25 April 2026

 


Belawan | Indonesia Berkibar News 
- Satuan Reserse Kriminal (Sat Reskrim) Polres Pelabuhan Belawan berhasil mengungkap kasus tindak pidana perusakan dan pencurian sepeda motor dengan menangkap seorang tersangka pada Kamis (24/04/2026).


Tersangka yang diamankan berinisial IA alias Panjol (35), warga Kelurahan Belawan Bahari.


Kapolres Pelabuhan Belawan AKBP Rosef Efendi, SIK., MH., CPHR., melalui Kasat Reskrim AKP Agus Purnomo, SH., MH., menjelaskan bahwa tersangka terlibat dalam dua aksi kejahatan yang berbeda.


“Tersangka IA alias Panjol ditangkap terkait dua kasus, yakni perusakan rumah yang terjadi pada Jumat (27/2/2026) sekitar pukul 03.30 WIB di Jalan Pulau Ambon, serta pencurian sepeda motor yang terjadi pada Rabu (18/3/2026) sekitar pukul 04.00 WIB di Jalan Pulau Nias, Kelurahan Belawan Bahari,” ujar AKP Agus Purnomo.


Ia menambahkan, penangkapan dilakukan setelah pihak kepolisian mendapatkan informasi terkait keberadaan tersangka.


“Setelah memperoleh informasi bahwa tersangka berada di Kampung Kurnia, Belawan Bahari, petugas langsung melakukan pengejaran dan berhasil mengamankan yang bersangkutan,” jelasnya.


Saat dilakukan pengembangan untuk menangkap pelaku lainnya, tersangka melakukan perlawanan yang membahayakan petugas dan masyarakat sekitar.


“Pada saat pengembangan, tersangka melakukan perlawanan dan tindakan yang membahayakan, sehingga petugas mengambil tindakan tegas dan terukur sesuai prosedur,” tegasnya.


Setelah diamankan, tersangka sempat dibawa ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan sebelum akhirnya dibawa ke Sat Reskrim Polres Pelabuhan Belawan untuk menjalani proses penyidikan lebih lanjut.


“Tersangka merupakan residivis atas kejahatan serupa dan saat ini tersangka telah berada di Sat Reskrim dan sedang menjalani proses hukum. Kami juga terus melakukan pengembangan untuk menangkap pelaku lain serta mendalami kemungkinan keterlibatan tersangka dalam aksi kejahatan lainnya,” tambah AKP Agus Purnomo.


Pihak kepolisian menegaskan komitmennya untuk terus memberantas tindak kejahatan demi menciptakan situasi kamtibmas yang aman dan kondusif di wilayah hukum Polres Pelabuhan Belawan.(zul)

24 April 2026



Pangkalan Susu |  lndonesia Nerkibar News
- Line pipa di dasar laut milik perusahaan minyak dan gas (Migas) Pertamina Eksplorasi Produksi (EP) Pangkalan Susu Field di kawasan perairan Kelurahan Bukit Jengkol, Kec. Pangkalan Susu mengalami kebocoran.


Menurut informasi yang diperoleh Indonesia Berkibar News dari salah seorang anak buah kapal (ABK), kebocoran ini sudah berlangsung kurang lebih delapan bulan lamanya, namun terkesan dibiarkan oleh  Pertamina.


Berdasarkan pantauan langsung di lapangan, permukaan air laut di sumber titik kebocoran pipa tampak bergelembung diduga akibat tekanan gas. Para nelayan khawatir melintas di seputar titik kebocoran.


Jalur pipa milik PT Pertamina EP Pangkalan Susu ini untuk menyalurkan gas dari lokasi Pulau Panjang (PPJ) ke Main Getring Station (MGS) melalui jalur bawah laut.


Salah seorang warga lokal yang bekerja sebagai nelayan tradisional mengatakan kebocoran line pipa di dasar laut dari PPJ ke MGD telah berlangsung cukup lama, yakni hampir setahun.


