16 Juli 2026

 



Nias| Indonesia Berkibar  News
- Gubernur Sumatera Utara (Sumut) Muhammad Bobby Afif Nasution meninjau Pelabuhan Roro di Kota Gunungsitoli. Pelabuhan ini akan dikembangkan menjadi pusat distribusi logistik untuk Kepulauan Nias. 


Kepala Dinas Perhubungan Sumut Yuda Pratiwi Setiawan mengatakan jika pelabuhan ini dibangun oleh Kementerian Perhubungan pada 2019 dan diserahkan ke Pemkot Gunungsitoli. Dalam proses pengembangan nanti, aset pelabuhan bakal diserahkan sementara ke Pemprov Sumut. 


"Dibangun 2019 oleh Kementerian Perhubungan, kemarin Mei 2026 sudah diserahkan sepenuhnya aset pelabuhan ini ke Gunungsitoli," kata Yuda Pratiwi Setiawan saat paparan ke Gubernur Sumatera Utara (Gubsu) Bobby Nasution, Kamis (16/07/2026). 


Yuda menjelaskan jika pelabuhan ini selama ini digunakan untuk pelabuhan penumpang tujuan Kabupaten Aceh Singkil. Dermaga kapal nanti juga bakal dikembangkan sehingga kapal besar dapat berlabuh. 


"Untuk dermaga panjangnya 90 meter, pelabuhan ini hanya menampung kapal penumpang seminggu 3 kali itu dari Singkil dengan muatan kapal kecil, kapal mutiara, sehingga kondisi dermaga ini belum bisa kita buat jadi dermaga logistik," ucapnya. 


Kepala Badan Perencanaan Pembangunan, Riset, dan Inovasi Daerah (Bapperida) Sumut, Dikky Anugerah, menjelaskan pengembangan pelabuhan direncanakan dikerjakan dalam 3 tahun. Tahun 2029 awal, pelabuhan logistik ditargetkan bakal beroperasi. 


"Tujuannya kan akhirnya kita punya pusat distribusi zona Kepulauan Nias, kalau desain yang kita siapkan Pak Gubernur ada 3 tahun, 2026 ini memang persiapan perencanaan, di 2027 sudah persiapan teknis dan pembangunan infrastruktur, sambil berjalan kita sudah menyiapkan penyelesaian operasional di 2028," jelas Dikky Anugerah. 


Pelabuhan Roro bakal menjadi pusat logistik untuk Kepulauan Nias. Sehingga harga di Kepulauan Nias terkendali. 


"Pusat distribusi ini bukan hanya mengirim barang luar ke dalam, tapi juga komoditas lokal untuk didistribusikan (ke luar). Kalau ini tercapai, pengendalian harga termasuk inflasi tidak tergantung pada distribusi barang dari luar," ujarnya. 


Dikky menuturkan dalam pengembangan pelabuhan ini direncanakan memakai alternatif finance. Termasuk juga dalam pengelolaannya ke depan. 


"Termasuk juga ini kan ada pusat logistik dan pengelolaannya juga Pak, jadi rencana memang ada alternatif finance yang lagi kita siapkan, apakah misalnya bekerjasama dengan BUMD kita atau dengan pihak swasta," tuturnya.


Wali Kota Gunungsitoli Sowa'a Laoly menyebutkan jika pihaknya bakal menyiapkan kekurangan lahan untuk pengembangan. Luas lahan di Pelabuhan Roro saat ini 2,5 hektare. 


"Sesuai dengan komitmen awal bahwa Pemerintah Kota Gunungsitoli akan menyiapkan kekurangan lahan yang dibutuhkan dalam pengembangan ini, seluruh masyarakat Kota Gunungsitoli kami mendahulukan mengucapkan terima kasih," sebut Sowa'a Laoly.(bundo)

 


Padang Lawas | Indonesia Berkibar News  - ​Satuan Reserse Kriminal Kepolisian Resor Padang Lawas (Satreskrim Polres Palas), berhasil mengamankan sebanyak 34 botol minuman keras (miras) atau minuman yang Berakohol berbagai jenis di Kabupaten Palas, Senin (13/07/2026), kemarin. 


