29 April 2026

 


Medan | Indonesia Berkibar News 
- Kepolisian Daerah Sumatera Utara (Polda Sumut) kembali menunjukkan komitmennya dalam memberantas peredaran gelap narkotika dengan mengungkap tiga kasus besar dalam satu rangkaian operasi, Minggu (26/4/2026). 


Dari pengungkapan tersebut, polisi berhasil menyita puluhan kilogram sabu serta ratusan kilogram ganja dari berbagai jaringan, termasuk jaringan internasional.


Kabid Humas Polda Sumut, Kombes Pol Ferry Walintukan, didampingi Direktur Reserse Narkoba Polda Sumut, Kombes Pol Andy Arisandi, menegaskan bahwa capaian ini merupakan bentuk keseriusan Polri dalam melindungi masyarakat dari ancaman narkoba yang semakin kompleks.


"Dari total pengungkapan ini, kami mengestimasi telah menyelamatkan sekitar 813.000 jiwa masyarakat. Ini adalah hasil kerja keras personel di lapangan serta dukungan penuh dari masyarakat dan rekan-rekan media," ujar Kombes Pol Ferry Walintukan saat paparan di Mapolda Sumut, Rabu (29/04/2026).


Kasus pertama yang cukup menyita perhatian terjadi di wilayah Medan Sunggal. Dalam pengungkapan ini, petugas mengamankan seorang kurir lintas provinsi berinisial M asal Lhokseumawe, Aceh, dengan barang bukti 22 kilogram sabu.


"Tersangka menyembunyikan sabu yang dikemas dalam bungkus teh Cina hijau di dalam tangki BBM mobil Mitsubishi Triton yang telah dimodifikasi," ucap Kombes Pol Andy Arisandi.


Lebih lanjut dijelaskan, tersangka memodifikasi tangki bahan bakar menjadi tiga bagian, dengan sisi kanan dan kiri digunakan untuk menyimpan sabu, sementara bagian tengah tetap difungsikan untuk BBM guna menghindari kecurigaan.


"Untuk mengelabui petugas, kendaraan diparkirkan di sebuah mall agar terlihat seperti aktivitas warga biasa," jelasnya.


"Diketahui, tersangka sudah empat kali melancarkan aksi serupa dengan tujuan akhir Tangerang dan Palembang," sambung Kombes Pol Andy Arisandi.


Sementara itu, pada kasus kedua, petugas menangkap seorang sopir travel berinisial MA di Jalan Lintas Siantar–Parapat. Ia kedapatan membawa 151 kilogram ganja asal Mandailing Natal yang hendak dikirim ke Medan menggunakan mobil Innova Reborn.


"Berdasarkan pemeriksaan, MA mengaku ini adalah aksi ketiganya setelah sebelumnya berhasil meloloskan masing-masing 90 kg ganja," terangnya.


Pengungkapan ketiga merupakan hasil pengembangan jaringan internasional di wilayah Rokan Hilir, Riau. Dalam operasi ini, polisi meringkus tiga tersangka berinisial S, R, dan IR dengan barang bukti 50 kilogram sabu.


Jaringan tersebut diketahui menggunakan modus transaksi antar kapal di tengah laut (ship to ship) yang berasal dari Malaysia.


"Barang haram ini awalnya direncanakan mendarat di Labuhanbatu, namun karena mereka mencium pergerakan petugas, lokasi pemindahan digeser ke Rokan Hilir sebelum akhirnya kami sergap," tambah Kombes Andy.


Para tersangka yang berprofesi sebagai kuli bangunan dan sopir travel itu rencananya akan membawa sabu tersebut ke Medan dan Padang untuk diedarkan.


Meski sejumlah pelaku telah diamankan, Polda Sumut menegaskan bahwa pengembangan kasus masih terus dilakukan. Saat ini, aparat tengah memburu satu orang yang telah masuk dalam Daftar Pencarian Orang (DPO) dan diduga sebagai pengendali utama jaringan tersebut.


