13 Juni 2026

Gunungsitoli Selatan, IBN - Dalam rangka menyambut Hari Ulang Tahun (HUT) Polri ke-80 dengan tema “Polri untuk Masyarakat”, Personel Kompi 4 Batalyon C Satuan Brimob Polda Sumatera Utara melaksanakan kegiatan Gerakan Indonesia Asri melalui aksi bersih-bersih lingkungan di Pantai Laharuga, Desa Ononamolo Lot II, Gunungsitoli Selatan, Sabtu (13/6/2026).

Danton 4 Kompi 4 Batalyon C, Ipda Henri H.S. Pardosi bersama personel Brimob melakukan pembersihan kawasan pantai dari berbagai jenis sampah organik maupun nonorganik yang berpotensi mengganggu kebersihan lingkungan dan kenyamanan masyarakat.

Aksi peduli lingkungan ini merupakan bagian dari komitmen Polri untuk turut berperan aktif dalam menjaga kelestarian alam sekaligus meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya menjaga kebersihan ruang publik. Dengan semangat gotong royong, personel Brimob menyisir area pantai dan mengumpulkan sampah yang tersebar di sepanjang pesisir sehingga kawasan wisata tersebut kembali terlihat bersih dan tertata.

Selain menciptakan lingkungan yang lebih sehat dan nyaman, kegiatan ini juga menjadi sarana mempererat hubungan antara Polri dan masyarakat melalui aksi nyata yang memberikan manfaat langsung bagi lingkungan sekitar.

"Menjaga kebersihan lingkungan bukan hanya tanggung jawab pemerintah atau institusi tertentu, tetapi menjadi tanggung jawab bersama. Langkah sederhana seperti memungut sampah dan menjaga kelestarian alam dapat memberikan dampak besar bagi masa depan lingkungan serta kualitas hidup masyarakat." ujar Ipda Henri.

Melalui momentum HUT Polri ke-80, kegiatan Gerakan Indonesia Asri menjadi bukti bahwa kehadiran Polri tidak hanya dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat, tetapi juga berkontribusi dalam upaya pelestarian lingkungan. Diharapkan kegiatan ini dapat menginspirasi masyarakat untuk semakin peduli terhadap kebersihan lingkungan dan bersama-sama menjaga keindahan alam sebagai aset berharga bagi generasi mendatang.

(Zul) 


JAKARTA, IBN - Di tengah otomatisasi digital serta ketatnya persaingan kerja, ekonomi kreatif berkembang sebagai salah satu ruang kewirausahaan yang menjanjikan untuk generasi muda. Data BPS (2025) menunjukkan sektor ini terus menyerap jutaan tenaga kerja di Indonesia.

Namun, potensi tersebut masih dihadapkan pada tantangan mendasar, terutama kemampuan mengubah ide kreatif menjadi produk atau bisnis yang relevan dengan kebutuhan pasar.

“Generasi muda memiliki segudang ide cemerlang, namun belum mampu memaksimalkan perputaran uang (monetisasi) dari hobi mereka karena tidak adanya market match, yaitu kesesuaian antara produk yang diciptakan dengan apa yang benar-benar dibutuhkan masyarakat.

Padahal, modal utama untuk memenangkan persaingan di industri yaitu keberanian untuk mencoba serta ketekunan dalam mengubah keresahan di sekitar menjadi solusi,” ungkap kreator konten sekaligus penulis Raditya Dika, Jumat (12/6/2026)

Pernyataan disampaikan dalam sesi diskusi edukatif bertajuk “The Digital Native: Mastering Hype, Creativepreneurship, and Business Execution” yang diselenggarakan Universitas Pertamina bekerja sama dengan J&T Connect Preneur dan Narasi pada Selasa (9/6).

Tingginya relevansi tema terlihat dari antusiasme peserta, dengan jumlah pendaftar yang mencapai lebih dari 800 orang. Melalui forum ini, peserta diajak memahami bagaimana kreativitas, pemahaman pasar, dan kemampuan eksekusi menjadi faktor penting dalam membangun bisnis di tengah lanskap ekonomi digital yang semakin kompetitif.

Lanjut, Radit menekankan bahwa kemampuan mengeksekusi ide bisnis berangkat dari pemahaman terhadap kekuatan diri.

Menurutnya, seseorang tidak harus menguasai banyak hal sekaligus. Sebaliknya, menemukan satu keterampilan spesifik yang paling dikuasai dan terus mengembangkannya justru dapat menjadi modal utama untuk membangun nilai jual yang kuat.

Melengkapi pandangan tersebut, pebisnis sekaligus CEO produk parfum lokal HMNS, Rizky Arief, mengajak peserta melihat passion bukan sebagai bakat bawaan, melainkan sesuatu yang dibangun melalui proses belajar dan konsistensi dalam mengeksekusi ide.