"Awalnya tekanan gas kecil keluarnya, tapi lama-kelaman semburan gasnya tambah besar," ujar warga menduga kebocoran ini disebabkan kondisi pipa yang korosif atau sudah berkarat.


Lokasi jalur pipa relatif dekat dengan jety kapal yang bongkar muat elpiji di Pertamina Gasdom. Warga khawatir, jika terjadi insiden kebakaran akibat yang ditimbulkannya akan sangat fatal. 


Humas Pertamina, Wahyu, dikomfirmasi kru Indonesia  Berkibar News, Jumat (24/04/2026), mengatakan, pihaknya langsung terjun ke lokasi begitu mendapat informasi tentang kebocoran ini. 


Wahyu mengatakan, pihak Pertamina turun ke lapangan untuk mematikan line gas PPJ ke MGS. Kemudian, karena waktu sudah sore, upaya mematikan line pipa dilanjutkan pada keesokan harinya.


"Penanganan tidak boleh setengah-setengah karena menyangkut keselamatan masyarakat,” ujar Wahyu seraya menyampaikan terima kasih atas atensi media yang memberikan informasi tentang peristiwa kebocoran ini.(ERI)



Tebingtinggi | Indonesia Berkibar News
- Pemerintah Kota (Pemko) Tebing Tinggi secara resmi melepas keberangkatan rombongan jemaah haji tahun 1447 Hijriah/2026 Masehi di Anjungan Sri Mersing, Lapangan Merdeka, Jalan Dr. Sutomo, Jumat (24/04/2026).


Sebanyak 82 orang yang terdiri dari 81 jemaah haji dan satu orang Petugas Haji Daerah (PHD) diberangkatkan menuju Asrama Haji Medan sebelum bertolak ke Tanah Suci. Prosesi pelepasan ini dipimpin oleh Sekretaris Daerah Kota (Sekdako) Tebing Tinggi, Erwin Suheri Damanik, yang hadir mewakili Wali Kota Tebing Tinggi.


Dalam arahannya, Sekdako Erwin Suheri Damanik menekankan pentingnya bagi para jemaah untuk menjaga kesehatan fisik dan mental selama menjalankan ibadah. Ia juga berpesan agar para jemaah senantiasa menjaga kekompakan dan nama baik daerah serta keluarga.


"Jaga nama baik Kota Tebing Tinggi, nama kaum muslimin, muslimat dan menjaga nama keluarga dengan tetap menjaga kekompakan dan kesehatan. Selain dari itu, masing-masing melakukan pengecekan seluruh obat, kondisi kesehatan, seluruh hal-hal yang nanti akan dilakukan secara protokoler,” ujar Sekdako.


Selain itu, Sekdako berharap kepada para jemaah haji agar mendoakan Pemerintah Kota Tebing Tinggi, Forkopimda dan seluruh elemen masyarakat, sesuai dengan harapan, visi misi Kota Tebing Tinggi. Sekdako juga menyampaikan permohonan maaf dari Wali Kota yang tidak dapat hadir langsung karena harus memenuhi undangan dinas dari Mendagri di Jakarta.


“Semoga bapak, ibu menjadi haji mabrur dan hajjah mabrurah. Mari bangun Kota Tebing Tinggi, mari bangun ukhuwah Islamiyah. Bapak Wali Kota sangat berkeinginan hati untuk hadir langsung, namun karena besok ada kegiatan seluruh Kepala Daerah dan Sekda untuk memenuhi undangan Mendagri, maka mulai hari ini di Jakarta. Beliau menyampaikan salam, kembali menjadi haji mabrur, bangun bersama Kota Tebing Tinggi,” kata Sekdako.