Polda Sumut juga berharap upaya pemberantasan narkotika di wilayah Sumatera Utara dapat terus ditingkatkan hingga mencapai target bebas narkoba (zero narcotics). Masyarakat diimbau untuk tidak ragu melaporkan setiap informasi terkait penyalahgunaan narkoba di lingkungan masing-masing.(zul)

 


Jakarta | Indonesia Berkibar News
- PT Telekomunikasi Indonesia International (Telin), operating company PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (Telkom), terus menjalin kerja sama strategis perusahaan telekomunikasi Filipina DITO Telecommunity, yang bergerak di bidang multimedia dan teknologi informasi melalui penandatanganan Master Services Agreement (MSA) di DITO Business Hub, Manila, Filipina.


Kolaborasi ini menjadi tonggak penting kedua perusahaan dalam memperkuat sinergi, sekaligus mendorong pengembangan ekosistem digital regional di Asia melalui penyediaan layanan telekomunikasi lintas negara yang lebih terintegrasi.


Penandatanganan MSA dilakukan oleh Plt. Chief Executive Officer Telin sekaligus Chief Commercial Officer Telin Kharisma dan Chief Commercial Officer DITO Telecommunity Atty. Adel A. Tamano dengan masing-masing didampingi jajaran eksekutif perusahaan.


Perjanjian tersebut menetapkan sebagai kerangka kerja sama terstruktur yang memungkinkan kedua perusahaan beserta afiliasinya untuk saling menyediakan dan memanfaatkan berbagai layanan telekomunikasi, mencakup konektivitas internasional, layanan data, hingga solusi enterprise di masing-masing jaringan. 


Sinergi ini diharapkan mampu mendukung kebutuhan operasional internal sekaligus membuka peluang pengembangan layanan komersial yang lebih responsif terhadap dinamika pasar.


Kerja sama yang dicanangkan mencerminkan komitmen bersama kedua perusahaan dalam memperluas jangkauan jaringan, meningkatkan kapabilitas layanan, serta mendorong pertumbuhan bisnis berkelanjutan di kawasan. Melalui MSA tersebut, Telin dan DITO Telecommunity juga memperkuat sinergi operasional, meningkatkan skala kapabilitas komersial, serta mendorong efisiensi layanan agar kolaborasi dapat berjalan semakin lincah dan efektif, Rabu (29/04/2026) 


“Kemitraan ini bukan sekadar perjanjian formal, tetapi juga mencerminkan keselarasan kuat dalam tujuan strategis serta ambisi bersama untuk mempercepat konektivitas di kawasan Asia dan sekitarnya. Melalui kolaborasi ini, kami yakin dapat memberikan nilai tambah yang lebih besar bagi pelanggan, mitra, dan seluruh pemangku kepentingan,” ucap Kharisma, CCO Telin.


Sejalan, CCO DITO Telecommunity Atty. Adel A. Tamano menyampaikan, “Seiring semakin terhubungnya bisnis di Filipina dengan kawasan regional, kemitraan seperti ini memungkinkan kami memperluas kapabilitas di luar jaringan kami dengan menghadirkan solusi lintas negara yang lebih seamless,” pungkasnya.


Sinergi Telin dan DITO Telecommunity menegaskan langkah strategis menjawab meningkatnya kebutuhan akan infrastruktur digital yang andal, scalable, dan berdaya saing, seiring pesatnya pertumbuhan ekonomi digital Asia.


Ke depan, kolaborasi ini diharapkan menjadi fondasi bagi pengembangan kerja sama yang lebih luas antara kedua perusahaan, sekaligus memperkuat posisi Telin sebagai digital hub enabler yang menghubungkan Indonesia dengan pasar internasional. 