“Tanpa disadari, passion kerap bermula dari keresahan masyarakat yang terus berulang. Tugas kita adalah meriset dan menemukan pasar yang benar-benar membutuhkan solusi dari kita. Lebih dari itu, di era digital ini kita dituntut untuk bisa menghidupkan imajinasi yang relevan di benak masyarakat. Imajinasi dan cerita inilah yang nantinya menjadi magnet utama bagi calon pembeli,” ucap Rizky.

Sebagai pelaku bisnis yang bertumbuh di ruang digital, Rizky juga menyoroti kompleksitas kompetisi bisnis saat ini. Ia menjelaskan bahwa di era digital, sebuah produk dapat dengan cepat viral, tetapi juga mudah tergeser ketika tren berganti atau muncul kompetitor dengan pendekatan yang lebih relevan. Ditambah lagi, perubahan algoritma platform digital dan preferensi audiens yang dinamis membuat pelaku usaha tidak lagi cukup hanya mengandalkan intuisi.

Karena itu, menurutnya, kemampuan membaca perilaku konsumen, mengevaluasi keberhasilan maupun kegagalan, serta menyesuaikan strategi secara berkelanjutan menjadi kompetensi penting bagi wirausaha masa kini.

Sementara itu, Pjs. Rektor Universitas Pertamina, Prof. Ir. tech. Djoko Triyono, M.Si, menegaskan komitmen universitas dalam membangun ekosistem kewirausahaan yang mendukung lahirnya creativepreneur muda.

“Wawasan dari para praktisi pada kegiatan ini sejalan dengan komitmen Universitas Pertamina dalam mencetak lulusan yang adaptif dan mampu menciptakan peluang. Karena itu, kami menghadirkan fasilitas Inkubasi Bisnis sebagai ruang pendampingan agar ide-ide inovatif mahasiswa tidak berhenti pada konsep, tetapi dapat diuji, divalidasi pasar, dan berkembang menjadi usaha yang berkelanjutan. Sampai tahun 2025 Inkubasi Bisnis UPER telah mendampingi sebanyak 62 tim dengan total pendanaan mencapai 180 juta,” tegasnya. (JBR/66)


JAKARTA, IBN - Belakangan, tren hidup aktif dan berolahraga semakin digandrungi Generasi Z, termasuk renang.

Selain melatih hampir seluruh otot tubuh, olahraga air ini juga diketahui memberikan manfaat bagi kesehatan kardiovaskular (Ferreira et al., 2024). Namun, untuk benar-benar mahir di olahraga ini, latihan rutin saja tidak cukup.

Diperlukan teknik yang tepat, konsistensi, serta kemampuan menjaga fokus dan mental selama latihan.

Hal inilah yang dijalani Derryl Nursavero Nandana, mahasiswa Program Studi Komunikasi Universitas Pertamina (UPER) angkatan 2025 yang menorehkan prestasi di cabang finswimming.

Sebagai atlet termuda yang berlaga di PON 2024, Derryl kembali meraih juara pertama kategori bi-fins nomor 100, 200, dan 400 meter pada Banten Finswimming Festival 2026, serta juara kedua kategori surface nomor 50 meter.

Dari pengalamannya sebagai atlet, Derryl membagikan tiga tips bagi siapa saja yang ingin menekuni olahraga renang.

Jaga Keseimbangan Tubuh dengan “Ketenangan”

Dalam renang, posisi tubuh yang sejajar di permukaan air menjadi kunci agar gerakan lebih efisien dan tubuh tidak cepat lelah. Banyak pemula mengalami kesulitan karena posisi pinggul tenggelam akibat otot inti (core) yang belum cukup kuat menopang tubuh, Jumat (12/6/2026)

Untuk mengatasinya, Derryl rutin melatih kekuatan core melalui sejumlah gerakan seperti plank, flutter kicks, dan superman pose.

Selain latihan fisik, ia juga melakukan yoga maupun meditasi untuk membantu menjaga fokus serta ketenangan sebelum latihan.

"Kunci kecepatan itu ada pada ketenangan. Saya rutin meditasi dan melatih otot inti agar pikiran jernih dan tubuh tetap stabil. Saat tubuh lurus di permukaan, gerakannya jadi lebih efisien, tidak perlu mengeluarkan banyak tenaga, tapi tetap meluncur jauh," ungkap Derryl.

Kendalikan Rasa Jenuh dengan Rehat Sejenak

Renang adalah olahraga yang repetitif dan bisa membosankan jika dilakukan terus-menerus di bawah tekanan prestasi. Saat performa terasa stagnan atau mulai malas ke kolam, jangan dipaksakan.

Derryl memilih untuk kembali menjadi "mahasiswa normal" sejenak untuk mengisi ulang motivasinya.

"Kalau sudah jenuh, saya biasanya rehat dan mengerjakan kegiatan mahasiswa biasa, seperti main game atau kumpul bareng teman. Waktu santai ini justru bikin saya lebih tenang buat mengevaluasi diri sebelum balik lagi ke latihan," pungkasnya.

