14 Oktober 2026

  



Simalungun | Indonesia Berkibar  News
- Wakil Gubernur (Wagub) Sumatera Utara (Sumut) Surya menyambut baik peresmian 232 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Sumut sebagai langkah strategis meningkatkan kualitas kesehatan dan tumbuh kembang anak. Ia berharap program Makan Bergizi Gratis (MBG) terus diperluas hingga menjangkau daerah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T), sekaligus memperkuat upaya pencegahan masalah gizi.

"Kami sampaikan bahwa Sumut berharap terus ada penambahan SPPG sampai ke daerah yang belum terjangkau BGN, membantu masyarakat, terutama anak sekolah," ucap Surya saat berdialog secara daring dengan Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Sudaryono, dari SPPG 3T Negeri Bayu Muslimin, Tapian Dolok, Kabupaten Simalungun, Rabu (14/10/2026).

Peresmian tersebut merupakan bagian dari pembukaan 1.400 SPPG secara serentak oleh BGN di berbagai wilayah Indonesia. Dari jumlah tersebut, sebanyak 232 SPPG berada di Sumut, termasuk 59 SPPG di wilayah 3T yang tersebar di 27 kabupaten/kota.

Surya menegaskan, keberadaan SPPG diharapkan mampu memperluas akses masyarakat terhadap pemenuhan gizi, khususnya bagi anak-anak sekolah, tanpa terkendala kondisi geografis maupun jarak tempat tinggal.

"Manfaat program ini diharapkan dapat dirasakan secara merata oleh masyarakat, tanpa terkendala oleh lokasi tempat tinggal maupun kondisi geografis," ujarnya.

Menurut Surya, peresmian SPPG harus diikuti dengan pelayanan yang konsisten dan berkelanjutan. Keberhasilan program tidak hanya ditentukan oleh ketersediaan fasilitas, tetapi juga kualitas pengelolaan serta pelayanan yang diberikan setiap hari.

Sementara itu, Kepala BGN Sudaryono menyampaikan, peresmian 1.400 SPPG tersebut merupakan tahap kedua. Sebelumnya, BGN telah meresmikan 480 SPPG di 16 provinsi wilayah timur Indonesia.

da tahap kedua ini, BGN memprioritaskan pembukaan SPPG di wilayah dengan prevalensi stunting kategori tinggi dan sangat tinggi, termasuk daerah 3T.


"Kami mohon dukungan terus. Kita akan terus prioritaskan SPPG di wilayah 3T dan wilayah dengan tingkat stunting tinggi dan tinggi sekali," ucapnya.

Sudaryono juga menekankan pentingnya keterlibatan kepala daerah beserta perangkat daerah dalam mengawasi pelaksanaan program, termasuk memberikan rekomendasi apabila ditemukan fasilitas maupun pelayanan SPPG yang belum memenuhi standar.

"Kalau IPA dan fasilitas, higienis, tidak sesuai mohon rekomendasi disampaikan. Rekomendasi kepala daerah pasti menjadi acuan kami, kami ingin kepala daerah trlibat dan keterlibatan perangkat daerah juga sangat diharapkan," ucapnya.

Usai mengikuti peresmian, Wagub Surya meninjau langsung fasilitas SPPG 3T Negeri Bayu Muslimin. Peninjauan dilakukan mulai dari ruang ompreng, ruang persiapan, hingga ruang memasak untuk melihat kesiapan fasilitas pelayanan pemenuhan gizi tersebut.

Kehadiran SPPG di wilayah 3T juga mendapat sambutan positif dari masyarakat. Salah seorang orangtua siswa, Nursiah Kurniati, mengaku antusias dengan program tersebut. Ia berharap kedua anaknya yang saat ini duduk di kelas I dan V SD semakin bersemangat mengonsumsi makanan bergizi melalui program MBG.

