan, produk ini diharapkan dapat meningkatkan kualitas air yang saat ini semakin turun karena pengayaan nutrisi akibat dampak limbah pertanian, industri dan domestik pada badan sungai..


“Seluruh pembangkit PLN kini menjadi episentrum perbaikan lingkungan, sosial, juga kesejahteraan masyarakat. Kami ingin memastikan bahwa pembangkit PLN tidak hanya menyediakan listrik, tetapi juga menggerakkan ekonomi dan memberikan dampak positif bagi masyarakat juga lingkungan,” tutupnya. (JBR/66)



Jakarta | Indonesia Berkibar News
- Ditopang ekonomi makro yang kuat pada tahun 2025 serta dukungan kebijakan pemerintah terutama izin khusus sebagai bullion bank, PT Bank Syariah Indonesia (Persero) Tbk (BSI) mencatatkan kinerja yang solid pada tahun 2025. 


Hampir semua indikator kinerja tumbuh dobel digit  jauh di atas industri, Jumat (06/02/2026) 


Per posisi Desember 2025 perseroan menyalurkan pembiayaan sebesar Rp318,84 triliun, naik 14,49% (YoY), dengan distribusi mayoritas ke segmen pro-rakyat yakni SME, mikro, konsumer, komersial di bidang pendidikan dan kesehatan, ASN dan BUMN dengan total outstanding Rp285,70 triliun atau 90% dari total outstanding pembiayaan.


Direktur Utama BSI Anggoro Eko Cahyo pada pemaparan kinerja perusahaan Tahun 2025 mengatakan penyaluran pembiayaan kepada segmen ritel, UMKM, BUMN dan ASN serta komersial di bidang kesehatan dan pendidikan adalah komitmen perseroan untuk berkontribusi pada akselerasi pertumbuhan ekonomi nasional.


"Kinerja solid BSI pada tahun 2025 ditopang berbagai faktor dan berjalannya fungsi intermediasi yang didukung pendanaan yang ample serta penyaluran pembiayaan yang sehat, tepat sasaran, dan juga kontribusi dukungan pembiayaan program yang sejalan dengan Astacita Pemerintah,” ungkapnya. 


Dari sisi kualitas pembiayaan yang disalurkan juga terjaga dengan indikasi NPF gross di level 1,81%, lebih baik dari tahun lalu dan NPF Nett 0,47%. Perbaikan kualitas adalah hasil dari strategi pengelolaan manajemen risiko yang tepat sesuai segmentasi bisnis dan nasabah serta disiplin memonitor perkembangan industri.


Dana Pihak Ketiga (DPK) BSI juga tumbuh jauh di atas industri mencapai 16,20% (YoY) menjadi Rp380 triliun, didominasi dana murah (CASA) sebesar 61,62% atau Rp234 triliun, dengan Tabungan sebagai engine growth yang tumbuh 15,72% (YoY) mencapai Rp162,63 triliun. Pertumbuhan DPK mendorong total aset BSI naik 11,64% (YoY) menjadi Rp456 triliun.


Direktur Finance and Strategy BSI Ade Cahyo Nugroho menegaskan bahwa kinerja BSI yang solid juga hasil dari optimalisasi dual license yang dimiliki Perseroan. BSI memperoleh license sebagai bank syariah dengan unique selling proposition Islamic ecosystem di antaranya ekosistem haji dan juga izin sebagai bullion bank. 


‘’Tahun ini kami melakukan sosialisasi Tabungan Haji kepada pegawai negeri di daerah dan hasilnya signifikan untuk peningkatan DPK terutama dari Tabungan Haji yang tumbuh lebih dari 10%.’’ 


Dari sisi jumlah rekening Tabungan Haji telah mencapai di atas 6 juta. Selain itu terdapat penambahan jumlah nasabah prioritas sebesar 17,30% (YoY).


BSI juga dipercaya mendistribusikan dana Saldo Anggaran Lebih (SAL) sebesar Rp10 triliun yang telah tersalurkan seluruhnya ke pembiayaan.


License sebagai bullion tahun ini berdampak signifikan terhadap kinerja Perseroan dan peningkatan customer base.  Dalam kurun waktu kurang dari satu tahun sejak diresmikan sebagai Bank Emas, bisnis emas BSI menembus sekitar 1 juta nasabah ekosistem emas yang terdiri dari Bullion Bank, Cicil emas dan Gadai Emas.