Kapolres Palas AKBP Dodik Yuliyanto, SIK., melalui Kasat Reskrim Polres Palas AKP Irwansyah Sitorus, SH, MH., mengatakan, puluhan botol minuman keras diamankan dari Desa Batang bulu, Kecamatan Barumun, Kabupaten Palas. 


“Petugas mengamankan puluhan botol miras yang dijual oleh THN dirumahnya yang berada di wilayah Desa Batang Bulu tersebut,” ucapnya AKP Irwansyah kepada awak media Kamis (16/07/2026). 


Lanjut Kasat Reskrim, mengaku mendapatkan informasi dari masyarakat bahwa Pada hari senin tanggal 13 Juli 2026 Pukul 22.00 wib saat personil Satreskrim Polres Palas melakukan tugas penyelidikan di wilayah desa Batang bulu, kecamatan Barumun, Kabupaten Palas ditemukan Ada nya Penjual minuman alkohol yang berada di rumah THN.


Adapun barang bukti 34 (tiga puluh empat) botol minuman yang diduga mengandung alcohol dengan perincian sebagai berikut :

1. 14 (Empat belas) botol minuman alcohol dengan jenis Guinness hitam, 

2. ⁠4 (empat) botol minuman alcohol dengan jenis bear Bintang., 

3. ⁠6 (enam) botol minuman alcohol denga jenis atlas leci.

4. ⁠ 4 (empat) botol minuman alcohol dengan jenis kawa-kawa. 


Selanjutnya,  5. ⁠2 (dua) botol minuman alcohol dengan jenis kamput., 

6. ⁠1 (satu) botol minuman alcohol dengan jenis anggur putih. 

7. ⁠1 (satu) botol minuman alcohol dengan jenis Ice land. Dan 

8. ⁠1 (satu) botol minuman alcohol dengan jenis Bae. 


Kemudian petugas mengamankan 34 (tiga puluh empat) botol minuman alcohol tersebut ke Mako polres Palas guna dilakukan proses penyelidikan lebih lanjut. 


“Kami mendapatkan laporan dari masyarakat dan melakukan penyelidikan lalu menggelar patroli dan melakukan penangkapan sekitar pukul 23:00 Wib,” bebernya.


Kasat Reskrim mengatakan, penertiban peredaran miras ini dilakukan untuk menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat serta melindungi generasi muda dari bahaya minuman keras. 


Sedangkan untuk tindakan yang sudah dilakukan yakni berupa 1. Mengamankan 34 (tiga puluh empat) botol minuman alcohol ke Mako polres Palas, 

2. Membuat Serah Terima Barang dan Berita Acara Serah Terima Barang, dan

3. Mencatat identitas pemilik rumah tempat penyimpanan botol minuman alcohol. 


“Kami berterima kasih atas informasi yang disampaikan oleh masyarakat. Peredaran miras sering menjadi pemicu terjadinya gangguan kamtibmas ataupun kriminalitas, sehingga perlu ditindak tegas, ujar AKP Irwansyah Sitorus, SH., MH.


Proses penindakan berjalan lancar tanpa perlawanan, dan penjual akan dikenakan sanksi sesuai peraturan yang berlaku. Situasi di lokasi kejadian terpantau aman dan kondusif. (Humas Polres Palas/Zul)

  



Nias Barat| Indonesia Berkibar News
-  Pemerintah Provinsi Sumatera Utara (Pemprov Sumut) akan meningkatkan pelayanan 20 puskesmas menjadi rawat inap pada tahun ini. 

Hal itu dikatakan Gubernur Sumatera Utara, Bobby Nasution  usai meninjau Puskesmas Mandrehe di Kabupaten Nias Barat, Kamis (16/07/2026).

Puskesmas Mandrehe menjadi salah satu puskesmas yang ditingkatkan fasilitasnya tahun ini. 