Langkah ini juga mendukung peran TelkomGroup sebagai enabler ekosistem digital nasional yang berdaya saing global serta mendorong pertumbuhan digital yang inklusif di kawasan. (JBR/66)

 


Medan | Indonesia Berkibar  News 
- Pertemuan Gubernur Sumatera Utara Bobby Nasution dengan Anggota DPR RI Fraksi NasDem Prananda Surya Paloh  menjadi perhatian publik setelah narasi dukungan politik dari Partai NasDem mencuat ke ruang media. 


“Pertemuan yang dikemas dalam agenda makan malam tersebut dapat dibaca sebagai bagian dari dinamika konsolidasi elite politik nasional di 2026, “ kata Pengamat Komunikasi dari UIN Sumatera Utara Medan, Dr. Fakhrur Rozi, M.I.Kom, Rabu (29/04/2026).


Peminat kajian komunikasi digital ini melihat narasi yang dibangun di media massa khususnya dalam unggahan dua tokoh itu di media sosial. Terlihat strategi komunikasi politik yang sedikit berbeda antara Bobby Nasution dan Prananda Surya Paloh.


Prananda melalui akun Instagram pribadinya menekankan aspek kelembagaan dan sinergi politik. Dalam unggahannya, ia menyampaikan terima kasih kepada Bobby Nasution atas jamuan hangat dan kebersamaan dalam silaturahmi tersebut.


“Pertemuan ini menjadi bagian dari upaya memperkuat silaturahmi, membangun komunikasi yang konstruktif, serta mempererat sinergi antara Partai NasDem dan Pemerintah Provinsi Sumatera Utara,” demikian narasi yang ditulis dalam unggahan tersebut.


Narasi serupa turut diunggah akun resmi Partai NasDem, @official_nasdem. Kehadiran akun resmi partai dalam distribusi pesan itu menunjukkan bahwa pertemuan tersebut tidak semata diposisikan sebagai agenda personal, melainkan memiliki nilai komunikasi politik kelembagaan.


“Penggunaan istilah seperti sinergi, komunikasi konstruktif, dan penyebutan langsung Partai NasDem serta Pemerintah Provinsi Sumatera Utara menunjukkan itu. Bahasa yang digunakan Prananda sangat institusional. Ini bukan sekadar unggahan silaturahmi personal, tetapi pesan politik bahwa hubungan NasDem dengan Bobby dan Pemprov Sumut berada dalam tone positif,” ujarnya.


Akun instagram dari elite politik saat ini bekerja sebagai ruang sinyal-sinyal politik. Pesan politik tidak selalu disampaikan lewat konferensi pers, tetapi melalui caption, visual, dan siapa yang ikut mengunggah.


Sementara, Bobby Nasution justru memilih pendekatan yang lebih personal dan cair. Dalam unggahannya, Bobby menulis, “Terimakasih sudah berkunjung, Abang Prananda Surya Paloh. Semoga silaturahmi ini tetap terjaga dan terus berjalan baik.”


Dr. Rozi menilai pilihan diksi Bobby memperlihatkan strategi komunikasi yang lebih fleksibel secara politik. “Bobby tidak membawa narasi institusi atau koalisi politik secara eksplisit. Ia menggunakan pendekatan relasional dan kekeluargaan. Ini penting untuk menjaga ruang komunikasi tetap terbuka tanpa terlihat terlalu politis,” ujarnya.

Hal lain yang turut menjadi perhatian adalah absennya dokumentasi pertemuan tersebut di akun resmi Pemerintah Provinsi Sumatera Utara, yakni @pemprovsumut dan @infosumut yang dikelola Dinas Komunikasi dan Informatika Sumut.


“Kalau diunggah akun resmi pemerintah, maknanya bisa bergeser menjadi komunikasi institusional negara dengan partai politik. Dengan tidak diunggah, ruang tafsirnya tetap berada pada level hubungan personal dan komunikasi politik informal,” katanya.


Dr. Rozi menilai, dalam era politik digital saat ini, keputusan untuk mengunggah atau tidak mengunggah sebuah pertemuan sama pentingnya dengan isi pertemuan itu sendiri. “Politik hari ini bukan hanya soal apa yang dilakukan elite, tetapi bagaimana aktivitas itu dikurasi di media sosial. Instagram telah menjadi panggung baru komunikasi kekuasaan,” ujarnya.

