12 Februari 2026

 



Jakarta | Indonesia Berkibar News - Polri menggelar kegiatan bertajuk "Konsolidasi Asesor Assessment Center Polri Tahun 2026" di Hotel Grand Sahid Jaya, sebagai tema "Penguatan Assessment Center Polri sebagai Komponen Utama dalam Pembinaan Karier untuk Mewujudkan SDM yang Unggul", kegiatan ini menjadi momentum penting menyelaraskan persepsi para penguji kompetensi di seluruh Indonesia.


Acara dibuka secara resmi Kepala Biro Pembinaan Karier SSDM Polri, Brigjen Pol Langgeng Purnomo mewakili Asisten Kapolri bidang SDM. 


Melalui sambutan As SDM Kapolri yang dibacakan Brigjen Langgeng, As SDM menekankan Polri terus mematangkan langkah transformasi reformasi menuju organisasi yang modern dan profesional melalui tata kelola personel yang lebih transparan dan akuntabel.


" Sebagai penguatan sistem meritokrasi melalui assessment center yang multi-tools dan multi-assessor untuk pembinaan karier anggota Polri agar terpilih personel Polri yang berintegritas berkompeten di tengah dinamika tantangan global yang kian kompleks", papar Brigjen Langgeng.


Sebagai instrumen vital dalam mewujudkan transformasi tersebut, Polri mengoptimalkan peran Assessment Center. Fasilitas ini menjadi "filter" strategis untuk mengukur kompetensi manajerial para calon pemimpin Polri di berbagai tingkatan. 


Melalui metodologi yang saintifik dan objektif, Assessment Center memastikan bahwa setiap jabatan diemban oleh personel yang tepat (right man on the right place), sekaligus menghapus stigma subjektivitas dalam jenjang karier kepolisian.


"Tahun 2026 ini, Polri memperkuat meritokrasi pembinaan karier melalui Assessment Center, sehingga konsolidasi ini diperlukan untuk analisa evaluasi perbaikan ke depan yang lebih baik. Visi besar untuk mewujudkan SDM unggul tidak hanya bagi internal Polri, tetapi juga bagi seluruh bangsa Indonesia," ucap Langgeng.


Kegiatan yang turut menghadirkan narasumber eksternal dari Perkumpulan Assessment Center Indonesia dengan memberikan perspektif profesional mengenai standar penilaian terkini. 


Hadir Kabagpenkompeten, Karo SDM Polda jajaran dan seluruh assessor Polri baik secara fisik maupun daring, Kamis (12/2/2026) 


Sejak dirintis pada tahun 2009, Assessment Center Polri telah menunjukkan lompatan besar. Hingga tahun 2025, Polri tercatat memiliki 1.763 asesor yang tersebar di seluruh tanah air. Capaian ini diperkuat dengan Akreditasi "A" dari BKN, sertifikasi internasional ISO 9001:2015, hingga deretan Rekor MURI untuk kategori pelatihan asesor dan jumlah asesi terbanyak dalam 15 tahun.


Kepercayaan lembaga di luar Polri pun meningkat, jika pada 2021 hanya terdapat 18 instansi mitra, pada tahun 2025 jumlahnya melonjak menjadi lebih dari 50 instansi dengan total lebih dari 2.500 asesi eksternal. Sebagai bentuk apresiasi, dalam acara ini juga diberikan berupa penghargaan kepada Polda-polda berprestasi yang mampu menjaga kualitas penilaian, baik di lingkup internal maupun layanan eksternal.


"Assessment Center Polri berkomitmen untuk terus menyempurnakan sistem, menguatkan metodologi dan menjaga integritas dalam setiap proses asesmen guna melahirkan kader-kader pimpinan bangsa yang unggul, berintegritas dan profesional demi masa depan Indonesia," tutupnya. (P Simbolon)

 


Medan | Indonesia Berkibar News - Tim Percepatan dan Perluasan Digitalisasi Daerah (TP2DD) Provinsi Sumatera Utara (Sumut) menyelenggarakan High Level Meeting (HLM) guna memperkuat sinergi dan koordinasi seluruh pemangku kepentingan untuk percepatan digitalisasi daerah 2026 yang dilaksanakan di Hotel Santika Dyandra Convention Centre, Medan.


