18 September 2026

 




Samosir| Indonesia Berkibar News  - Bupati Samosir Vandiko Timotius Gultom bersama 33 kepala daerah se-Sumatera Utara menandatangani komitmen bersama dengan KPK di Medan,  sebagai langkah konkret membangun pemerintahan yang bersih, transparan, dan bebas korupsi. 


Dihadiri Gubernur Sumut Bobby Nasution, Wakil Menteri Dalam Negeri, serta Pimpinan KPK Johanis Tanak, momen ini menegaskan bahwa pencegahan korupsi bukan sekadar janji, melainkan gerakan sistematis yang melibatkan seluruh elemen pemerintahan, Jumat (18/09/2026)

 

Bupati Vandiko menegaskan, pencegahan harus dimulai dari sistem — bukan hanya penindakan setelah terjadi pelanggaran. Penguatan pengawasan internal, transparansi, dan kepatuhan menjadi fondasi utama agar penyimpangan dapat dicegah sejak awal. 


Gubernur Bobby Nasution menekankan upaya ini harus berjalan komprehensif, melibatkan seluruh pemangku kepentingan, karena tata kelola yang baik tidak bisa dibangun sendiri.

 

Pimpinan KPK Johanis Tanak juga menyoroti peran krusial APIP sebagai "peringatan dini" di daerah, yang perlu diperkuat kemandiriannya agar tidak mudah dipengaruhi. Wamendagri pun menegaskan APIP bukan musuh, melainkan mitra pemerintah daerah dalam memperbaiki kesalahan sebelum masuk ranah hukum. 


Komitmen ini menjadi bukti nyata: Samosir siap membangun integritas dari akar tata kelola pemerintahan. (P Simbolon)

 


Samosir | Indonesia Berkibar News - Pemerintah Kabupaten Samosir menggelar Focus Group Discussion (FGD) dalam rangka penyusunan Rencana Detail Tata Ruang (RDTR) Wilayah Perencanaan Kecamatan Pangururan Tahun 2026–2046, di Aula Kantor Bupati Samosir, Jumat (18/09/2026).

FGD ini dilaksanakan untuk menghimpun masukan, gagasan, serta memperoleh data dan informasi dari para pemangku kepentingan sebagai bahan dalam penyusunan RDTR yang lebih komprehensif. Kegiatan tersebut menghadirkan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait, pemangku kepentingan, serta tokoh masyarakat.

Asisten II Sekdakab Samosir Hotraja Sitanggang, membuka secara resmi kegiatan tersebut. Hotraja menyampaikan bahwa penyusunan RDTR membutuhkan informasi dan data yang lengkap agar perencanaan pembangunan ke depan dapat dilakukan secara maksimal serta mencerminkan kebutuhan pembangunan yang berkelanjutan.

Menurutnya, RDTR merupakan salah satu instrumen penting dalam mengarahkan pemanfaatan ruang sehingga pembangunan dapat berlangsung secara tertib, terarah, produktif, sekaligus tetap menjaga kelestarian lingkungan.

“RDTR ini menjadi peta jalan kita ke depan. Setiap jengkal ruang harus memberikan manfaat bagi masyarakat dan memiliki kejelasan peruntukan serta pola ruangnya,” ujar Hotraja.

Ia menekankan pentingnya sinkronisasi RDTR dengan berbagai dokumen perencanaan pembangunan lainnya, termasuk RPJPD, RPJMD dan rencana aksi, sehingga tidak terjadi pertentangan dalam implementasinya di masa mendatang.

“Harapan kita, RDTR yang disusun mampu menjawab perkembangan Samosir ke depan. Karena itu, peserta FGD diharapkan memberikan masukan yang konstruktif, gagasan dan usulan berdasarkan kondisi serta kebutuhan di lapangan,” katanya.

Hotraja juga menyampaikan bahwa karakteristik Kabupaten Samosir yang berada di kawasan Danau Toba membutuhkan pengaturan ruang yang kompleks, dengan tetap menjaga keseimbangan antara kepentingan ekonomi, pembangunan dan pelestarian lingkungan.