"Kalau di rumah anak-anak kan sudah makan. Kalau disekolah makannya ramai kawan-kawannya, jadikan tambah selera makan," pungkasnya. (bundo)




Medan | Indonesia Berkibar News
- Pemko Medan melalui Dinas Lingkungan Hidup memantau perkembangan kualitas udara menyusul sebaran kabut asap lintas batas yang terbawa angin ke wilayah Sumatera Utara. Berdasarkan data Stasiun Pemantauan Kualitas Udara (AQMS) per Rabu(14/10/2026)  pukul 07.00 WIB, kualitas udara di kawasan Jalan Pinang Baris, Medan Sunggal, masuk kategori Tidak Sehat dengan Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU) 136. Sementara itu, kawasan Jalan Jenderal Besar A.H. Nasution, Medan Johor, berada pada kategori Sedang dengan ISPU 83.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Medan, Melvi Marlabayana, mengatakan pemantauan kualitas udara terus menjadi perhatian menyusul perubahan kondisi udara akibat sebaran kabut asap dari wilayah lain di Pulau Sumatera.

Ia menjelaskan, zona biru menunjukkan kualitas udara yang masih dapat diterima bagi kesehatan manusia, hewan, dan tumbuhan. Sementara itu, zona kuning menandakan kondisi udara yang dapat merugikan kesehatan.

Melvi menyebutkan, sebaran kabut asap lintas batas tersebut berasal dari wilayah lain di Pulau Sumatera yang terbawa angin. Kondisi ini berkaitan dengan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di beberapa wilayah pulau Symatera serta dipengaruhi faktor cuaca dan pergerakan angin.

Data AQMS pukul 07.00 WIB menunjukkan polutan dominan di kawasan Jalan Pinang Baris adalah PM2.5 dengan angka 136, disusul PM10 sebesar 84 dan SO2 sebesar 58. Adapun di Jalan Jenderal Besar A.H. Nasution, polutan dominan adalah PM10 dengan angka 83.

Merespons kondisi tersebut, Melvi mengimbau masyarakat mengurangi aktivitas di luar ruangan, terutama saat udara tampak pekat atau jarak pandang menurun. Warga juga disarankan menggunakan masker standar jika terpaksa beraktivitas di luar rumah.(bundo)

13 Oktober 2026

 




Nagan Raya | Indonesia Berkibar News
– Keberadaan empat batang pohon mati di tepi Jalan Nasional Lintas Barat Selatan (Barsela) Aceh, tepatnya di Kecamatan Tadu Raya, Kabupaten Nagan Raya, menjadi perhatian warga karena dinilai mengancam keselamatan pengguna jalan.


Berdasarkan pantauan di lokasi, Selasa sore (13/10/2026), keempat pohon tersebut dalam kondisi kering, tanpa daun, dengan batang rapuh. Rinciannya, satu batang berada di Gampong Alue Bata dan tiga batang lainnya di Gampong Babah Dua. Posisinya miring ke arah badan jalan dan berada di kawasan tikungan.


Warga menilai keberadaan pohon mati tersebut sangat rawan tumbang, terutama saat cuaca buruk seperti hujan lebat disertai angin kencang, sehingga berpotensi mengganggu arus lalu lintas dan membahayakan pengendara di jalur nasional tersebut.


Menurut warga setempat, Ani, kondisi tersebut sudah berlangsung cukup lama dan kian mengkhawatirkan. “Jika tumbang, selain menimpa pengendara, pohon juga berpotensi memutuskan jaringan listrik dan mengganggu aktivitas kami,” ujar Ani.


Ia menambahkan, “Saat ini sedang musim hujan dan angin, Bang, jadi kekhawatiran kami semakin bertambah, apalagi bila malam hari. Kami tidak tahu harus mengadu kepada Keuchik atau Camat, yang kami tahu pohon mati tersebut mengancam pengguna jalan,” cetusnya.


Menindaklanjuti kondisi itu, warga meminta Camat Tadu Raya segera melakukan pengecekan di lapangan dan berkoordinasi dengan pihak terkait mengenai keberadaan pohon mati di lintasan Jalan Barsela tersebut.