Pertemuan strategis ini dipimpin langsung oleh Sekretaris Daerah Provinsi (Sekda) Sumut, Sulaiman Harahap, S.H., M.SP, CGCAE, CFRA, dan dihadiri oleh Bank Indonesia Provinsi Sumatera Utara, Walikota Tebing Tinggi, Bupati Karo, Sekretaris Daerah Kabupaten/Kota, Kepala Bapenda dan BKAD Kabupaten/Kota se-Sumatera Utara, serta Direksi PT Bank Sumut.


Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia (KPw  BI) Provinsi Sumatera Utara, Didit Widiana, melalui sambutannya menyoroti tren positif transaksi non-tunai di Sumut  yang terus tumbuh hingga Triwulan IV 2025 dan menyampaikan apresiasi atas pencapaian pemerintah daerah di Sumatera Utara dalam ajang Championship TP2DD 2025 dalam hal ini Juara 1 TP2DD Terbaik Tingkat Kabupaten Wilayah Sumatera (kabupaten Deli Serdang), Juara 2 TP2DD Terbaik Tingkat Provinsi Wilayah Sumatera (Provinsi Sumatera Utara), dan Juara 2 TP2DD Terbaik Tingkat Kota Wilayah (Kota Medan).


Lewat sambutannya, ditambahkan juga bahwa Bank Indonesia, sebagai bagian dari TP2DD, berkomitmen untuk terus berkolaborasi mendorong perluasan elektronifikasi transaksi Pemerintah Daerah (ETPD). Kolaborasi tersebut diwujudkan melalui inisiatif strategis seperti Capacity Building, sosialisasi, penguatan User Experience (UX) QRIS, serta implementasi Kartu Kredit Indonesia (KKI) segmen pemerintah.


Pada sesi pemaparan strategi, Asisten Direktur Bank Indonesia Provinsi Sumatera Utara, Angsoka Y. Paundralingga, menjelaskan bahwa Indeks ETPD Sumatera Utara pada Semester 1-2025 telah mencapai 94,49%, lebih tinggi dari rata-rata nasional sebesar 90,40% dengan seluruh Pemda di Sumut kini masuk kategori digital, Kamis (12/02/2026)


Namun, tantangan ke depan Adalah perlunya optimalisasi kanal pembayaran digital juga implementasi KKI yang merata di seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD).


Sementara itu, Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Provinsi Sumatera Utara, Ir. Ardan Noor, M.M., melaporkan keberhasilan program "Gebyar Pajak Non Tunai" mendorong masyarakat menggunakan QRIS untuk membayar Pajak Kendaraan Bermotor (PKB) dan memaparkan laporan kinerja TP2DD Sumut Tahun 2025 serta rencana tindak lanjut 2026. 


Selain itu  ditekankan mengenai pentingnya peta jalan (roadmap) implementasi yang mencakup fase persiapan hingga perluasan layanan untuk meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) secara transparan.


Dukungan infrastruktur digital juga dipertegas oleh PT Bank Sumut. 


Bank Sumut menyatakan kesiapannya memfasilitasi QRIS Dinamis dan Kartu Kredit Pemerintah Daerah (KKPD/KKI). Solusi QRIS Dinamis ini memungkinkan rekonsiliasi real-time dengan akurasi 100% dan Merchant Discount Rate (MDR) 0% untuk transaksi pemerintah.


Puncak acara ditandai dengan pembacaan Komitmen Tindak Lanjut Sinergi Penguatan TP2DD Tahun 2026 oleh Sekretaris Daerah Provinsi Sumatera Utara, Sulaiman Harahap. Tiga poin utama komitmen tersebut adalah:


1. Optimalisasi Penerimaan Daerah secara Non-Tunai: Seluruh Pemerintah Daerah berkomitmen memperluas kanal pembayaran non-tunai khususnya pada kanal digital (QRIS, E-commerce, Mobile Banking) untuk pajak dan retribusi daerah, sehingga PAD dapat meningkat dengan lebih transparan dan akuntabel.

2. Intensifikasi Penggunaan KKI Segmen Pemerintah pada Belanja Daerah: Pemerintah daerah bersama Bank Sumut sepakat memastikan ketersediaan infrastruktur kanal non-tunai, sekaligus mempercepat penyusunan dan implementasi regulasi daerah (Perkada/PKS) guna mendukung penggunaan Kartu Kredit Indonesia (KKI).