Terlebih Kecamatan Pangururan merupakan ibu kota Kabupaten Samosir sekaligus ditetapkan sebagai Pusat Kegiatan Lokal (PKL), sehingga membutuhkan penataan ruang yang jelas untuk mendukung perkembangan kawasan.

“Pangururan sebagai ibu kota kabupaten tentu memiliki dinamika dan kebutuhan pembangunan yang berbeda. Karena itu, RDTR harus mampu mengatur keseimbangan antara pertumbuhan ekonomi dan pelestarian lingkungan,” jelasnya.

Ia berharap proses penyusunan RDTR dilakukan secara serius dan partisipatif sehingga dokumen yang dihasilkan benar-benar bermanfaat bagi masyarakat dan dapat menjadi pedoman pembangunan hingga 20 tahun ke depan.

Hotraja juga meminta seluruh OPD yang terlibat untuk memberikan kontribusi melalui data dan informasi yang dibutuhkan. Menurutnya, kelengkapan data sangat menentukan kualitas dokumen RDTR yang akan dihasilkan.

“RDTR ini harus mencerminkan aspirasi masyarakat, potensi alam serta prinsip pembangunan berkelanjutan. Mari kita berikan seluruh informasi dan data yang dibutuhkan agar dokumen ini benar-benar dapat menjadi pedoman yang aktual untuk 20 tahun ke depan,” ujarnya.

Konsultan Paparkan Kerangka Penyusunan RDTR

Dalam FGD tersebut, Konsultan PT Bumi Toran Kencana Jenius memaparkan kerangka umum dan rencana awal penyusunan RDTR Wilayah Perencanaan Kecamatan Pangururan.

Disampaikan bahwa penyusunan RDTR diarahkan untuk menciptakan ruang yang produktif dan berkelanjutan, dengan memenuhi kebutuhan pembangunan saat ini tanpa mengabaikan kepentingan generasi mendatang. Tata ruang juga diharapkan mampu menciptakan kawasan yang aman, nyaman untuk ditempati, serta mendukung kegiatan produktif masyarakat.

RDTR yang disusun nantinya juga akan terintegrasi dengan sistem Online Single Submission (OSS), sehingga dapat mendukung kepastian dan kemudahan dalam pemanfaatan ruang serta kegiatan investasi sesuai dengan ketentuan tata ruang.

Dalam pemaparannya, konsultan menjelaskan bahwa Kecamatan Pangururan memiliki posisi strategis karena ditetapkan sebagai Pusat Kegiatan Lokal sekaligus merupakan ibu kota Kabupaten Samosir. Oleh karena itu, diperlukan pemanfaatan dan penataan ruang yang terarah untuk mengantisipasi perkembangan kawasan ke depan.

Proses penyusunan RDTR akan diawali dengan tahap persiapan, kemudian dilanjutkan dengan pengumpulan data dan informasi dari berbagai sektor. Data tersebut selanjutnya dianalisis untuk menghasilkan gambaran kondisi wilayah dan menentukan arah pembangunan kawasan.

Terdapat sejumlah aspek data yang akan dianalisis untuk menghasilkan kesimpulan mengenai arah pembangunan kawasan, termasuk melalui penyusunan berbagai alternatif pengembangan ruang.

Hasil proses tersebut selanjutnya akan dituangkan dalam rancangan RDTR hingga rancangan akhir yang nantinya menjadi dasar penetapan melalui Peraturan Kepala Daerah (Perkada). Seluruh proses penyusunan berpedoman pada ketentuan dan regulasi pemerintah pusat, pemerintah provinsi, serta peraturan daerah yang berlaku.

Melalui FGD ini, Pemkab Samosir berharap seluruh pemangku kepentingan dapat memberikan kontribusi aktif sehingga RDTR Kecamatan Pangururan 2026–2046 tidak hanya menjadi dokumen perencanaan, tetapi mampu memberikan gambaran yang jelas mengenai arah perkembangan Pangururan dan menjadi pedoman pemanfaatan ruang yang tertib, terarah, produktif dan berkelanjutan.(P Simbolon)




17 September 2026

 


Nagan Raya | Indonesia Berkibar News
- Di antara deretan karangan bunga yang berjejer di gerbang Polres Nagan Raya, ada satu papan bertuliskan PT Socfindo Kebun Seunagan. Bukan sekadar ucapan seremonial, tapi tanda terjaganya silaturahmi antara dunia usaha dan Polri.