Pembiayaan yang sehat dan sustain mendorong pertumbuhan laba perseroan mencapai Rp7,57 Triliun naik 8,02% (YoY).


BSI Dukung Program Perekonomian Pemerintah


Selain bullion bank dan penempatan dana SAL, BSI juga berkontribusi pada program Makan Bergizi Gratis (MBG) melalui penyediaan layanan 1350 virtual account Mitra BGN. BSI juga turut mendukung aspirasi pemerintah mewujudkan sekitar 80.000 koperasi KDMP. 


Selain itu, BSI telah melakukan penyaluran pembiayaan KUR sebesar Rp12,2 Triliun kepada 90 ribu nasabah. BSI juga mendukung Program 3 Juta Rumah FLPP (rumah subsidi), dimana sejak merger, BSI telah menyalurkan FLPP sebesar Rp3,5 Triliun dengan jumlah rumah 23 ribu unit.


Direktur Distribution and Sales BSI Anton Sukarna mengungkap BSI terus meningkatkan layanan kepada nasabah yang saat ini berjumlah 23,1 juta nasabah naik 2,03 juta nasabah dibandingkan tahun sebelumnya yang mana pertambahan customer base antara lain dari sosialisasi produk haji, emas, nasabah prioritas dan payroll. 


‘’Ini pertumbuhan nasabah tertinggi bagi BSI. Kami harus terus melakukan perluasan akses baik melalui organik penambahan layanan operasional di wilayah strategis termasuk pasar, dan juga melalui BSI Agen.’’


BSI juga terus memperkuat transformasi IT dan digital transaction termasuk meningkatkan performance IT untuk menghasilkan layanan yang cepat, aman dan reliable dalam rangka menjangkau masyarakat lebih luas hingga pelosok negeri.


BSI memiliki 1.049 kantor cabang, 6 ribu unit ATM/CRM, 126 ribu layanan laku pandai (BSI Agen), kerjasama mesin EDC sebanyak 21 ribu merchant dan QRIS sebanyak 563 ribu merchant. BSI mencatat pengguna mobile banking BYOND by BSI sebanyak 5,9 juta dan aplikasi BEWIZE mencapai 43 ribu user.


Sepanjang 2025, BSI juga secara konsisten terus memberikan kontribusi untuk masyarakat melalui penyaluran zakat melalui program beasiswa pendidikan siswa berprestasi, program kemanusiaan, pemberdayaan masyarakat, pendidikan, ekonomi, kesehatan dengan lebih dari 10 ribu penerima beasiswa, 4.900 UMKM binaan, pengelolaan 77 Desa BSI (Bangun Sejahtera Indonesia) dan bantuan kebencanaan khusus Aceh diantaranya bantuan Huntara, logistik mencapai lebih dari 200 ton, alat komunikasi starlink dan HP satelit, pendirian dapur umum, posko trauma healing dan posko kesehatan dan dukungan restrukturisasi pembiayaan bagi nasabah terdampak. (JBR/66)

5 Februari 2026


 Medan | Indonesia Berkibar News - Dalam upaya mendukung program ketahanan pangan sekaligus pemanfaatan lahan secara berkelanjutan, Personel Kompi 2 Batalyon C Sat Brimob Polda Sumatera Utara melaksanakan kegiatan perawatan Lahan Pekarangan Pangan Lestari (P2L), Kamis (05/02/2026).


Kegiatan yang berlangsung di lahan P2L Kompi 2 Batalyon C tersebut meliputi penggemburan tanah serta penyemaian berbagai bibit sayuran, antara lain kol, selada, dan kangkung. Seluruh rangkaian kegiatan dilaksanakan dengan penuh semangat dan kebersamaan oleh personel, sebagai bagian dari komitmen satuan dalam mendukung ketahanan pangan dari lingkungan internal.


Komandan Kompi 2 Batalyon C, AKP Januar Fazhari, S.H., yang memimpin langsung kegiatan tersebut, menyampaikan bahwa pemanfaatan lahan P2L bukan hanya sekadar aktivitas rutin, namun juga bentuk kepedulian Brimob terhadap ketersediaan pangan yang berkelanjutan.


“Melalui kegiatan ini, kami ingin menanamkan kesadaran bahwa ketahanan pangan dapat dimulai dari langkah sederhana, seperti merawat dan memanfaatkan lahan yang ada. Selain bermanfaat bagi satuan, kegiatan ini juga menjadi contoh positif bagi masyarakat,” ujar AKP Januar Fazhari.