3. Akselerasi Penyusunan Roadmap ETPD dan Rencana Aksi 2026-2030: Seluruh Pemerintah Daerah berkomitmen untuk mengakselerasi penyusunan Roadmap ETPD dan Rencana Aksi 2026–2030 sebagai landasan penguatan dan keberlanjutan implementasi elektronifikasi transaksi daerah.


Sinergi yang terjalin dalam HLM TP2DD ini menjadi momentum krusial bagi Sumatera Utara untuk melangkah menuju era baru tata kelola pemerintahan yang terdigitalisasi. 



Dengan komitmen penuh terhadap peta jalan digitalisasi 2026-2030 dengan implementasi masif Kartu Kredit Indonesia (KKI), TP2DD optimis dapat mewujudkan ekosistem keuangan daerah yang transparan, akuntabel, dan inklusif, yang pada akhirnya bermuara pada peningkatan kemandirian fiskal dan kesejahteraan masyarakat Sumut. (torong)

 


Samosir | Indonesia Berkibar News - Bupati Samosir Vandiko T. Gultom menegaskan bahwa peningkatan kinerja OPD yang berkomitmen melampaui pencapaian target Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kabupaten Samosir Tahun Anggaran 2026.


Hal itu dibenarkan saat memimpin penandatanganan Perjanjian Kinerja Pimpinan OPD di lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Samosir dan  Surat Pernyataan kesanggupan melampaui pencapaian target PAD. 


Ada 36 pimpinan OPD menandatangani Perjanjian Kinerja, 19 OPD juga menandatangani Surat Pernyataan Kesanggupan Melampaui Pencapaian Target PAD di Aula Kantor Bupati Samosir, ikut hadir Sekdakab, Asisten II, Asisten III.  


Melalui arahannya, Vandiko menekankan bahwa perjanjian kinerja dan target PAD bukan untuk mencari kesalahan, melainkan sebagai komitmen bersama  lebih semangat, terukur, dan berdampak bagi masyarakat.


“Perjanjian kinerja dan target PAD ini bukan bermaksud mencari kesalahan, tetapi sebagai komitmen bersama untuk lebih semangat mencapai target,” papar. 


Vandiko meminta seluruh OPD mengeksekusi program secara maksimal sepanjang tahun 2026, tidak hanya berpatokan pada program yang ada, tetapi juga mampu berkreasi dan menyusun langkah ke depan, termasuk aktif berkoordinasi dengan pemerintah provinsi dan pusat guna memperoleh tambahan anggaran.


Lanjut Dia, menargetkan kontribusi PAD minimal 20 persen dari APBD agar ruang fiskal daerah semakin longgar pada tahun 2027. Menurutnya, tanpa terobosan dan sinergi, pembangunan akan berjalan stagnan. Ia juga mengingatkan pentingnya profesionalisme, jejaring kerja, pendelegasian tugas, serta menyingkirkan ego sektoral demi pelayanan masyarakat. 


Sementara itu, Wakil Bupati (Wabup) Ariston Tua Sidauruk menyampaikan bahwa perjanjian kinerja serta kesanggupan melampaui target PAD merupakan pintu masuk membangun komitmen bersama untuk mewujudkan visi dan misi Bupati dan Wakil Bupati, yakni Samosir unggul, inklusif, dan berkelanjutan.


“Ini bukan sekadar tanda tangan. Ini awal komitmen kinerja yang harus dikawal sampai finis dan berdampak bagi masyarakat,” tegasnya. 


Asisten Administrasi Umum Setdakab Samosir, Arnod Sitorus, melaporkan bahwa penandatanganan perjanjian kinerja bertujuan memastikan target kinerja OPD terukur, program berorientasi hasil, serta menjadi tolok ukur pencapaian sasaran strategis pemerintah daerah. (P Simbolon)

 


Rantau Prapat  Indonesia Berkibar News - Komitmen menghadirkan energi berkeadilan terus diwujudkan oleh PT PLN (Persero) Unit Induk Distribusi (UID) Sumatera Utara melalui kolaborasi bersama Yayasan Baitul Maal (YBM) PLN dalam Program Light Up The Dream (LUTD).


Program ini menjadi wujud nyata kepedulian sosial PLN dalam menghadirkan penyambungan listrik gratis bagi masyarakat kurang mampu di wilayah kerja PLN UP3 Kabupaten Rantauprapat.