Sebelumnya, Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umroh, Naila Betty, menjelaskan bahwa jemaah asal Tebing Tinggi tergabung dalam Kelompok Terbang (Kloter) 04 Embarkasi Medan. Mereka akan bergabung dengan jemaah dari Kabupaten Batu Bara, Langkat, Dairi, Karo, dan Kota Gunung Sitoli dengan total 360 orang dalam satu kloter, yang terdiri dari 354 orang jemaah dan 6 petugas kloter.


"Jemaah dijadwalkan memasuki Asrama Haji Medan hari ini pukul 13.05 WIB, selanjutnya akan memasuki aula penerimaan untuk dilakukan pemeriksaan kesehatan lanjutan, pembagian paspor, kartu nusuk, gelang serta living cost sebesar 750 SAR," terang Naila.


Rombongan dijadwalkan terbang melalui Bandara Internasional Kualanamu pada Sabtu (25/4) pukul 13.05 WIB menggunakan maskapai Garuda Indonesia dengan nomor penerbangan GIA 3104, dan diperkirakan tiba di Bandara King Abdul Aziz, Madinah, pada hari yang sama pukul 18.00 waktu setempat.


Acara pelepasan ditandai dengan penyerahan bendera pataka kepada ketua rombongan dan sesi foto bersama. 


Hadir dalam kegiatan tersebut, Ketua DPRD Tebing Tinggi Sakti Khadaffi Nasution, Wakapolres Kompol Rudy Syahputra, Pabung 0204/DS Kapten Inf. PM Simanjuntak, perwakilan Pengadilan Negeri, perwakilan kantor Kementerian Agama, jajaran pejabat Pemko Tebing Tinggi, seperti para asisten, kepala OPD, Camat, Kabag, Lurah atau mewakili, serta para tokoh agama, tokoh masyarakat, tamu undangan dan keluarga dari jemaah haji dan tim peliputan Diskominfo.(torong)

  


Medan| Indonesia Berkibar News 
-  Simulasi Sistem Pengamanan Kota (Sispamkota) yang digelar di Mapolda Sumut menjadi gambaran menyeluruh kesiapan jajaran kepolisian dalam menghadapi berbagai potensi gangguan keamanan, mulai dari aksi unjuk rasa hingga situasi darurat berisiko tinggi di wilayah Sumatera Utara.


Kegiatan yang melibatkan berbagai unsur ini mendapat perhatian langsung dari Kapolda Sumatera Utara, Irjenpol Whisnu Hermawan Februanto, yang menilai simulasi berjalan terstruktur dan mencerminkan kesiapan nyata personel di lapangan.


“Latihan ini bukan sekadar formalitas. Saya melihat langsung bagaimana kesiapan itu dibangun dari proses latihan yang konsisten, dan hari ini ditampilkan dengan sangat baik,” ujar Kapolda.


Dalam simulasi tersebut, diperagakan berbagai tahapan penanganan situasi kontinjensi secara komprehensif, mulai dari tahap awal pengamanan, peningkatan eskalasi massa dari kondisi hijau, kuning hingga merah, hingga penanganan kerusuhan, penjarahan, penyanderaan, dan penjinakan bahan peledak.


Kapolda mengapresiasi keseriusan seluruh personel yang dinilai mampu menjalankan setiap skenario dengan disiplin dan koordinasi yang baik antar satuan.


Menurutnya, kemampuan tersebut menjadi indikator penting dalam menjaga stabilitas keamanan di wilayah perkotaan yang dinamis seperti Medan.


“Dengan latihan seperti ini, saya yakin kesiapan personel kita semakin matang dalam menghadapi berbagai kemungkinan yang terjadi di lapangan,” katanya.


Sementara itu, Wakapolda Sumatera Utara, Brigjenpol Sonny Irawan, menjelaskan bahwa pelaksanaan Sispamkota merupakan bagian dari upaya meningkatkan kesiapsiagaan sekaligus memperkuat sinergi lintas sektor dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat.