"Ada 20 Puskesmas tahun ini akan kami perbaiki, tergantung usulan dari bupati/wali kota, ini Pak Bupati Nias Barat mengusulkan di sini, mudah-mudahan bisa memenuhi kebutuhan masyarakat," kata Bobby Nasution. 

Menurut Gubsu, Puskesmas Mandrehe menjadi tujuan dari 20 desa di Kabupaten Nias Barat. Sebab, jarak ke rumah sakit daerah mencapai 60 Km. 

"Puskesmasnya salah satu yang sebenarnya secara letak dekat dengan masyarakat karena di sini ada 20 desa dengan 23 ribu penduduk, jarak ke rumah sakit 60 Km, " jelasnya. 

Bobby mengatakan, Presiden Prabowo telah membangun RSUD di Nias Barat. Sehingga Pemprov Sumut meningkatkan fasilitas Puskesmas di daerah. 

"Kemarin Bapak Presiden sudah membangun rumah sakit daerah di sini, sangat bagus sekali, kami dari pemerintah provinsi menafsirkan salah satu program presiden di bidang kesehatan jadi kami dari provinsi coba membenahi Puskesmas-Puskesmas biar nggak semua masyarakat ke rumah sakit karena salah satu kendalanya adalah aksesnya," katanya. 

Puskesmas Mandrehe sendiri bakal ditingkatkan sehingga dapat menampung 10 pasien rawat inap. Selain itu, alat kesehatan juga bakal ditingkatkan oleh pemerintah daerah. 

"Jadi ini kita perbaiki fasilitasnya, salah satunya ini bisa menjadi rawat inap, tadi hanya ada 2 tempat tidur dan fasilitasnya minim sekali, jadi kita akan buat isinya ada 10 bed, bisa melakukan persalinan, dokter juga," ungkapnya. 

Selain meningkat fasilitas, Pemprov Sumut juga meningkatkan SDM tenaga kesehatan. Pemprov Sumut memberikan beasiswa untuk dokter spesialis. 

"Beasiswa dokter spesialis dari pemerintah provinsi di USU dan UGM, tahun kemarin ada 16 dan tahun ini ada 5 lagi tes khusus dari Kepulauan Nias, jadi dari sisi SDM nya coba kita tingkatkan, dari sisi fasilitas cob kita perbaiki," tuturnya.

Untuk mengisi kekosongan dokter yang sedang belajar, sebut Bobby Nasution,  sebelum memilih puskesmas, Pemprov Sumut  melakukan perjanjian dengan kabupaten kota agar, dokter bisa dirotasi sambil menunggu kebutuhan.(bundo)




 Humbang Hasundutan| Indonesia Berkibar News - Kondisi Jalan Batu Dinding yang berada di Desa Marbun Dolok Marbun Toruan (Martodo), Kecamatan Baktiraja, Kabupaten Humbang Hasundutan (Humbahas), kini memprihatinkan. Jalan yang menjadi penghubung Kecamatan Pollung dengan Kecamatan Baktiraja itu dinilai semakin tidak terawat dan berpotensi membahayakan keselamatan pengguna jalan.


Pantauan wartawan di lokasi pada Kamis (16/07/2026) menunjukkan sejumlah titik jalan dipenuhi bebatuan besar yang jatuh dari tebing hingga menutupi sebagian badan jalan. Bebatuan tersebut tampak telah ditumbuhi lumut dan rerumputan liar, mengindikasikan sudah cukup lama berada di lokasi tanpa penanganan dari pihak berwenang.


Tidak hanya itu, di sejumlah ruas lainnya, rerumputan liar telah menjalar hingga memasuki badan jalan. Akibatnya, lebar jalan yang dapat dilalui kendaraan menyusut drastis sehingga pengendara hanya dapat memanfaatkan sekitar separuh badan jalan.