Sebanyak 50 keluarga prasejahtera menjadi penerima manfaat LUTD pada Februari 2026. Hingga 11 Februari 2026, sebanyak 32 pelanggan telah berhasil disambungkan dan kini menikmati listrik secara resmi dan aman. 


Sementara itu, 18 pelanggan lainnya tengah proses penyambungan bertahap yang ditargetkan rampung hingga akhir Februari 2026.


Penerima manfaat tersebar di sejumlah Unit Layanan Pelanggan (ULP), antara lain ULP Aek Nabara, ULP Simpang Kawat, ULP Aek Kota Batu, ULP Aek Kanopan, ULP Tanjung Balai, ULP Labuhan Bilik, dan ULP Rantauprapat Kota, Kamis (12/02/2026) 


Program LUTD tersebut merupakan donasi sukarela insan PLN dengan menyisihkan sebagian penghasilannya untuk membantu masyarakat memperoleh akses listrik secara resmi. 


Selain penyambungan listrik gratis, PLN juga menyerahkan bingkisan sebagai bentuk empati dan perhatian kepada keluarga penerima manfaat.


Salah satu penerima manfaat, Ibu Juli, menyampaikan rasa syukur atas hadirnya listrik di rumahnya.


“Saya sangat bersyukur dan berterima kasih kepada PLN. Saya tidak menyangka akhirnya rumah kami bisa menikmati listrik sendiri. Kini anak-anak bisa belajar lebih nyaman di malam hari,” ucapnya haru.


Manager PLN UP3 Rantauprapat, Dwita A.S., menegaskan bahwa program LUTD tidak hanya menghadirkan terang secara fisik, tetapi juga membuka peluang peningkatan kesejahteraan masyarakat.


“Kami berharap seluruh penerima manfaat dapat memanfaatkan dengan baik bantuan yang diberikan. Kehadiran listrik diharapkan menjadi awal tumbuhnya produktivitas dan kualitas hidup yang lebih baik bagi masyarakat,” papar Dwita.


Secara terpisah, General Manager PLN UID Sumatera Utara, Mundhakir, menegaskan bahwa LUTD merupakan bagian dari komitmen PLN  mendukung pemerataan akses energi pembangunan berkelanjutan di Sumatera Utara (Sumut).


“Program mencerminkan semangat keadilan energi. Ketika satu rumah menyala, di situlah harapan tumbuh. PLN berkomitmen memastikan setiap proses penyambungan dilakukan sesuai standar dengan keselamatan, ketenagalistrikan, dan tata kelola perusahaan yang baik,” ungkap Mundhakir.


Melalui Light Up The Dream, PLN UID Sumatera Utara terus memperkuat perannya menghadirkan listrik yang aman, andal, dan berkeadilan. Terang yang hadir tidak hanya menerangi rumah, tetapi juga menyalakan asa, membuka peluang ekonomi, serta mendukung peningkatan kualitas pendidikan juga kesejahteraan masyarakat di Sumut. (JBR/66)

Teks Poto: Ceremony Penyalaan Listrik  program pasang baru listrik gratis Light Up The Deam di UP3 Rantau Prapat.(JBR/66)


Aceh Besar | Indonesia Berkibar News
- PT PLN (Persero) Unit Induk Pembangunan Sumatera Bagian Utara (UIP Sumbagut) melaksanakan Penanaman Rehabilitasi Daerah Aliran Sungai (DAS) sebagai bagian dari pemenuhan kewajiban Izin Pinjam Pakai Kawasan Hutan (IPPKH) SK Nomor 103. 


Kegiatan ini dilaksanakan di Desa Siron, Krueng, Kabupaten Aceh Besar. Acara yang dihadiri perwakilan PLN UIP Sumbagut, antara lain Officer Perizinan Johan Martsa Gersang dan Bagus Priyardo Purba, serta stakeholder terkait, yakni Kepala Seksi Kesatuan Pengelolaan Hutan (KPH) Wilayah I Aceh Besar, Ardiansyah, dan Kepala Seksi Operasional Konsultan Penanaman PT Surveyor Indonesia, Ridho Lubis.