Momen pisah sambut dari AKBP Dr. Benny Bathara, S.I.K., M.I.K kepada AKBP Muhammad Taufiq, S.I.K., M.H ini menjadi ruang untuk saling menguatkan.


Askep PT Socfindo Kebun Seunagan, M. Irsan Dompu, mewakili Pengurus kebun PT. Socfindo Kebun Seunangan Aidil Hidayat Nasution seluruh keluarga besar karyawan menyampaikan rasa hormatnya.


"Pak Benny itu sosok yang sangat terbuka untuk kami. Selama beliau memimpin, kami merasa benar-benar dirangkul, komunikasi lancar, kalau ada hal-hal di lapangan cepat direspon. Untuk itu kami sangat berterima kasih," ungkap M. Irsan Dompu kepada Wartawan, Kamis (17/09/2026).


Untuk Kapolres yang baru, ia menitipkan harapan akan kebersamaan yang sama.


"Selamat datang kami ucapkan untuk Pak Taufiq. Semoga betah bertugas di Nagan Raya. Kami dari kebun siap bersinergi, siap mendukung. Harapan kami sederhana, Nagan Raya tetap aman, kondusif, sehingga kami bisa bekerja dengan tenang dan masyarakat juga merasakan manfaatnya," tuturnya dengan humanis.


Menurutnya, keamanan yang terjaga adalah kunci bagi aktivitas perkebunan dan roda perekonomian masyarakat di sekitar wilayah operasional Seunagan. Imbuh , M. Irsan Dompu Askep PT. Socfindo Kebun Seunagan tersebut.(M Has)


 Ket Foto: Perwakilan PT Socfindo Kebun Seunagan menyerahkan cinderamata kepada Kapolres Nagan Raya lama AKBP Dr. Benny Bathara, S.I.K., M.I.K dalam acara pisah sambut Kapolres Nagan Raya di Aula Polres setempat, Kamis (17/09/2026).(M Has)

  


Medan | Indonesia Berkibar News  -
Kapolda Sumatera Utara menegaskan bahwa mutasi dan pergantian jabatan merupakan bagian dari dinamika organisasi Polri yang bertujuan menjaga kesinambungan kinerja sekaligus meningkatkan efektivitas pelaksanaan tugas.

Hal itu disampaikan Kapolda Sumut dalam amanatnya pada upacara serah terima jabatan (sertijab) pejabat utama dan Kapolres jajaran Polda Sumatera Utara yang digelar di Aula Tribrata Polda Sumut, Kamis (17/09/2026).

“Mutasi dan pergantian jabatan merupakan hal yang lumrah dalam dinamika organisasi Polri. Hal ini merupakan bagian dari proses regenerasi kepemimpinan dan penyegaran organisasi,” ujar Kapolda Sumut dalam amanatnya.

Menurutnya, pergantian jabatan juga menjadi bagian dari proses pengembangan karier personel yang diarahkan untuk menjaga kesinambungan kinerja dan meningkatkan efektivitas pelaksanaan tugas kepolisian.

Kapolda mengingatkan, setiap jabatan merupakan amanah yang disertai tanggung jawab besar. Kepercayaan yang diberikan kepada setiap personel harus dijawab dengan integritas, loyalitas, serta kinerja yang mampu membawa organisasi terus berkembang dan memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.

“Hal ini semakin penting mengingat Sumatera Utara memiliki dinamika kamtibmas yang kompleks dan beragam. Perubahan sosial, perkembangan teknologi, perubahan pola kejahatan, serta meningkatnya harapan masyarakat menuntut Polri untuk semakin profesional dan responsif,” tegasnya.