Ia menyebutkan, selain simulasi, kegiatan juga dirangkaikan dengan apel akbar Sabuk Kamtibmas yang melibatkan sekitar 1.500 peserta dari berbagai elemen masyarakat sebagai bentuk komitmen bersama menjaga kondusivitas daerah.


“Ini menunjukkan bahwa keamanan bukan hanya tugas Polri, tetapi tanggung jawab bersama seluruh elemen masyarakat,” ujarnya.


Di sisi teknis, Kapolrestabes Medan, Kombespol Jean Calvijn Simanjuntak, mengungkapkan bahwa simulasi ini merupakan puncak dari rangkaian persiapan yang telah dilakukan secara bertahap, termasuk tactical floor game dan latihan berbasis skenario.


Ia menegaskan, seluruh tahapan dalam simulasi dirancang untuk mendekati kondisi riil di lapangan, sehingga setiap personel memahami peran dan prosedur yang harus dijalankan.


“Kami memastikan seluruh skenario, mulai dari pengendalian massa hingga penanganan ancaman serius, dapat direspons dengan cepat dan tepat,” jelasnya.


Ke depan, pihaknya juga akan mengimplementasikan latihan serupa di titik-titik strategis di Kota Medan dengan terlebih dahulu melakukan sosialisasi kepada masyarakat.


Sementara itu, Wali Kota Medan, Rico Tri Putra Bayu Waas, menyampaikan keyakinannya bahwa kesiapan aparat melalui Sispamkota mampu menjaga kondisi kota tetap aman dan kondusif.


“Kami melihat langsung keseriusan latihan ini. Pemerintah Kota Medan optimistis Polri mampu menjaga keamanan, baik dari gangguan kriminalitas hingga situasi darurat,” ujarnya.


Dengan pelaksanaan simulasi yang komprehensif tersebut, diharapkan kesiapan aparat semakin teruji dan kepercayaan masyarakat terhadap kemampuan Polri dalam menjaga keamanan wilayah semakin meningkat.(zul/bundo)

 



Jakarta | Indonesia Berkibar News - Rayakan Gempita untuk peringatan Hari Kartini pada 21 April yang telah berlalu, namun spirit perjuangan tidak pernah berhenti. 


Jika dahulu Kartini berjuang membuka pintu pendidikan bagi kaum perempuan, kini para penerusnya melintasi pintu untuk menjawab tantangan global yang paling mendesak: krisis iklim dan kemandirian energi. 


Sumbangsih intelektual perempuan kini bukan lagi sekadar pelengkap, melainkan menjadi kekuatan utama yang terukur secara global.


Hal yang selaras dengan laporan terbaru International Renewable Energy Agency (IRENA) tahun 2025 yang mencatat bahwa representasi pekerja perempuan di sektor energi terbarukan dunia telah menyentuh angka 32 persen, di mana 19 persen di antaranya berhasil menduduki posisi strategis sebagai pimpinan. 


Angka tersebut sebagai bukti bahwa kepemimpinan perempuan salah satu kunci guna mencapai target ambisius Net Zero Emission (NZE) Indonesia pada tahun 2060.


Di lingkungan Universitas Pertamina (UPER), misi besar ini dikawal melalui kolaborasi lintas disiplin yang dimotori oleh para peneliti perempuan. Dari efisiensi hulu, inovasi material hijau, hingga mitigasi sosial-ekonomi, mereka membuktikan bahwa warisan emansipasi hari ini telah mewujud dalam aksi nyata mengawal kedaulatan energi bangsa:


Dr. Dumex Sutra Pasaribu (Fakultas Teknologi Eksplorasi dan Produksi - Teknik Geologi)


Menempatkan geologi struktur sebagai fondasi keamanan transisi energi, Dr. Dumex memfokuskan kepakarannya pada pemodelan mekanisme bawah permukaan melalui Analogue Sandbox Modelling (ASM) dan Palinspastic Restoration. 