Penanaman Rehabilitasi DAS ini merupakan wujud komitmen PLN sebagai pemegang IPPKH SK 103 dalam melakukan rehabilitasi DAS seluas 70 hektare. Hingga saat ini, PLN telah merealisasikan penanaman sebanyak 300 batang pohonyang terdiri dari jenis cendana, kayu putih, dan jamblang. Seluruh proses penanaman direncanakan akan diselesaikan pada Semester I 2026, Kamis (12/02/2026) 


Kepala Seksi Operasional Konsultan Penanaman PT Surveyor Indonesia, Ridho Lubis, menyampaikan bahwa pihaknya akan terus mendukung PLN dalam pelaksanaan program lingkungan.


“PT Surveyor Indonesia sebagai konsultan yang ditunjuk oleh PLN berkomitmen mendukung program kerja PLN dalam rangka pelestarian hutan dan lingkungan secara berkelanjutan,” ungkapnya. 


Sementara itu, Kepala Seksi KPH Wilayah I Aceh Besar, Ardiansyah, mengapresiasi pelaksanaan program Rehabilitasi DAS yang dilakukan oleh PLN.


“Kami mengapresiasi kinerja PLN dalam pelaksanaan rehabilitasi DAS dan akan terus melakukan pengawasan agar program ini berjalan sesuai dengan ketentuan yang berlaku,” imbuhnya. 


General Manager PLN UIP Sumbagut, Dewanto, menegaskan bahwa PLN secara konsisten mengintegrasikan aspek lingkungan dalam setiap pelaksanaan pembangunan infrastruktur ketenagalistrikan.


“PLN terus berkomitmen menjaga kelestarian hutan dan lingkungan melalui pelaksanaan penanaman pohon, pembuatan tata batas, pemasangan papan peringatan, serta pemberdayaan masyarakat di sekitar lokasi Rehabilitasi DAS. Hal ini merupakan bagian dari upaya PLN dalam mendukung pembangunan berkelanjutan,” tegas Dewanto.


Melalui kegiatan ini, PLN berharap pelaksanaan Rehabilitasi DAS dapat memberikan manfaat jangka panjang bagi kelestarian lingkungan, keseimbangan ekosistem, serta mendukung keberlanjutan pembangunan di wilayah Aceh Besar. (JBR/66)



Asahan | Indonesia Berkibar News - PT PLN (Persero) Unit Induk Pembangunan Sumatera Bagian Utara (UIP Sumbagut) melaksanakan Pelatihan Desa Siaga Bencana Tahun 2026 yang berlangsung pada 3–5 Februari 2026 di Desa Buntu Pane, Kecamatan Buntu Pane, Kabupaten Asahan.


Kegiatan ini merupakan bagian dari Program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) PLN dalam memperkuat kapasitas masyarakat desa dalam menghadapi potensi bencana.


Pelatihan ini dihadiri oleh Camat Buntu Pane, Moh. Ibnu Afandi, Kepala Desa Buntu Pane, Manten Aperi Simbolon, Kepala Kompi BPBD Provinsi Sumatera Utara, Daniel Dachi, serta Officer Komunikasi dan TJSL PLN UIP Sumbagut, Divo Hutabarat, bersama unsur masyarakat setempat.


Dukung Pelestarian Hutan, PLN Realisasikan Program Rehabilitasi DAS Di Aceh Besar

Selama pelaksanaan kegiatan, peserta mendapatkan pembekalan materi dan praktik lapangan yang mencakup pembentukan Tim Siaga Bencana Desa, penyusunan peta risiko bencana, pelatihan teknik evakuasi dan water rescue, serta pengelolaan dapur umum dan shelter secara efektif dan berkelanjutan. Seluruh rangkaian kegiatan ini dirancang untuk meningkatkan kesiapsiagaan dan kemandirian masyarakat desa dalam menghadapi situasi darurat bencana, Kamis (12/02/2026) 


Camat Buntu Pane, Moh. Ibnu Afandi, menyampaikan apresiasi atas sinergi yang terbangun melalui kegiatan ini. “Kami menyambut baik dan mengapresiasi pelaksanaan Pelatihan Desa Siaga Bencana oleh PLN UIP Sumbagut. Kegiatan ini memberikan manfaat nyata bagi masyarakat dalam meningkatkan kesiapsiagaan dan kemampuan menghadapi kondisi darurat,” ungkapnya.