Menurut warga, permintaan agar Camat segera berkoordinasi merupakan langkah antisipasi yang sangat krusial demi keselamatan publik, mengingat lintasan tersebut merupakan jalur utama dengan mobilitas tinggi di Kabupaten Nagan Raya.


Adapun koordinasi yang diharapkan segera dibangun oleh pihak kecamatan meliputi Dinas Lingkungan Hidup (DLH) selaku instansi teknis pengelola ruang terbuka hijau, PLN untuk mengantisipasi potensi korsleting apabila dahan berada dekat jaringan listrik, serta Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) guna menyiagakan tim evakuasi darurat jika sewaktu-waktu terjadi insiden pohon tumbang.


Secara terpisah, Camat Tadu Raya yang dikonfirmasi mengatakan akan segera berkoordinasi dengan pemerintah desa setempat. “Segera kita koordinasi dengan Keuchik Gampong Alue Bata untuk mengambil tindakan dalam bentuk apa penanganannya, supaya tidak terjadi hal-hal yang tidak baik bagi pengguna jalan,” tandasnya.


Di sisi lain, warga juga berharap Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Nagan Raya dapat memberikan pendampingan, melakukan pemeliharaan berkala terhadap pohon pelindung di sepanjang jalan nasional, serta mengimbau kepada semua pihak agar tidak memaku maupun memasang spanduk dalam bentuk apa pun pada batang pohon, demi menjaga fungsi ekologis, kelestarian, dan keasrian lingkungan.


Hingga berita ini diturunkan, upaya konfirmasi kepada DLH Kabupaten Nagan Raya terkait harapan dan permohonan warga tersebut  dan pihak terkait lainnya masih terus diupayakan. (M. Has)


Ket Foto: Kondisi salah satu dari empat batang pohon mati yang kering tanpa daun si Jalan Nasional Lintas Barat Selatan (Barsela) di Kecamatan Tadu Raya, Selasa (13/10/2026).

 


Medan | Indonesia Berkibar News -
Kepala Kepolisian Daerah Sumatera Utara Irjen Pol. Sonny Irawan, S.I.K., M.H., bersama Wakapolda Sumut Brigjen Pol. Naek Pamen Simanjuntak dan sejumlah pejabat utama Polda Sumut melakukan silaturahmi ke Kantor Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara (Kejati Sumut), Selasa (13/10/2026).

Kunjungan tersebut menjadi bagian dari upaya mempererat hubungan kelembagaan sekaligus memperkuat sinergi antara Polda Sumut dan Kejati Sumut dalam mendukung penegakan hukum yang profesional, transparan, dan berkeadilan di wilayah Sumatera Utara.

Kabid Humas Polda Sumut Kombes Pol. Dr. Ferry Walintukan, S.I.K., S.H., M.H., mengatakan silaturahmi tersebut merupakan langkah positif untuk menjaga komunikasi dan meningkatkan koordinasi antara kepolisian dan kejaksaan sebagai unsur penting dalam sistem peradilan pidana.

“Bapak Kapolda Sumut menekankan pentingnya menjaga sinergi dan komunikasi yang baik antarlembaga penegak hukum. Melalui silaturahmi ini, diharapkan koordinasi antara Polda Sumut dan Kejati Sumut semakin kuat dalam mendukung pelaksanaan tugas serta memberikan kepastian hukum dan rasa keadilan bagi masyarakat,” ujarnya.

Ia menyampaikan, hubungan yang harmonis antara kepolisian dan kejaksaan merupakan salah satu faktor penting dalam mewujudkan penegakan hukum yang efektif, berintegritas, dan berorientasi pada kepentingan masyarakat.

Menurutnya, kolaborasi yang baik juga diperlukan untuk memastikan setiap proses penanganan perkara berjalan sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan, dengan tetap mengedepankan profesionalisme dan akuntabilitas.

Polda Sumut, lanjutnya, berkomitmen untuk terus membangun koordinasi dan kolaborasi dengan seluruh pemangku kepentingan, termasuk Kejati Sumut, guna menciptakan situasi keamanan dan ketertiban masyarakat yang kondusif serta mendukung pembangunan di Sumatera Utara.