Hasil dari kegiatan tersebut menunjukkan lahan P2L Kompi 2 Batalyon C telah disemai dengan berbagai bibit sayuran dan berada dalam kondisi bersih serta tanah yang gembur, sehingga siap untuk tahap perawatan selanjutnya hingga masa panen.


Kegiatan ini diharapkan dapat terus berlanjut dan menjadi bagian dari kontribusi nyata Sat Brimob Polda Sumatera Utara dalam mendukung ketahanan pangan nasional, sekaligus memperkuat budaya kerja yang produktif, mandiri, dan berkelanjutan di lingkungan satuan.(zul)

 


Labusel| Indonesia Berkibar News 
- Suasana Aula Lantai 2 SBBK Kota Pinang tampak berbeda dari biasanya. Riuh rendah dukungan penonton menyatu dengan dentuman sarung tinju yang bertemu sasaran. Di sana, Keluarga Besar Putra Putri Polri (KBPP Polri) Labuhan Batu Selatan sukses mengukir sejarah baru dengan menggelar ajang "BAKU TUMBUK Part 1" Minggu(01/02/2026).


​Bukan sekadar ajang adu kekuatan, turnamen ini hadir sebagai jawaban konkret atas keresahan masyarakat terhadap maraknya kenakalan remaja dan aksi tawuran. Bekerja sama dengan PERTINA Labusel, ajang ini berhasil menarik perhatian 90 fighter muda dari lima kecamatan di Labuhan Batu Selatan, bahkan meluas hingga peserta dari Rokan Hulu, Riau. ​Mengubah "Baku Hantam" Menjadi "Baku Tumbuk" Berprestasi


​Ketua Panitia, Wahyu Ihsan Siregar, menekankan bahwa visi utama kegiatan ini adalah transformasi sosial. ​"Kami ingin mengalihkan energi besar para pemuda dari jalanan ke atas ring. Ini bukan sekadar adu jotos, tapi wadah untuk menjaring bibit atlet profesional," tegasnya.


​Dengan mengusung tema "Menumbuhkan Semangat Juara, Menjauhkan Narkoba, dan Mewujudkan Generasi Muda Labusel Berprestasi", kegiatan ini menjadi kampanye hidup sehat yang nyata. Alih-alih terjerumus dalam jeratan narkoba atau kekerasan jalanan, para pemuda diajak untuk mengejar kehormatan melalui sportivitas.


​Ketua PERTINA Labusel, Candra Mawansyah Siregar, memastikan bahwa semangat ini tidak akan padam dalam satu malam. Beliau memproyeksikan ajang "Baku Tumbuk" akan menjadi agenda rutin setiap enam bulan sekali. Langkah ini diambil demi menjaga konsistensi pembinaan atlet lokal agar siap bersaing di level nasional maupun internasional.

​Keberhasilan KBPP Polri dalam menginisiasi kegiatan ini merupakan bukti bahwa kolaborasi komunitas mampu menciptakan perubahan positif. Kini, harapan besar tertuju kepada Pemerintah Daerah dan para pemangku kepentingan untuk memberikan apresiasi serta dukungan berkelanjutan.


​Melalui ring tinju ini, Labuhan Batu Selatan sedang mengirimkan pesan kuat: bahwa generasi muda mereka siap bertarung, bukan untuk saling menjatuhkan di jalanan, melainkan untuk mengukir prestasi yang membanggakan daerah.(torong/surono)

  


Samosir | Indonesia Berkibar News - FGD  Dengan Perumda Tirtanadi, Pemkab Samosir Minta Peningkatan Kualitas dan Distribusi Air Bersih.

Pemerintah Kabupaten Samosir meminta peningkatan kualitas air serta kelancaran distribusi air bersih kepada masyarakat dalam Forum Group Discussion (FGD) Kerjasama Operasi (KSO) bersama Perumda Tirtanadi di Kantor Pusat Perumda Tirtanadi, Medan, Kamis(05/02/2026).

Sekretaris Daerah Kabupaten Samosir, Marudut Tua Sitinjak, menyampaikan bahwa persoalan air bersih masih menjadi isu sensitif yang berulang setiap tahun, khususnya di Kabupaten Samosir. Dimana air bersih tersebut menurutnya menjadi kebutuhan dasar apalagi Samosir dipandang sebagai daerah pariwisata yang berkembang. 