Kondisi tersebut membuat banyak masyarakat memilih menggunakan jalur alternatif meskipun jarak tempuh menjadi lebih jauh. Mereka menilai Jalan Batu Dinding memiliki tingkat risiko kecelakaan yang tinggi, terlebih dengan karakteristik jalan yang sempit, berkelok, dan berada di kawasan berbukit.


Salah seorang warga Baktiraja, Lumban Gaol, yang setiap hari melintasi jalan tersebut untuk menjual ikan pora-pora hasil tangkapan Danau Toba ke wilayah Pollung dan Doloksanggul, mengaku kondisi jalan saat ini sangat mengkhawatirkan.


"Saya setiap hari harus jualan ikan pora-pora ke atas, ke Pollung dan Doloksanggul. Memang agak mengerikan kondisi jalannya," ujarnya.


Ia mengatakan, ketika cuaca mendung atau hujan turun, dirinya lebih memilih memutar melalui jalur Doloksanggul meski waktu perjalanan menjadi lebih lama. Menurutnya, risiko melintasi Jalan Batu Dinding dalam kondisi licin jauh lebih besar.


Lumban Gaol berharap Pemerintah Kabupaten Humbang Hasundutan segera melakukan pembersihan dan perawatan rutin terhadap ruas jalan tersebut. Selain menjadi jalur utama aktivitas ekonomi masyarakat, jalan itu juga dimanfaatkan warga untuk menuju lahan pertanian serta menjadi salah satu akses menuju kawasan wisata Danau Toba.


Dibangun dengan Dana Miliaran Rupiah


Jika ditelusuri, Jalan Batu Dinding merupakan salah satu proyek infrastruktur strategis Pemerintah Kabupaten Humbang Hasundutan pada masa kepemimpinan Bupati Dosmar Banjarnahor.


Pembangunan dan peningkatan jalan tersebut dimulai secara bertahap sejak pertengahan Juli 2018 dengan anggaran miliaran rupiah. Selanjutnya, pada pertengahan 2023, pembangunan kembali dilanjutkan melalui pendanaan Program Hibah Jalan Daerah (PHJD).


Proyek tersebut rampung pada akhir 2023 dan saat itu telah dapat dilalui berbagai jenis kendaraan sebagai jalur alternatif yang menghubungkan Kecamatan Pollung dan Kecamatan Baktiraja.


Namun, memasuki lebih dari satu tahun masa pemerintahan Bupati Oloan Paniaran Nababan, kondisi jalan dinilai mulai mengalami penurunan akibat minimnya pemeliharaan.


Bebatuan yang menutupi badan jalan, rumput liar yang semakin menjalar ke bahu hingga badan jalan, serta tidak adanya penanganan rutin menimbulkan kesan bahwa infrastruktur yang dibangun dengan anggaran besar tersebut kurang mendapatkan perhatian dalam aspek pemeliharaan.


Padahal, pemeliharaan merupakan bagian penting untuk menjaga umur layanan jalan sekaligus melindungi investasi daerah yang telah dibiayai menggunakan uang negara.


PUTR: Perawatan Selama Ini Dilakukan Secara Swadaya


Menanggapi kondisi tersebut, Kepala Bidang Bina Marga Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUTR) Kabupaten Humbang Hasundutan, Tulus Sipahutar, mengatakan bahwa selama ini perawatan Jalan Batu Dinding dilakukan secara swadaya oleh masyarakat Desa Martodo.


Namun, menurutnya, upaya tersebut kini terkendala akibat keterbatasan anggaran Desa yang terdampak kebijakan efisiensi.


Beliau juga menyampaikan bahwa Dinas PUTR Humbahas telah melakukan koordinasi dengan Unit Pelaksana Teknis (UPT) Provinsi Sumatera Utara untuk mempelajari pola penanganan pemeliharaan jalan yang nantinya dapat diadopsi di Daerah.


"(Jalan Batu Dinding) bukan kewenangan provinsi. Ada pola penganggaran yang ingin kami pelajari dari UPT Provinsi Sumatera Utara agar dapat diadopsi di daerah," ujar Tulus.