Melalui simulasi evolusi struktur bumi yang presisi, Dr. Dumex berperan krusial memetakan integritas reservoir bawah tanah yang sangat dibutuhkan bagi teknologi penyimpanan karbon (CCS/CCUS) serta pengembangan energi panas bumi. Baginya, memahami setiap rekahan dan lipatan bumi adalah kunci untuk menavigasi masa depan energi lebih aman dan berkelanjutan.


“Transisi energi yang mengharuskan untuk memiliki pemahaman jauh lebih dalam tentang stabilitas perut bumi. Riset pemodelan struktur kami lakukan bukan sekadar mempelajari masa lalu tektonik, melainkan untuk menjamin keamanan teknologi masa depan, seperti penyimpanan emisi karbon di bawah tanah. Kita harus memastikan bahwa bumi tempat kita berpijak menjadi mitra yang stabil dalam perjalanan menuju emisi nol,” ungkap Dr. Dumex, Jumat (24/04/2026) 


Dr. Nonni Soraya Sambudi (Fakultas Teknologi Industri - Teknik Kimia)


Diakui sebagai salah satu ilmuwan berpengaruh dunia dalam daftar Top 2 Percent Scientists Worldwide 2025 versi Stanford University, Dr. Nonni fokus telah mengembangkan teknologi material di tingkat molekuler. Melalui riset nanomaterial juga fotokatalis, Dr. Nonni berperan penting dalam mempercepat pembersihan emisi serta produksi energi bersih di sektor hilir (downstream). 


“Masalah lingkungan terbesar seringkali muncul di tahap akhir produksi. Oleh karena itu, Karena itu, riset teknik kimia kini fokus pada sistem ekonomi sirkular, di mana limbah diputar kembali menjadi sumber daya. Tantangan kami adalah menciptakan bahan baku dan energi baru yang bermanfaat tinggi, namun tetap menjaga agar polusi industri tetap berada di titik terendah," imbuh Dr. Nonni.


Dr. Nila T. Berghuis, S.Si, M.Si., (Fakultas Sains dan Ilmu Komputer - Kimia)


Menjadi jembatan antara inovasi material juga pelestarian lingkungan, Dr. Nila memfokuskan kepakarannya pada regenerasi baterai Li-ion bekas. Langkah ini krusial untuk memastikan bahwa adopsi teknologi hijau hari ini tidak meninggalkan beban ekologis bagi generasi mendatang.


“Energi hijau tidak boleh menyisakan jejak limbah. Fokus kami mengubah baterai habis pakai menjadi 'tambang' bahan baku baru bagi industri kendaraan listrik nasional. Inilah esensi ekonomi sirkular: memastikan setiap komponen teknologi tetap bernilai dan selaras dengan upaya pemulihan bumi,” tandas Dr. Nila.


Assoc. Prof. Dr. Eng. Ir. Mega Mutiara Sari, S.T., M.Si., CSDS., CSRS.  (FPI - Teknik Lingkungan & Sustainability)


Menjawab tantangan transisi energi dari sudut pandang pelestarian alam dan prinsip sustainability, Dr. Mega memfokuskan risetnya pada tata kelola lingkungan industri dan pengolahan limbah menjadi energi terbarukan (Waste-to-Energy) yang berkelanjutan. Melalui pendekatan rekayasa lingkungan berbasis keberlanjutan, Dr. Mega memastikan pembangunan infrastruktur hijau tidak hanya menghindari terciptanya jejak polusi baru, tetapi juga mendukung ekonomi sirkular, memberikan manfaat sosial bagi masyarakat sekitar, serta memperkuat ketahanan lingkungan jangka panjang sebagai solusi bagi permasalahan limbah nasional. 


