SINERGI KEBIJAKAN UNTUK EKONOMI KEUANGAN DIGITAL YANG BERDAMPAK
Jakarta | Indonesia Berkibar News - Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono mengapresiasi inovasi Bank Indonesia dan ASPI, yaitu QRIS dan BI-FAST, yang hadir memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
Namun, digitalisasi tidak berhenti di situ. “Digitalisasi adalah pintu masuk transformasi. Tapi transformasi tidak berhenti di digitalisasi. Pertanyaan besarnya, apakah menghadirkan kesejahteraan yang berkeadilan dan berkelanjutan," ujar Agus.
Ekonomi dan keuangan digital membutuhkan infrastruktur yang menghubungkan manusia, wilayah, pasar, dan pusat-pusat pertumbuhan. Dengan dukungan infrastruktur digital yang cepat, serta terkoneksi dan terintegrasi dengan infrastruktur fisik, transformasi digital akan mampu menghasilkan ekonomi yang semakin produktif, masyarakat yang semakin terhubung, dan pembangunan yang semakin merata.
Gubernur Bank Indonesia, Destry Damayanti, menegaskan pentingnya sinergi kebijakan agar transformasi digital memberikan dampak nyata bagi perekonomian dan masyarakat.
“Kami mengusung semangat Satu Nusa, Satu Bangsa, dan Satu Bahasa untuk menyatukan infrastruktur digital nasional, menghubungkan sektor usaha, sektor keuangan, dan pemerintah, serta membangun standar agar seluruh ekosistem terkoneksi dan berbicara dalam bahasa yang sama," ujar Destry.
Transformasi tersebut diperkuat dengan prinsip 3I—Impactful, Inklusif, dan Integratif agar digitalisasi memberikan manfaat nyata, memperluas akses masyarakat, dan membangun ekosistem yang semakin terkoneksi. Prinsip ini juga didukung Sinergi Merah Putih yang erat antara Bank Indonesia dengan Pemerintah, asosiasi dan pelaku industri sistem pembayaran, dan seluruh masyarakat.
FEKDI X IFSE 2026, GEBYAR TRANSFORMASI DIGITAL NASIONAL
Penyelenggaraan FEKDI x IFSE 2026 turut memayungi berbagai inisiatif strategis pengembangan EKD, termasuk Program Pelatihan Digital Talenta Berdaya dan Berkarya (DIGDAYA) yang menjadi bagian dari Program Inovasi Digital Indonesia (PIDI). Inisiatif PIDI dimaksud diwujudkan dalam penyelenggaraan Digital Talent Expo pada FEKDI x IFSE 2026 yang menjadi puncak kompetisi inovasi dan showcasing talenta digital nasional bersinergi dengan otoritas dan pelaku industri.
Selain itu, Program Akselerasi OJK Infinity juga hadir mengedukasi tentang berbagai program akselerasi ekosistem keuangan digital. Gelaran FEKDI x IFSE 2026 ini juga menjadi momen edukasi tentang Digitalisasi Perlindungan Sosial dan InaGOV yang merupakan portal layanan digital Aparatur Sipil Negara (ASN).
FEKDI x IFSE 2026 berlangsung selama tiga hari, pada 24–26 September 2026 di JICC Jakarta, dengan fokus penguatan sinergi nasional pada hari pertama, pengembangan talenta dan inovasi digital pada hari kedua, serta penguatan konektivitas EKD antarnegara pada hari ketiga.
Masyarakat dapat mengikuti berbagai seminar, talkshow, showcase inovasi teknologi, digital experience, dan sesi jejaring. FEKDI x IFSE 2026 diharapkan tidak hanya menjadi ajang showcase dan kolaborasi, tetapi juga ruang yang mempertemukan kebijakan, inovasi, talenta, serta kebutuhan nyata industri dan masyarakat untuk mempercepat transformasi EKD Nasional.(torong)