“Meski berada di kawasan Danau Toba, pendistribusian air bersih masih belum mencukupi kebutuhan masyarakat. Ini menjadi perhatian serius Pemkab Samosir. Kami mohon agar kebutuhan ini dapat menjadi prioritas Tirtanadi melalui PDAM yang ada di Samosir ,” ujar Marudut

Dalam FGD tersebut, Pemkab Samosir juga menyoroti perlunya kejelasan laporan keuangan, sinkronisasi kerja sama operasional (KSO), serta peninjauan kembali aset yang telah diserahkan kepada Perumda Tirtanadi. Tercatat nilai aset sumber dana APBD dan Pemerintah atasan  yang diserahkan sejak 2012 hingga 2025 mencapai sekitar Rp.86 miliar dan masih dalam proses penilaian.  

Sementara itu, Asisten II Hotraja Sitanggang menyampaikan bahwa Pemerintah Kabupaten Samosir siap memperkuat kerjasama dengan Tirtanadi. Untuk itu, ia meminta agar format Perjanjian Kerja Sama (PKS) yang baku dan seragam di setiap daerah sebagai dasar hukum yang jelas.  Dalam pelaksanaan kerjasama, Hotraja menekankan pentingnya rujukan pasal yang jelas terkait dominasi kewenangan guna menghindari tumpang tindih dan memastikan keberlanjutan kerjasama.

Direktur Utama Perumda Tirtanadi, Ardian Surbakti, menjelaskan bahwa FGD digelar untuk membahas pengelolaan dan status aset agar sesuai dengan ketentuan regulasi yang berlaku.
“FGD ini diharapkan menjadi dasar kesepakatan dan aturan kerja sama antara Tirtanadi dengan seluruh PDAM Kabupaten/ kota, sehingga seluruh  aset dapat dimanfaatkan secara optimal,” kata Ardian.

Ia menambahkan, hasil diskusi akan menjadi acuan tindak lanjut ke depan, termasuk pembentukan satuan tugas (satgas) dalam KSO untuk mengawasi dan mengamankan aset.

Sementara itu, Divisi Aset Perumda Tirtanadi menyampaikan bahwa kerja sama operasional dengan Kabupaten Samosir telah diperpanjang selama lima tahun, terhitung sejak 2024 hingga 2029. KSO di Kabupaten Samosir sendiri telah berjalan sejak 2014. Terkait kualitas air, Perumda Tirtanadi mengakui adanya kendala akibat kondisi air Danau Toba yang keruh serta masih digunakannya instalasi pengolahan air konvensional di beberapa titik. Untuk itu, diperlukan koordinasi pendanaan pembangunan mini water treatment yang lebih memadai guna meningkatkan kualitas pelayanan.

Dalam kesempatan yang sama, BPKP Sumatera Utara menekankan bahwa air minum merupakan kebutuhan dasar masyarakat, sehingga pengelolaannya harus didukung transparansi dan akuntabilitas keuangan. Menurutnya, seluruh aset harus tercantum dalam perjanjian kerjasama operasi (KSO).
“Keterbukaan pembukuan penting agar dapat terlihat secara jelas kondisi laba maupun rugi, serta mencegah permasalahan di kemudian hari,” kata Tumpak 

FGD tersebut diharapkan mampu memperkuat kerja sama antara Pemkab Samosir dan Perumda Tirtanadi dalam meningkatkan layanan air bersih yang berkelanjutan bagi masyarakat.


FGD turut  dihadiri para direktur Perum Tirtanadi, beberapa Kepala Cabang PDAM Kabupaten/ kota, Plt. Kadis Perumahan Rakyat, kawasan permukiman dan tata ruang Golfried Harianja , Kabid Aset Ondhy P. Limbong. (P Simbolon/torong)

  


Batang Toru| Indonesia Berkibar News  -  Personel Batalyon C Satuan Brimob Polda Sumatera Utara terus menunjukkan komitmen nyata dalam mendukung pemulihan wilayah pascabencana di Kabupaten Tapanuli Selatan. Brimob melaksanakan serangkaian kegiatan patroli, pembenahan posko, serta dukungan logistik di sejumlah titik strategis di Kecamatan Batang Toru, Kamis (05/02/2026).


Kegiatan yang dipimpin langsung oleh Danki-1 Penugasan AKP Antanius Tarigan, S.H., M.H. tersebut berlangsung di Posko Brimob Hapesong Lama Desa Simatuhir, lokasi pembangunan Hunian Tetap (Huntap) Desa Napa, Desa Garoga, serta Desa Aek Ngadol. Langkah ini dilakukan untuk memastikan proses pembangunan hunian pascabencana berjalan aman, tertib, dan memberi rasa nyaman bagi masyarakat.