“Transisi energi bukan sekadar mengganti sumber tenaga, melainkan tentang bagaimana kita memutus siklus polusi secara total dengan pendekatan berkelanjutan. Melalui teknologi yang tepat, kami mengubah beban limbah menjadi aset energi bersih yang bernilai, sekaligus menciptakan dampak positif bagi masyarakat. Inilah langkah nyata untuk memastikan setiap kemajuan teknologi berjalan selaras dengan pemulihan ekosistem hidup, kesejahteraan sosial, dan keberlanjutan generasi mendatang.” tegas Mega menambahkan. 


Dr. Ir.  Farah Mulyasari, S.T., M.Sc.  (Fakultas Komunikasi dan Diplomasi - Komunikasi)

Memastikan transisi energi memiliki "wajah kemanusiaan," Dr. Farah memimpin strategi edukasi dan pendekatan humaniora agar setiap inovasi teknologi dapat diterima luas oleh masyarakat. 


Baginya, dukungan sosial adalah kunci agar perubahan besar ini menjadi gerakan budaya yang nyata di tengah publik


“Tanpa literasi serta penerimaan publik, teknologi secanggih apapun tidak akan berdampak besar tanpa literasi publik yang kuat. Tugas kami adalah menjembatani sains ke dalam narasi yang dipahami masyarakat, sehingga transisi energi bukan sekadar kebijakan teknis, melainkan tanggung jawab kolektif untuk menjaga bumi tetap layak huni,” tegas Dr. Farah.


Eka Puspitawati, Ph.D. (Fakultas Ekonomi dan Bisnis - Ekonomi)


Memastikan transisi energi tetap berpihak pada stabilitas ekonomi nasional, Dr. Eka memfokuskan risetnya pada dampak ekonomi dan perdagangan dari kebijakan energi, mulai dari hilirisasi biodiesel hingga dinamika pasar nikel sebagai bahan baku baterai masa depan. Baginya, teknologi hijau harus berjalan beriringan dengan keterjangkauan harga tidak membebani masyarakat luas. 


“Transisi menuju energi bersih harus memiliki fondasi ekonomi yang kuat dan berkeadilan. Kami memantau bagaimana industri energi baru dan terbarukan, seperti bioenergy, dapat tumbuh tanpa memicu inflasi yang merugikan rakyat kecil dan menghindari kompetisi dengan sektor lain seperti pangan. Tujuan kami adalah memastikan kedaulatan energi nasional dicapai melalui kebijakan yang menjamin kesejahteraan ekonomi seluruh lapisan masyarakat,” pungkas Eka.


Menanggapi kontribusi para srikandi ini, Pjs. Rektor Universitas Pertamina, Prof. Dr. techn. Djoko Triyono, S.Si., M.Si., menegaskan bahwa kehadiran mereka merepresentasikan nilai inti (value) dari institusi UPER.


"Universitas Pertamina selalu menjunjung tinggi tata nilai inklusivitas dan kolaborasi lintas disiplin. Keenam tokoh perempuan UPER, membuktikan bahwa pendekatan disiplin ilmu mereka dapat menyatukan proses hulu, digitalisasi, hingga kebijakan ekonomi di hilir, adalah wujud nyata implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi. 


Merekalah Kartini masa kini yang tidak hanya mengajar di kelas, tetapi merancang langsung cetak biru kemandirian energi bangsa," papar Prof. Djoko.


Saat ini, Universitas Pertamina sedang membuka pendaftaran untuk menjadi bagian dari energi masa depan. Daftar melalui https://pmb.universitaspertamina.ac.id/.  (JBR/66)

  


Belawan | Indonesia Berkibar News - Satuan Reserse Narkoba (Sat Narkoba) Polres Pelabuhan Belawan berhasil mengungkap kasus peredaran narkotika di wilayah Desa Pematang Johar, Kecamatan Labuhan Deli. Penangkapan dilakukan pada Senin (20/04/2026).


Dua orang tersangka yang berhasil diamankan masing-masing berinisial NF (25) dan S (44), yang merupakan warga Desa Pematang Johar. Dari tangan keduanya, petugas menyita barang bukti berupa satu bungkus besar narkotika jenis sabu dengan berat 101 gram atau 1 ons, dua unit handphone, satu buah dompet, satu unit sepeda motor, serta uang tunai sebesar Rp75.000,-.