Silaturahmi tersebut diharapkan semakin memperkokoh hubungan kelembagaan antara Polda Sumut dan Kejati Sumut, sekaligus memperkuat komitmen bersama dalam memberikan pelayanan hukum yang optimal kepada masyarakat.(zul)

  l


Medan | Indonesia Berkibar News
- Percepatan pembangunan Sumatera Utara tak cukup hanya mengandalkan program dan anggaran. Pemerintah Provinsi Sumatera Utara (Pemprov Sumut) juga memperkuat koordinasi dengan Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara (Kejati Sumut) untuk mengawal pelaksanaan pembangunan sekaligus mengantisipasi persoalan hukum.

Komitmen tersebut mengemuka saat Gubernur Sumut Muhammad Bobby Afif Nasution bersilaturahmi dengan Kepala Kejati Sumut Muhibuddin di Kantor Kejati Sumut, Medan, Selasa (13/10/2026). Pertemuan itu juga menjadi momentum memperkuat sinergi antarlembaga dalam mendukung program pemerintah dan pembangunan strategis daerah.

Bobby mengapresiasi kerja sama yang selama ini terjalin dengan Kejati Sumut. Menurutnya, komunikasi dan kolaborasi antarlembaga diperlukan untuk memperkuat tata kelola pemerintahan sekaligus mendukung pelaksanaan program pembangunan.

“Kolaborasi ini tentunya memperkuat pembangunan ke depan. Kami menyampaikan apresiasi yang luar biasa kepada Kejaksaan Tinggi Sumut atas kerja sama yang luar biasa, terkhusus beberapa waktu belakangan ini. Keberhasilan dan perbaikan nyata yang dilakukan kejaksaan tentu sangat membantu tugas-tugas pemerintah daerah,” ujar Bobby.

Ia berharap sinergi tersebut terus diperkuat agar pelaksanaan program pemerintah berjalan sesuai ketentuan dan manfaatnya dapat dirasakan masyarakat Sumatera Utara.

Sementara itu, Muhibuddin menegaskan kesiapan Kejati Sumut mendukung pembangunan daerah melalui penegakan hukum, pengawalan, dan pendampingan sesuai kewenangan kejaksaan.

“Dari aspek penegakan hukum, kami akan melakukan yang terbaik buat Sumatera Utara. Dari segi pembangunan, kami akan lakukan pengawalan dan pendampingan. Apa yang sudah kita sepakati bersama tentu akan kita pegang teguh agar pembangunan di Sumatera Utara tidak mengalami hambatan dari aspek hukum,” tegas Muhibuddin.

Menurutnya, berbagai tantangan pembangunan daerah membutuhkan kerja sama lintas instansi. Karena itu, koordinasi antara Pemprov Sumut, sekretaris daerah, dan jajaran kejaksaan dinilai penting untuk menyelesaikan persoalan secara terpadu.

Melalui kolaborasi tersebut, Pemprov Sumut dan Kejati Sumut berharap program pembangunan dapat berjalan lebih tertib, transparan, dan akuntabel. 

Pengawalan hukum juga diharapkan membantu mencegah persoalan yang berpotensi menghambat pelaksanaan proyek, sehingga pembangunan dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.(bundo)

  


Medan | Indonesia Berkibar News  
-  Kepala Kepolisian Daerah Sumatera Utara Irjen Pol. Sonny Irawan, S.I.K., M.H., melaksanakan silaturahmi dengan Panglima Kodam I/Bukit Barisan di Markas Kodam I/Bukit Barisan, Sumatera Utara, sebagai upaya mempererat hubungan kelembagaan dan memperkuat sinergi TNI-Polri dalam menjaga stabilitas keamanan di wilayah Sumatera Utara.

Silaturahmi tersebut menjadi momentum untuk memperkuat komunikasi, koordinasi, dan kerja sama antara Polda Sumut dan Kodam I/Bukit Barisan dalam menghadapi berbagai tantangan keamanan serta menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat agar tetap aman dan kondusif.