Selain patroli pengamanan di area pembangunan hunian sementara dan hunian tetap, personel Brimob juga melaksanakan dapur lapangan, membenahi kamar mandi Posko Utama Garoga, serta melakukan perbaikan Posko 1 Aek Ngadol. Pembenahan fasilitas tersebut menjadi bagian penting dalam menunjang pelayanan kemanusiaan dan operasional personel di lapangan.


Hasil kegiatan menunjukkan progres signifikan. Pembenahan kamar mandi Posko Utama Garoga dan Posko 1 Aek Ngadol telah mencapai sekitar 90 persen dan dapat segera dimanfaatkan. Sementara itu, patroli pengamanan pembangunan hunian sementara di Hapesong Lama mencakup 29 kopel atau 145 pintu, dengan progres pembangunan yang bervariasi dan sebagian telah rampung sepenuhnya. Di Desa Napa, pembangunan Huntap yang direncanakan mencapai 200 pintu kini telah memasuki tahap pengecoran pondasi.


AKP Antanius Tarigan menyampaikan bahwa kehadiran Brimob di tengah masyarakat tidak hanya berfokus pada aspek keamanan, tetapi juga memastikan proses pemulihan berjalan dengan baik dan berkelanjutan.


“Kami berupaya memastikan masyarakat dapat beraktivitas dengan aman dan nyaman selama proses pembangunan hunian pascabencana. Kehadiran Brimob adalah bentuk tanggung jawab kemanusiaan dan pengabdian kepada masyarakat,” ujarnya.(zul/ahmad/marwan)


Langkat| Indonesia Berkibar News
-  Personel Polres Langkat melaksanakan kegiatan Pembinaan Rohani dan Mental (Binrohtal) sebagai upaya meningkatkan keimanan, ketakwaan, serta integritas dalam pelaksanaan tugas kepolisian, Kamis (05 /02/2026).


Kegiatan Binrohtal dilaksanakan sesuai dengan keyakinan masing-masing personel. Untuk personel beragama Islam, kegiatan dilaksanakan di Masjid Darussalam Polres Langkat, sementara personel beragama Kristen mengikuti Binrohtal di Gedung Aula Jasmin Polres Langkat.


Dalam pelaksanaan Binrohtal Islam, ceramah disampaikan oleh Ustad Amru, S.Ag, dengan mengangkat tema “Hikmah Bulan Ramadhan”. Dalam tausiyahnya, Ustad Amru menyampaikan bahwa bulan suci Ramadhan merupakan momentum untuk meningkatkan keimanan, kesabaran, keikhlasan, serta pengendalian diri, yang sangat relevan bagi personel Polri dalam menjalankan tugas secara profesional dan humanis.


Sementara itu, Binrohtal Kristen diisi oleh Pdt. Budi Kasenda, S.T, yang menyampaikan firman Tuhan berdasarkan ayat Injil 1 Petrus 3:9-10, yang mengajarkan agar tidak membalas kejahatan dengan kejahatan ataupun caci maki dengan caci maki, melainkan senantiasa memberkati, menjaga perkataan, dan menjauhi ucapan-ucapan yang menipu sebagai wujud iman dalam kehidupan sehari-hari.


Kapolres Langkat AKBP David Triyo Prasojo S.H, S.I.K, M.Si, menyampaikan bahwa kegiatan Binrohtal merupakan bagian penting dari pembinaan karakter dan mental spiritual personel Polri.


“Melalui kegiatan Pembinaan Rohani dan Mental ini, kami berharap seluruh personel Polres Langkat semakin memiliki landasan moral dan spiritual yang kuat dalam menjalankan tugas sebagai pelindung, pengayom, dan pelayan masyarakat, terlebih di bulan suci Ramadhan yang penuh berkah ini. Kegiatan serupa juga secara rutin dan serentak dilaksanakan oleh Polsek jajaran sebagai bentuk pembinaan berkelanjutan terhadap seluruh personel,” ungkap Kapolres Langkat.


Kegiatan Binrohtal ini merupakan wujud komitmen Polres Langkat dalam membentuk sumber daya manusia Polri yang beriman, berakhlak mulia, dan berintegritas tinggi guna meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat.(sfn)

Diberdayakan oleh Blogger.