Kapolres Pelabuhan Belawan AKBP Rosef Efendi, SIK., MH., CPHR., melalui Kasat Narkoba AKP A.R. Riza, SH., MH., menjelaskan bahwa penangkapan tersebut berawal dari informasi masyarakat.


“Penangkapan terhadap kedua tersangka dilakukan berdasarkan informasi dari warga terkait adanya aktivitas transaksi narkoba di lokasi tersebut,” ujar AKP A.R. Riza.


Ia menambahkan, setelah menerima informasi tersebut, petugas langsung melakukan pengintaian sebelum akhirnya melakukan penindakan.


“Setelah dilakukan pengintaian di lokasi, petugas kemudian melakukan penangkapan terhadap kedua tersangka yang saat itu sedang menunggu pembeli di atas sepeda motor,” jelasnya.


Dari hasil interogasi awal, kedua tersangka mengakui keterlibatan mereka dalam peredaran narkotika jenis sabu.


“Keduanya mengakui perbuatannya sebagai pengedar, dan saat ini sedang menjalani proses penyidikan lebih lanjut di Sat Narkoba Polres Pelabuhan Belawan,” tambahnya.


Pihak kepolisian menegaskan akan terus melakukan pengembangan guna mengungkap jaringan narkoba lainnya.


“Kami akan terus berupaya membongkar jaringan peredaran narkoba lainnya demi menciptakan lingkungan yang bersih dari narkotika,” tegas AKP A.R. Riza.


Dengan keberhasilan ini, diharapkan dapat menekan peredaran narkoba di wilayah hukum Polres Pelabuhan Belawan serta memberikan efek jera kepada para pelaku.(zul)



Jakarta | Indonesia Berkibar News - Untuk memperingati Hari Bumi 2026 dengan tema "Our Power, Our Planet, PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (Telkom)"  menegaskan komitmennya terhadap keberlanjutan dengan menyelenggarakan program konservasi lingkungan melalui penanaman 10.000 mangrove dan transplantasi 2.000 terumbu karang di Pantai Pandanan, Desa Malaka, Kecamatan Pemenang, Kabupaten Lombok Utara, Nusa Tenggara Barat.


Kegiatan ini dilaksanakan bersama mitra strategis yang melibatkan masyarakat setempat sebagai bagian dari upaya pelestarian ekosistem pesisir sekaligus penguatan kolaborasi multipihak untuk masa depan bumi yang lebih berkelanjutan.


Aksi ini menjadi wujud nyata implementasi inisiatif keberlanjutan Telkom GoZero% - Sustainability Action by Telkom Indonesia, khususnya pada pilar Save Our Planet, berfokus pada pengurangan dampak lingkungan, perlindungan ekosistem, dan percepatan transisi menuju operasional rendah karbon.


SGM Social Responsibility Telkom Hery Susanto menyampaikan, Hari Bumi merupakan momentum penting untuk memperkuat kesadaran bahwa pertumbuhan digital harus berjalan beriringan dengan tanggung jawab terhadap lingkungan. 


“Telkom memandang keberlanjutan bukan sekadar program pendukung, tetapi bagian dari strategi bisnis jangka panjang. Melalui konservasi mangrove dan terumbu karang, kami ingin menghadirkan manfaat nyata bagi ekosistem pesisir, masyarakat sekitar, sekaligus memastikan pembangunan infrastruktur digital tetap selaras dengan kelestarian alam,” ungkapnya. 


Pemilihan lokasi konservasi juga didasarkan pada posisi strategis jalur Sistem Komunikasi Kabel Laut (SKKL) TelkomGroup Mandalika–Sanur. 