Saat ditanya lebih lanjut mengenai bentuk koordinasi yang telah dilakukan, Tulus menjelaskan bahwa komunikasi yang terjalin sejauh ini masih sebatas koordinasi secara lisan melalui sambungan telepon.


"Masih secara lisan melalui telepon. Mereka juga memiliki kesibukan, sehingga kami harus menunggu waktu yang tepat untuk berdiskusi lebih lanjut," pungkasnya.(Saulus LG)

 



Padang Lawas | Indonesia Berkibar News
- Satuan Reserse Kriminal Kepolisian Resor Padang Padang (Satreskrim Polres Palas) mengamankan dua pria yang diduga melakukan pungutan liar (Pungli) terhadap masyarakat di Kelurahan Pasar Sibuhuan, Kecamatan Barumun, Kabupaten Palas. 


Laporan Informasi perihal adanya aksi kegiatan pungli di wilayah hukum poles Padang Lawas. itu langsung ditindaklanjuti aparat melalui penyelidikan hingga penangkapan pada tanggal 15 Juli 2026, sekitar pukul 14.00 WIB.


Kedua pria yang diamankan masing-masing berinisial AN (48), warga Lingkungan 2, Kelurahan Pasar Sibuhuan, Kecamatan Barumun, Kabupaten Palas, dan MYS (23), warga Lingkungan 3, Kelurahan Pasar Sibuhuan, Kecamatan Barumun, Kabupaten Palas. Dan dapun barang bukti yang diamankan dari kedua terduga tersebut berupa Rp 81.000.- (Delapan Puluh Satu Ribu ) Rupiah uang tunai yang diduga hasil pungli. 


Penangkapan berawal dari informasi yang diterima Satreskrim Polres Palas mengenai adanya tindak pidana pungli di kelurahan Pasar Sibuhuan. 


Selanjutnya, Pada hari Selasa tanggal 15 Juli 2026 Pukul 14.00 wib saat personil Satreskrim Polres Padang Lawas melakukan tugas penyelidikan dugaan tindak pidana pungli di wilayah Kelurahan Pasar Sibuhuan, Kecamatan Barumun, Kabupaten Palas, dilakukan tangkap tangan terhadap 2 (Dua) orang laki laki dewasa saat sedang melakukan kegiatan tindak pidana pungli dengan cara mengutip biaya parkir dari pengguna sepeda motor tanpa memiliki ijin dari pemerintah daerah kabupaten Padang Lawas. 


"Kemudian personil Sat Reskrim Polres Palas mengamankan kedua orang laki-laki tersebut ke Mako polres palas guna dilakukan proses penyelidikan lebih lanjut. Demikian disampaikan Kapolres Palas AKBP Dodik Yuliyanto, SIK., melalui Kasat Reskrim Polres Palas AKP Irwansyah Sitorus, SH, MH. Kepada awak media, Kamis (16/07/2026). 


Tindakan yang sudah dilakukan 

1. Mengambil keterangan terhadap 2 (Dua) orang laki-laki terkait dengan kegiatan pungli yang dilakukan., 

2. Mengamankan barang bukti berupa uang tunai sejumlah Rp 81.000,- tersebut diatas., 

3. Membuat surat pernyataan untuk tidak mengulangi perbuatan pungli, dan 

4. Menjaminkan kedua orang laki-laki tersebut di atas kepada keluarganya


Lanjut Kasat Reskrim mengatakan, Polres Palas berkomitmen menindak setiap bentuk premanisme dan pungutan liar yang meresahkan masyarakat. 


Menurutnya, respons cepat terhadap informasi yang beredar, merupakan bagian dari upaya menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat.


Menurutnya, respons cepat terhadap informasi yang beredar, termasuk di media sosial, merupakan bagian dari upaya menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat.