Situasi Politik Nasional


Lebih jauh, Dr. Rozi menilai pertemuan itu dapat dibaca sebagai upaya membangun ruang komunikasi lintas poros politik.  Pertemuan elite sering kali lebih penting daripada isi pertemuannya sendiri. “Artinya, publik membaca pesan politik dari siapa bertemu siapa,” ujarnya.


Menurut dia, pertemuan Bobby dan Prananda memperlihatkan adanya proses rekonsolidasi elite. Dia menilai Bobby Nasution saat ini dipersepsikan bukan semata sebagai kepala daerah, tetapi mulai masuk dalam radar politik nasional.  Narasi dukungan dari Prananda kata Rozi, dapat diklaim sebagai bentuk endorsement atau legitimasi simbolik terhadap posisi politik Bobby di masa depan.


“Walaupun belum bicara kontestasi 2029 secara terbuka, elite biasanya mulai membangun positioning jauh lebih awal. Pertemuan seperti ini penting untuk membaca arah komunikasi dan kemungkinan konfigurasi politik ke depan,” katanya.(bundo)

  



Medan| Indonesia Berkibar News
 -  Senin (27/04/2026), personel Satuan Brimob Polda Sumatera Utara kembali menunjukkan kesigapan dalam menjalankan tugas pelayanan kepada masyarakat. Saat melaksanakan patroli Blue Light di kawasan Jalan William Iskandar, tepatnya di depan Sport Center Pancing, petugas mendapati adanya kerumunan warga yang menyebabkan kemacetan arus lalu lintas.


Mengetahui situasi tersebut, personel patroli segera menghampiri lokasi dan menemukan telah terjadi kecelakaan lalu lintas. Tanpa menunda waktu, petugas langsung berkoordinasi dengan Polrestabes Medan guna melaporkan kejadian serta menerima arahan penanganan lebih lanjut.


Atas arahan yang diberikan, personel Satuan Brimob Polda Sumut dengan sigap mengevakuasi korban kecelakaan menuju Rumah Sakit Haji Medan agar segera mendapatkan penanganan medis. Tindakan cepat dan responsif ini turut membantu mengurai kemacetan serta memastikan situasi di lokasi tetap aman dan terkendali.


Kegiatan patroli tersebut dipimpin oleh Bintara Kompi 4 Batalyon A Pelopor Satuan Brimob Polda Sumut, AIPTU Bonar Tampubolon, yang bertugas sebagai Komandan Regu Patroli.


Komandan Satuan Brimob Polda Sumut, Kombes Pol. Rantau Isnur Eka, S.I.K., M.M., M.H., M.Han., menegaskan kepada seluruh personel agar selalu mengedepankan keselamatan serta kepentingan masyarakat dalam setiap pelaksanaan tugas.


Melalui kehadiran aktif di lapangan, Satuan Brimob Polda Sumut terus berkomitmen memberikan rasa aman serta pelayanan cepat dan tepat bagi masyarakat, khususnya dalam menghadapi situasi darurat di wilayah hukum Sumatera Utara.(zul)


 Medan |Indonesia Berkibar News - Dalam rangka menciptakan situasi kamtibmas yang aman, tertib, dan kondusif, Satuan Brimob Polda Sumatera Utara melaksanakan Patroli Blue Light secara intensif di sejumlah titik strategis wilayah Kota Medan pada Senin malam (28/04/2026) hingga Selasa dini hari (29/04/2026).


Kegiatan yang dimulai pukul 21.00 WIB hingga 03.00 WIB tersebut menyasar berbagai kawasan rawan gangguan keamanan, meliputi Simpang Tiga Metrologi, Pintu Tol Tanjung Mulia, Simpang Lapangan Gajah Mada, Pajak Aksara, serta kawasan Sport Centre. Kehadiran patroli bersenjata lengkap dengan lampu rotator biru ini menjadi langkah preventif dalam menekan potensi kejahatan jalanan, aksi begal, balap liar, geng motor, serta berbagai bentuk kriminalitas yang meresahkan masyarakat pada malam hari.