Hal tersebut menjadi nilai tambah mempertimbangkan sinergi antara perlindungan ekosistem pesisir dengan upaya menjaga keberlanjutan infrastruktur konektivitas digital yang dimiliki TelkomGroup. 


Kehadiran ekosistem pesisir yang sehat di sekitar jalur kabel laut turut mendukung ketahanan kawasan pesisir dari abrasi dan perubahan lingkungan, yang penting bagi keberlangsungan infrastruktur tersebut, Jumat (24/04/2026) 


Mangrove memiliki peran penting sebagai pelindung alami kawasan pesisir dari abrasi, penyerap karbon biru (blue carbon), serta habitat berbagai biota laut. 


Sementara terumbu karang yang berfungsi menjaga keanekaragaman hayati laut  mendukung keberlangsungan ekonomi masyarakat pesisir melalui sektor perikanan maupun pariwisata. Karena itu, pelaksanaan konservasi di kawasan Lombok Utara diharapkan dapat memberikan dampak ekologis dan sosial ekonomi secara berkelanjutan.


Sepanjang tahun 2025, Telkom juga telah menjalankan berbagai inisiatif konservasi dan pengelolaan lingkungan sebagai bagian dari komitmen perusahaan. Di antaranya pengumpulan lebih dari 3,3 ton sampah plastik atau setara 177.915 botol melalui pemanfaatan Reverse Vending Machine (RVM) di lingkungan Telkom Hub Jakarta, pengelolaan sirkular limbah kabel serat optik dengan tingkat pemulihan mencapai 73%, serta standarisasi gedung ramah lingkungan melalui sertifikasi internasional Excellence in Design for Greater Efficiencies (EDGE) untuk memastikan efisiensi energi dan sumber daya yang terukur.


Sebagai langkah adaptasi perubahan iklim, Telkom turut menjalankan Climate Transition Plan yang menjadi panduan transformasi menuju operasional rendah karbon dan target Net Zero Emission 2060. Telkom telah menetapkan enam tuas dekarbonisasi (six decarbonization levers) yang menjadi panduan strategi perusahaan pada fase awal (2023-2030) dengan target:


Penurunan Emisi: Mengurangi 20% emisi GRK (Cakupan 1 & 2). 


Efisiensi Energi: Menekan konsumsi energi hingga 10% melalui modernisasi teknologi jaringan.


Energi Terbarukan: Membangun panel surya (Solar PV) dengan kapasitas lebih dari 14 MWp.


Manajemen Limbah: Reduksi sampah minimal 70% dan manajemen limbah serat optik secara maksimal.


VP Sustainability Telkom Gunawan Wasisto Ciptaning Andri menambahkan, keberhasilan transformasi hijau tidak hanya ditentukan oleh investasi besar, tetapi juga konsistensi langkah yang dilakukan bersama.


“Kami percaya perubahan besar dimulai dari aksi sederhana yang dilakukan secara kolektif dan berkelanjutan. Untuk Telkom terus mendorong budaya ramah lingkungan di seluruh lini bisnis, mulai dari perilaku setiap hari insan TelkomGroup hingga pengelolaan infrastruktur digital. Melalui inisiatif sustainability GoZero% yang terintegrasi, kami berkomitmen menghadirkan pertumbuhan bisnis yang selaras dengan pelestarian lingkungan serta memberikan dampak positif jangka panjang bagi masyarakat dan generasi mendatang,” tutup Gunawan.


Melalui semangat Hari Bumi 2026, Telkom akan terus memperkuat kolaborasi dengan berbagai pemangku kepentingan menghadirkan inovasi keberlanjutan yang memberikan nilai tambah bagi lingkungan, masyarakat, dan bisnis. Komitmen tersebut sejalan dengan langkah perusahaan dalam menghadirkan konektivitas digital yang tidak hanya andal dan inklusif, tetapi juga bertanggung jawab terhadap bumi dan masa depan yang lestari. (JBR/66)

Diberdayakan oleh Blogger.