Dalam kesempatan tersebut, Kapolda Sumut menyampaikan terima kasih dan penghargaan kepada para pejabat lama yang melanjutkan tugas di luar Polda Sumut.

Mereka yakni Brigjen Pol Nanang Masbudi, S.I.K., M.Si., CFRA., yang sebelumnya menjabat Irwasda Polda Sumut dan selanjutnya bertugas sebagai Auditor Kepolisian Utama Tingkat II Itwasum Polri.

Kemudian Kombes Pol Dwi Agung Setyono, S.I.K., M.H., sebelumnya Ps. Kabidpropam Polda Sumut, yang mendapat penugasan sebagai Dirreskrimsus Polda Kepulauan Bangka Belitung.

Selanjutnya AKBP Agung Suprapto Dwi Cahyono, S.Psi., M.Psi., Psikolog, M.K.P., sebelumnya Kapolres Nias Polda Sumut, yang selanjutnya bertugas sebagai Kasubbagpsikrim Bagpsipol Ropsi SSDM Polri.

Kapolda juga menyampaikan apresiasi kepada sejumlah pejabat lama yang mendapat penugasan baru di lingkungan Polda Sumut.

Mereka yakni AKBP Marganda Aritonang, S.H., S.I.K., M.M., sebelumnya Kapolres Simalungun, yang kini menjabat Wadir Samapta Polda Sumut; AKBP Rina Frillya, S.I.K., sebelumnya Kapolres Tebing Tinggi, yang kini menjabat Irbid Itwasda Polda Sumut.

Kemudian AKBP Jhon Hery Rakutta Sitepu, S.I.K., M.H., sebelumnya Kapolres Serdang Bedagai, yang kini menjabat Wadirpolairud Polda Sumut, serta AKBP Eddy Inganta, S.H., S.I.K., M.H., sebelumnya Kapolres Sibolga, yang kini menjabat Wadirresnarkoba Polda Sumut.

“Kepada pejabat lama, saya menyampaikan terima kasih dan penghargaan atas dedikasi dan pengabdian yang telah saudara berikan dalam mendukung kemajuan Polda Sumatera Utara,” kata Kapolda.

Sementara itu, sejumlah pejabat baru resmi menerima amanah untuk mengemban tugas di lingkungan Polda Sumut dan jajaran.

Mereka di antaranya Kombes Pol Feri Handoko Soenarso, S.H., S.I.K., sebagai Irwasda Polda Sumut; Kombes Pol Bulang Bayu Samudra, S.I.K., sebagai Kabidpropam Polda Sumut; AKBP Hotmartua Ambarita, S.H., S.I.K., M.H., sebagai Kapolres Tebing Tinggi; AKBP Ponzi Indra, S.Kom., S.I.K., M.Tr.Mil., sebagai Kapolres Nias; AKBP Sah Udur Togi Marito Sitinjak, S.H., S.I.K., M.H., sebagai Kapolres Serdang Bedagai.

Selanjutnya AKBP Dhana Noer Kurniawan, S.I.K., M.M., sebagai Kapolres Pematang Siantar; AKBP Dr. Hendri Nupia Dinka Barus, S.H., S.I.K., M.M., sebagai Kapolres Simalungun; serta AKBP Budi Prasetyo, S.H., S.I.K., M.H., M.Han., sebagai Kapolres Sibolga.

Kapolda Sumut mengucapkan selamat datang dan selamat bergabung kepada para pejabat baru dalam keluarga besar Polda Sumatera Utara.

Ia berharap seluruh pejabat yang mendapat amanah baru dapat segera menyesuaikan diri, memahami karakteristik wilayah dan melaksanakan tugas secara profesional.

“Semoga jabatan yang saudara emban dapat dilaksanakan dengan amanah dan penuh tanggung jawab, serta memberikan pengabdian terbaik bagi Polda Sumatera Utara,” ujarnya.

Kapolda juga berpesan agar seluruh pejabat baru segera melakukan penyesuaian dan membangun koordinasi dengan seluruh unsur terkait dalam pelaksanaan tugas.