Komandan Satuan Brimob Polda Sumut, Kombes Pol. Rantau Isnur Eka, S.I.K., M.M., M.H., M.Han., menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk komitmen penuh Brimob dalam memberikan perlindungan, pengayoman, dan rasa aman kepada masyarakat.


“Patroli Blue Light dilaksanakan untuk mengantisipasi potensi gangguan keamanan, menekan aksi kriminalitas, serta memastikan kehadiran negara melalui Brimob benar-benar dirasakan masyarakat, khususnya dalam mencegah begal dan kejahatan jalanan di Kota Medan,” tegas beliau.


Melalui patroli rutin yang terarah dan berkesinambungan ini, Satuan Brimob Polda Sumut terus memperkuat stabilitas keamanan wilayah serta menunjukkan kesiapsiagaan tinggi dalam menjaga masyarakat dari berbagai ancaman kamtibmas. Dengan kehadiran Brimob di tengah masyarakat, diharapkan tercipta rasa aman yang semakin kuat sehingga masyarakat dapat beraktivitas dengan nyaman tanpa rasa khawatir. Satuan Brimob Polda Sumut akan terus hadir sebagai garda terdepan dalam menjaga keamanan, ketertiban, dan kondusifitas wilayah Sumatera Utara.(zul)

28 April 2026

 



Medan | Indonesia Berkibar News
- Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas menegaskan, ekspansi Grab Indonesia di Medan tak boleh sekadar memperluas layanan, tetapi harus benar-benar menjawab kebutuhan warga sekaligus membawa dampak nyata bagi kesejahteraan ribuan mitra pengemudi di kota ini.

Hal itu disampaikan Wali Kota Medan Rico Waas saat menerima audiensi perwakilan Grab Indonesia di Balai Kota Medan, Selasa (28/04/2026). Dalam pertemuan tersebut, Rico Waas secara langsung meminta penjelasan mengenai arah ekspansi Grab di Medan dan seperti apa karakteristik layanan yang ingin dikembangkan di kota Medan 

Menurut Rico Waas, Grab bukan lagi sekadar aplikasi transportasi, tetapi telah menjadi bagian dari keseharian warga, mulai dari mobilitas, layanan pesan-antar makanan, hingga aktivitas ekonomi digital masyarakat.

“Kami ingin memahami sejauh mana ekspansi Grab dan seperti apa kebutuhan masyarakat yang ingin dilayani, sehingga arah kebijakannya bisa selaras,” kata Rico Waas didampingi Kepala Dinas Perhubungan Irsan Idris Nasution, Kepala Dinas Koperasi, UMKM, Perindustrian dan Perdagangan Hendra Ridho Gunawan Siregar, Plt Kepala Dinas Ketenagakerjaan Ramaddan, serta Kepala BPJS Ketenagakerjaan Kota Medan Jefri Iswanto.

Selain itu Rico Waas juga mendorong lahirnya kolaborasi konkret. Dirinya pun mengusulkan adanya kegiatan atau event bersama yang melibatkan para driver ojek online sekaligus memberi manfaat langsung bagi masyarakat.

Sementara itu Public Affairs Executive Grab Indonesia, Dhita Ardini Siregar, menyampaikan komitmen perusahaan untuk terus memudahkan aktivitas masyarakat sekaligus mendukung keseharian mitra pengemudi.

Pihaknya menyatakan kesiapan Grab untuk berkolaborasi dengan Pemko Medan, termasuk dalam mendorong penggunaan transportasi bersama di lingkungan pemerintah guna menekan penggunaan kendaraan pribadi.

“Kami ingin terus hadir dalam keseharian masyarakat, sekaligus siap berkolaborasi melalui berbagai program maupun event bersama Pemko Medan,” Jelasnya.