"Kami tidak akan memberi ruang bagi praktik pungutan liar maupun aksi premanisme di wilayah hukum Polres Palas, setiap laporan masyarakat akan ditindak lanjuti secara profesional sesuai ketentuan hukum yang berlaku. Kami juga mengajak masyarakat untuk segera melapor apabila menemukan tindakan serupa," tegas Kasat Reskrim Polres Palas AKP Irwansyah. (Humas Polres Palas/Zul)


 Binjai | Indonesia Berkibar News - Sebagai warga baru dikota Binjai khususnya di Polres Binjai menjalin silaturahmi merupakan landasan awal agar dapat diterima dengan baik di Kota Binjai.


Kapolres Binjai AKBP R. Bimo Moernanda SH.,SIK.,MH didampingi dengan Wakapolres Binjai Kompol Sofyan H Nasution SH.,MH dan para PJU Polres Binjai beserta Kapolsek Binjai Timur AKP Gusli Efendi melaksanakan kunjungan ke Markas Komando Pasmob Brimob I Korbrimob Polri pada hari Rabu(15/07/2026) pukul 16.30 wib di Jalan Soekarno Hatta Kelurahan Tanah Tinggi Kecamatan Binjai Timur 


Kunjungan Kapolres Binjai berserta rombongan disambut langsung oleh Danpas (Komandan Pasukan) Brimob I Korbrimob Polri Brigjen Pol Anang Sumpena SH didampingi oleh Danmen (komandan Resimen) I Pelopor Pasmob I Kombes Pol Moh Zulfikar Iskandar yang langsung diarahkan menuju ruang kerja Danpas Brimob I yang berada dilantai dua gedung utama


Kunjungan ini merupakan bagian dari komitmen untuk mempererat koordinasi taktis dan menjaga hubungan harmonis dilingkungan Polri, dan untuk menyamakan persepsi dalam rangka memelihara Kamtibmas.(Humas Polres Binjai/Zul)

  


Langkat| Indonesia Berkibar News
-  Kapolres Langkat AKBP Hannry PH. Tambunan, S.E., S.I.K., bersama jajaran Pejabat Utama (PJU) Polres Langkat melaksanakan kunjungan silaturahmi ke Kantor Bupati Langkat dan Kejaksaan Negeri Langkat,guna memperkuat sinergi dan koordinasi antar aparat penegak hukum, Kamis (16/07/2026).

Kunjungan dilakukan ke Kejaksaan Negeri Langkat, di Jalan Proklamasi No 51 Stabat, Kecamatan Stabat, Kapolres beserta rombongan disambut langsung Kepala Kejaksaan Negeri Langkat Asbach, S.H. Beserta jajaranya.

Silaturahmi dilanjutkan ke Kantor Bupati Langkat  dan disambut Pelaksana Tugas (Plt.) Bupati Langkat, Tiorita Br. Surbakti, SH., beserta jajaran.

Kunjungan tersebut menjadi momentum untuk mempererat hubungan kelembagaan, membangun komunikasi yang harmonis, serta meningkatkan koordinasi dalam pelaksanaan tugas dan fungsi masing-masing institusi.

Kapolres Langkat AKBP Hannry PH. Tambunan, mengatakan silaturahmi tersebut merupakan bagian dari komitmen Polres Langkat dalam memperkuat kolaborasi dengan seluruh unsur penegak hukum dan pemangku kepentingan.

Hubungan yang harmonis dan komunikasi yang baik antar instansi menjadi modal penting dalam mendukung pelaksanaan tugas penegakan hukum serta memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.

Sinergitas yang telah terbangun akan terus kami jaga demi menciptakan situasi kamtibmas yang aman, tertib, dan kondusif di wilayah hukum Polres Langkat," ujarnya.

Ia berharap sinergi yang telah terjalin antara Polri, Plt Bupati Langkat, dan Kejaksaan dapat terus dipelihara sehingga mampu mendukung terciptanya keamanan dan ketertiban masyarakat di Kabupaten Langkat.

Seluruh rangkaian kegiatan berlangsung dengan aman, tertib, dan penuh keakraban.(sfn)

Diberdayakan oleh Blogger.