“Selamat bertugas dan segera menyesuaikan diri. Kepada pejabat lama, terima kasih atas dedikasi dan pengabdian yang telah diberikan. Semoga senantiasa diberikan kesuksesan dalam setiap amanah yang diemban,” pungkasnya.(zul)





Nagan Raya | Indonesia Berkibar News
- Polres Nagan Raya menggelar acara pisah sambut Kapolres di Aula Mako Polres Nagan Raya, Komplek Perkantoran Suka Makmur, Kamis(17/09/ 2026).


AKBP Muhammad Taufiq, S.I.K., M.H. resmi menjabat sebagai Kapolres Nagan Raya menggantikan AKBP Dr. Benny Bathara, S.I.K., M.I.K.


AKBP Muhammad Taufiq sebelumnya menjabat sebagai Kapolres Aceh Tengah. Sedangkan AKBP Benny Bathara dipindahtugaskan sebagai Wakapolresta Banda Aceh.


Acara pisah sambut dihadiri Wakil Bupati Nagan Raya Raja Sayang, unsur Forkopimda, para Kepala SKPK, Pejabat Utama Polres Nagan Raya, para Kapolsek jajaran, Ketua Bhayangkari Cabang Nagan Raya, dan tokoh masyarakat setempat.


Kegiatan berlangsung khidmat dan penuh keakraban, diawali dengan pembukaan dan pembacaan ayat suci Al-Qur'an.


Dalam sambutan perpisahannya, AKBP Benny Bathara menyampaikan terima kasih atas dukungan semua pihak selama menjabat.


"Saya mengucapkan terima kasih kepada Bapak Wakil Bupati Nagan Raya Raja Sayang, Forkopimda, tokoh masyarakat dan insan pers atas kerja sama yang baik selama ini. Mohon maaf apabila dalam pelaksanaan tugas terdapat kekurangan," ujar AKBP Benny Bathara.


Ia juga menitipkan Polres Nagan Raya kepada pejabat baru. "Saya yakin di bawah kepemimpinan AKBP Muhammad Taufiq, Polres Nagan Raya akan semakin baik dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat," katanya.


Sementara itu, Kapolres baru AKBP Muhammad Taufiq menyampaikan komitmennya melanjutkan program yang telah berjalan.


"Saya mohon dukungan, bimbingan dan kerja sama dari Bapak Wakil Bupati, Forkopimda serta seluruh elemen masyarakat. Kami berkomitmen menjaga keamanan dan ketertiban serta meningkatkan pelayanan Polri kepada masyarakat," ujar AKBP Muhammad Taufiq.


Ia menegaskan akan mengedepankan pelayanan yang humanis dan profesional.


Wakil Bupati Nagan Raya Raja Sayang dalam sambutannya mengapresiasi kinerja AKBP Benny Bathara dan menyambut baik kehadiran Kapolres baru.


"Atas nama Pemerintah Kabupaten Nagan Raya kami mengucapkan terima kasih kepada AKBP Benny Bathara atas pengabdian selama ini. Selamat datang dan selamat bertugas kepada AKBP Muhammad Taufiq. Mari kita perkuat sinergitas untuk mewujudkan Nagan Raya yang aman dan kondusif," katanya.


Untuk diketahui, acara dilanjutkan dengan penyerahan cinderamata antara Kapolres baru dan Kapolres lama, diakhiri foto bersama dan ramah tamah. (M. Has)


Ket Foto: Pisah sambut Kapolres Nagan Raya dari AKBP Benny Bathara kepada AKBP Muhammad Taufiq di Aula Mapolres Nagan Raya, Kamis (17/09/2026). Foto Dokumentasi M. Hasanddin.

 




Samosir | Indonesia Berkibar News - Peringatan Hari Olahraga Nasional (Haornas) ke-43 di Samosir bukan sekadar seremoni, melainkan bukti nyata komitmen pemerintah menempatkan olahraga sebagai fondasi kesehatan dan prestasi. 