Dhita juga mengungkapkan apresiasi Grab Indonesia kepada Pemko Medan atas program yang diberikan untuk perlindungan driver melalui BPJS Ketenagakerjaan. Dirinya berharap program ini dapat terus berjalan karena sudah banyak driver yang mendapatkan manfaatnya.

"Kami apresiasi program Pemko Medan untuk perlindungan driver dan berharap program tersebut dapat terus berlanjut. Saat ini terdapat lebih dari 5.000 mitra pengemudi Grab di Medan. Dari jumlah tersebut, sekitar 800 unit kendaraan listrik telah dioperasikan sebagai bagian dari upaya mendukung transportasi ramah lingkungan di kota ini", ujarnya.(bundo)


 Medan | Indonesia Berkibar News - Wali Kota Medan Rico Waas, menegaskan komitmennya untuk menjaga netralitas dan tidak mengintervensi proses pemilihan Ketua Persatuan Wartawan Unit Pemko Medan (PWPM)  periode 2026-2028. Hal tersebut disampaikannya saat menerima audiensi Panitia Pemilihan di Balai Kota Medan, Selasa (28/04/2026).


Sikap netral ini menyusul laporan Ketua Panitia, Alian Napiah Siregar, mengenai Muhammad Edison Ginting (Waspada) menjadi calon Tunggal Ketua PWPM. Alian menjelaskan, awalnya terdapat tiga nama yang mengambil formulir pendaftaran, yakni Markus Pasaribu (Sumut Pos), Zainul Abdi Nasution (Medan Daily), dan M. Edison Ginting (Waspada). Namun, hingga batas akhir, hanya Edison Ginting yang mengembalikan formulir.


“Sesuai mekanisme, musyawarah pemilihan Ketua PWPM  periode 2026-2028 akan dilaksanakan  di Gedung TP PKK Kota Medan pada 7 Mei 2026. Apalabila kehadiran peserta  dalam musyawarah itu mencapai 50 + 1, maka  M Edison Ginting akan ditetapkan sebagai ketua secara aklamasi,” lapor Alian.


Menanggapi hal tersebut, Rico Waas menyatakan dukungannya terhadap hasil yang telah bergulir. Ia menekankan bahwa pemimpin yang baik lahir dari proses yang jujur dan kekompakan organisasi sejak dini.


“Saya ingin proses ini berjalan fair. Saya tidak ikut campur karena soal hasil itu adalah garis tangan. Siapa pun yang terpilih akan saya dukung sepenuhnya untuk bersinergi membangun Kota Medan,” tegas Rico Waas didampingi Kadis Kominfo Arrahman Pane, Plt Kepala BKAD M Ashari Lubis dan Plt Kabag Umum Ridho Siregar.


Pers Sebagai Mitra Strategis


Dalam pertemuan itu, Rico Waas juga mengingatkan peran krusial wartawan unit Pemko Medan sebagai mitra strategis pemerintah. Ia berharap pers tetap menjadi corong informasi yang kredibel dengan mengedepankan nalar dan logika dalam setiap pemberitaan.


Menurutnya, dinamika produk jurnalistik, baik yang bersifat normatif maupun sensasional adalah hal wajar, selama tetap bertanggung jawab. “Kebebasan pers harus kita jaga. Jika ada yang salah, mari kita benahi bersama. Namun, jika ada program yang bagus dan bermanfaat, layak untuk diapresiasi,” tambahnya.


Di sisi lain, Alian didampingi Muhammad Syaiful (Sekretaris), Siti Amelia (Bendahara) dan Bambang Sri (Koordinator Bidang Keamanan) serta  Herizal (Koordinator Bidang Pendaftaran Calon), berharap kepemimpinan baru ini mampu menyatukan visi "Medan untuk Semua" dan mensinergikan program kerja pers dengan pemerintah secara profesional.(bundo)

Diberdayakan oleh Blogger.