Kabid Humas Polda Sumut Kombes Pol. Dr. Ferry Walintukan, S.I.K., S.H., M.H., mengatakan silaturahmi tersebut mencerminkan komitmen Polda Sumut untuk terus membangun hubungan yang harmonis dengan jajaran TNI sebagai mitra strategis dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat.

“Bapak Kapolda Sumut menekankan pentingnya memperkuat sinergi dan soliditas TNI-Polri. Komunikasi serta koordinasi yang baik menjadi kunci dalam menjaga stabilitas keamanan, menciptakan situasi yang kondusif, dan memberikan rasa aman kepada masyarakat,” ujarnya.

Ia menyampaikan, sinergi TNI-Polri merupakan salah satu fondasi penting dalam menjaga keutuhan bangsa, memelihara persatuan, serta memastikan masyarakat dapat menjalankan aktivitas sehari-hari dengan aman dan nyaman.

Menurutnya, kerja sama yang solid antara Polda Sumut dan Kodam I/Bukit Barisan juga diperlukan untuk mendukung berbagai program pemerintah dan mengantisipasi potensi gangguan keamanan melalui langkah-langkah yang terkoordinasi.

Polda Sumut, lanjutnya, berkomitmen untuk terus memperkuat kolaborasi dengan TNI serta seluruh elemen masyarakat guna menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat di Sumatera Utara.

Melalui silaturahmi tersebut, diharapkan hubungan baik dan soliditas TNI-Polri semakin kokoh sehingga mampu mendukung pelaksanaan tugas masing-masing secara profesional serta memberikan pengabdian terbaik bagi masyarakat, bangsa, dan negara.(zul)





Medan | Indonesia Berkibar News
- Wali Kota Medan, Rico Tri Putra Bayu Waas, memberikan apresiasi tinggi atas inisiatif positif jajaran MPC Pemuda Pancasila Kota Medan menggelar Turnamen Football Cup dalam rangka Hut ke-67 Pemuda Pancasila di Stadion Kebun Bunga, Selasa (13/10/2026).

Rico Waas berpendapat, Pemuda Pancasila tidak hanya menunjukkan keunggulan dalam berorganisasi, tetapi juga membuktikan kepedulian terhadap pembinaan olahraga dan semangat kekeluargaan.

"Atas nama Pemko Medan dan saya pribadi, saya menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada Pemuda Pancasila Kota Medan. Kegiatan positif seperti ini tidak hanya membangun sportivitas dan semangat perjuangan, tetapi juga mempererat kekeluargaan," ujar Rico Waas.

Rico Waas juga berpesan agar seluruh peserta yang bertanding dapat menjaga nama baik organisasi dengan menjunjung tinggi kejujuran di lapangan.

"Tunjukkan bahwasanya Pemuda Pancasila bisa bermain dengan sportif. Kekeluargaan itu penting, agar ke depan kader Pemuda Pancasila semakin solid untuk bersama-sama membangun kota Medan yang lebih baik," tambahnya.

Sementara itu, ​Ketua MPC Pemuda Pancasila Kota Medan, Muhammad Rahmaddian Shah, menegaskan bahwa turnamen kali ini diikuti sebanyak 27 tim yang terdiri dari perwakilan MPC, Koti, BPH, Sapma, hingga pimpinan anak cabang (PAC) se-Kota Medan.

​Rahmaddian juga mewanti-wanti seluruh Ketua PAC yang hadir untuk bertanggung jawab penuh atas perilaku tim masing-masing.

"Ini pertandingan untuk menjalin silaturahmi dan mempererat solidaritas sesama kader, bukan ajang keributan. Tolong junjung tinggi sportivitas," pungkasnya.

Turut hadir dalam pembukaan turnamen itu Ketua DPRD Kota Medan Wong Chun Sen, Sekretaris MPW Pemuda Pancasila Sumatera Utara Ikbal Hanafi Hasibuan, Kadispora Kota Medan Tengku Chairuniza, serta sejumlah pengurus Pemuda Pancasila Kota Medan.(bundo)

Diberdayakan oleh Blogger.