Dalam upacara di Tanah Lapang Pangururan, Kamis (17/09/2026), Wakil Bupati Ariston Tua Sidauruk menyerahkan penghargaan kepada 76 atlet dan 20 pelatih yang telah mengharumkan nama daerah hingga tingkat internasional.

 

Berbeda dari sekadar pemberian hadiah, Wabup Ariston menekankan bahwa penghargaan ini adalah bentuk pengakuan atas disiplin, kerja keras, dan proses panjang pembinaan. "Olahraga harus menjadi budaya, bukan sekadar pencetak medali. 


Dari masyarakat yang aktif dan bugar, lahirlah atlet-atlet berprestasi," ujarnya. Pesan Menteri Pemuda dan Olahraga pun menguatkan: "Olahraga adalah investasi bangsa, bukan biaya."

 

Tema "Menuju Masyarakat Aktif dan Bugar" diharapkan tak berhenti di slogan, melainkan menjadi gerakan nyata — dari sekolah, tempat kerja, hingga ruang publik. 


Fasilitas olahraga yang memadai dan akses yang merata menjadi kunci agar olahraga tumbuh menjadi ekosistem yang sehat, inklusif, dan berkelanjutan bagi seluruh warga Samosir. (P Simbolon)

16 September 2026




Tapsel |Indonesia Berkibar News
- Kepala Badan Pengelolaan Keuangan, Pendapatan, dan Aset Daerah (BPKPAD) Kabupaten Tapanuli Selatan (Tapsel), M. Frananda, S.E., M.M terkesan mengelak atau merespon 'dingin' terkait surat klarifikasi yang diajukan Dewan Pimpinan Cabang Perkumpulan Waktu Indonesia Bergerak (DPC WIB) Kabupaten Tapsel tertanggal, 27 Agustus 2026 lalu.


"Tanggapannya dingin, dia (Kepala BPKPAD Tapsel) mau pergi ke luar kota," ucap salah satu Staf di BPKPAD kepada WIB melalui pesan WhatsApp nya, Selasa (15/09/2026).


Surat klarifikasi tertulis tersebut dikirimkan guna mempertanyakan transparansi Penggunaan Anggaran Transfer Ke Daerah (TKD) Kabupaten Tapanuli Selatan Tahun Anggaran 2026. 


Berdasarkan data yang dihimpun, Pemerintah Pusat melalui Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) sebelumnya telah mengucurkan anggaran kebutuhan tambahan TKD ke Kabupaten Tapsel TA 2026 sebesar Rp256.109.116 pada 21 Juni 2026.


Koordinator Wilayah Perkumpulan WIB Tabagsel, Rahmad Parlindungan Nasution, menyayangkan belum adanya jawaban resmi dari pihak BPKPAD. 


Menurutnya, respons yang cepat sangat diperlukan demi menjaga asas transparansi publik sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi Publik (KIP).


"Kami melayangkan surat klarifikasi ini dengan tetap mengedepankan asas praduga tak bersalah. Tujuannya adalah demi keterbukaan informasi dan agar publik mendapatkan pemberitaan yang berimbang. Kami berharap Dinas terkait tidak menunda jawaban," ujar Rahmad kepada awak media di Padangsidimpuan, Rabu (16/09/2026).


Berdasarkan informasi yang diperoleh dari salah satu Staf di kantor BPKPAD Tapsel pada Selasa (15/09/2026), surat klarifikasi dari DPC WIB tersebut sebenarnya telah didisposisikan oleh Kepala Badan kepada Plt. Sekretaris BPKPAD. 


Namun, proses tindak lanjut disebut masih berjalan karena Pejabat terkait baru saja mengemban tugas sebagai Pelaksana Tugas (Plt).


Hingga berita ini diterbitkan, upaya konfirmasi langsung kepada Kepala BPKPAD Tapsel, M. Frananda, masih terus dilakukan oleh pihak Redaksi. Redaksi tetap membuka ruang seluas-luasnya bagi pihak BPKPAD Tapsel untuk memberikan penjelasan dan klarifikasi resmi agar informasi yang tersaji di tengah Masyarakat berimbang dan akurat. (Marwan)

Diberdayakan oleh Blogger.