Hal senada disampaikan Kepala Desa Buntu Pane, Manten Aperi Simbolon. “Dengan adanya pelatihan dan pembentukan Tim Siaga Bencana Desa, kami optimistis Desa Buntu Pane akan menjadi desa yang lebih siap, tangguh dan sigap dalam menghadapi berbagai potensi bencana ke depan,” tuturnya. 


General Manager PLN UIP Sumbagut, Dewanto, dalam keterangannya menyampaikan bahwa program ini merupakan wujud komitmen PLN dalam mendukung ketangguhan masyarakat.


“PLN tidak hanya berfokus pada pembangunan infrastruktur ketenagalistrikan, tetapi juga berperan aktif dalam membangun kapasitas sosial masyarakat. Melalui Pelatihan Desa Siaga Bencana ini, kami berharap masyarakat Desa Buntu Pane memiliki kesiapan, pengetahuan dan koordinasi yang baik dalam menghadapi potensi bencana,” pungkas Dewanto.


Melalui kegiatan ini, PLN UIP Sumbagut berharap terjalin sinergi yang kuat antara PLN, pemerintah daerah dan masyarakat dalam menciptakan desa yang tangguh bencana serta mendukung pembangunan berkelanjutan. (JBR/66)

  


Samosir | Indonesia Berkibar News - Kapolres Samosir AKBP Rina Sry Nirwana Tarigan, S.I.K., gelar sosialisasi aturan dan keselamatan berlalu lintas kepada para pelajar SMA/SMK HKBP Pangururan, Samosir. 


Kunjungan yang dipimpin langsung oleh Kapolres Samosir dan  didampingi Kasat Lantas AKP Natanail Surbakti, S.H, M.H, Plt. Kasat Binmas  IPDA H.L. Situmorang, serta sejumlah personel Polres Samosir dan peserta Pelajar SMA dan SMK HKBP Pangururan


Kehadiran rombongan disambut hangat oleh Kepala Sekolah SMA/SMK HKBP Pangururan, Athmen Mangatur Gunawan Naibaho, bersama para guru dan siswa.


Melalui arahannya di hadapan para pelajar, Kapolres menyampaikan motivasi sekaligus pesan penting terkait dengan keselamatan berlalu lintas. Ia menegaskan bahwa kehadiran Polres Samosir di lingkungan sekolah merupakan bentuk kepedulian terhadap generasi muda agar terhindar dari risiko kecelakaan di jalan raya.


“Kepatuhan berlalu lintas harus dimulai sejak dini. Gunakan helm standar, lengkapi surat-surat kendaraan, patuhi rambu lalu lintas, dan jangan berkendara apabila belum cukup umur atau belum memiliki SIM. Hindari pula perilaku berisiko seperti balap liar dan menggunakan ponsel saat berkendara,” tegas AKBP Rina, Kamis (12/02/2026) 


Lanjut, Kapolres Samosir menekankan bahwa disiplin berlalu lintas sebagai cerminan  karakter serta tanggung jawab seseorang, sambungnya, kebiasaan tertib sejak usia muda akan membentuk pribadi yang disiplin dalam berbagai aspek kehidupan. 


Berharap para pelajar dapat menjadi pelopor untuk keselamatan berlalu lintas di lingkungan sekolah, keluarga, dan masyarakat.


“Teruslah belajar, berprestasi, dan jaga diri dengan selalu mengutamakan keselamatan di jalan. Polres Samosir akan selalu hadir untuk melindungi, mengayomi, dan melayani masyarakat, termasuk generasi muda,” ucapnya.


Sementara itu, Kasi Humas AKP Radiaman Simarmata menjelaskan bahwa kegiatan ini bertujuan meningkatkan pemahaman siswa tentang aturan dan keselamatan berlalu lintas, menumbuhkan sikap disiplin dan tanggung jawab berkendaraan, serta mencegah pelanggaran dan kecelakaan lalu lintas yang melibatkan pelajar. 


Selain itu, kegiatan ini juga untuk mempererat kemitraan antara Polres Samosir dan pihak sekolah dalam pembinaan generasi muda. 


Sekira pukul 08.15 WIB, kegiatan kunjungan dan sosialisasi berakhir. Seluruh rangkaian kegiatan berlangsung aman, tertib, dan kondusif. (P Simbolon)

Diberdayakan oleh Blogger.