Latihan Maksimal Dimulai dari Pikiran yang Fokus

Menjalani peran sebagai mahasiswa sekaligus atlet menuntut kedisiplinan dalam mengatur waktu dan fokus. Menurut Derryl, latihan renang yang optimal tidak hanya bergantung pada kondisi fisik, tetapi juga pikiran yang tenang. Karena itu, Derryl membiasakan diri menyelesaikan tugas kuliah sebelum latihan agar dapat lebih fokus saat berada di kolam.

“Sejak awal, saya disiplin membagi waktu. Saya biasanya mengerjakan tugas sebelum jadwal latihan dimulai. Jadi, waktu latihan saya bisa lebih fokus karena pikiran sudah nggak terbagi lagi dengan deadline kampus,” sebut Derryl menambahkan.

Capaian luar biasa Derryl ini mendapat apresiasi langsung dari Pjs. Rektor Universitas Pertamina, Prof. Dr. techn. Djoko Triyono, M.Si. Prof. Djoko menyebut prestasi ini sebagai representasi nilai-nilai pengembangan karakter di UPER.

"Prestasi Derryl di ajang nasional membuktikan bahwa mahasiswa Universitas Pertamina mampu tampil unggul di berbagai medan. Kemampuannya mengelola stres dan mengatur waktu adalah bentuk karakter tangguh yang selalu kami dorong dalam proses pembelajaran serta kegiatan non akademik seperti penyelenggaraan Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM). Melalui pendekatan komunikasi yang suportif, UPER senantiasa mendampingi mahasiswa agar keunggulan akademik dan prestasi non-akademik dapat berjalan harmonis dan saling melengkapi," tutupnya. (JBR/66)


Medan, IBN - Pemukulan bedug oleh Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas, menjadi penanda dibukanya Pekan Kuliner Halal, Aman dan Sehat (KHAS) V Tahun 2026, yang berlangsung di Jalan Masjid Raya, Kec. Medan Kota, Jumat (12/6/2026) malam.

Ajang yang akan berlangsung hingga 16 Juni mendatang ini diikuti sebanyak 68 stan UMKM kuliner terpilih yang siap memanjakan lidah pengunjung.

Dalam sambutannya, Rico Waas menegaskan bahwa Kota Medan memiliki reputasi sebagai destinasi kuliner unggulan. Oleh karena itu, para peserta harus membawa kekhasan yang sesungguhnya.

"Saya minta acara ini jangan hanya seperti bazar biasa. Harus ada kekhasan yang ditampilkan. Apa yang membedakan Pekan KHAS ini dengan bazar UMKM lainnya? Kita harus menonjolkan kuliner yang memang menjadi ikon khas Kota Medan," kata Rico Waas.

Menurutnya, label "KHAS" yang merujuk pada Halal, Aman dan Sehat bukan sekadar slogan. Ia memastikan bahwa setiap stan yang hadir telah memenuhi standar kualitas yang dijamin kehalalannya.

"kami pastikan semua kuliner yang ada disini halal, serta proses penyajian yang higienis dan aman bagi masyarakat,"ujar Rico Waas.

Selain menjamin kualiatas produk, orang nomor satu di Pemko Medan itu juga berpendapat, sertifikasi halal juga menjadi bagian penting dalam meningkatkan kepercayaan konsumen dan memperluas peluang usaha.

Maka dari itu, Rico Waas mendorong para pelaku usaha untuk segera mendaftarkan produk mereka agar memiliki daya saing yang lebih tinggi.

​"Pemko Medan, melalui Dinas Koperasi, masih memiliki kuota sertifikasi halal gratis. Saya imbau para pelaku UMKM untuk segera memanfaatkannya sebelum kuota habis dan beralih menjadi berbayar," himbau Rico Waas.

Melalui Pekan KHAS V tahun 2026 ini, Rico Waas berharap pelaku usaha kuliner Medan tidak hanya mampu bertahan, tetapi mampu naik kelas dengan produk yang terjamin kehalalannya, aman dikonsumsi, dan semakin dicintai oleh masyarakat.

(Bundo)


Medan, IBN - ­­Wali Kota Medan, Rico Tri Putra Bayu Waas, menegaskan komitmen baru Pemko Medan dalam membina kafilah Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) agar tidak berhenti hanya pada ajang perlombaan. Salah satu langkah konkret yang disiapkan adalah pembuatan album murottal bagi para juara, sekaligus mendorong publikasi mereka ke platform digital.

“Jangan hanya berhenti di lomba. Setelah itu harus didengar, harus dikenal. Kita siapkan album murottal, bahkan kalau bisa masuk ke platform streaming,” kata Rico Waas saat melepas Kafilah Kota Medan menuju MTQ ke-40 tingkat Provinsi Sumatera Utara di Ruang Rapat III Kantor Wali Kota Medan, Jumat (12/6).

Menurut Rico Waas, pembinaan kafilah harus berorientasi jangka panjang (sustain), sehingga para qari dan qariah tidak hanya berprestasi sesaat, tetapi terus berkembang hingga tingkat nasional bahkan internasional. Ia menilai selama ini potensi tersebut sudah ada, namun belum dikelola secara maksimal.

“Selama ini ada yang sampai ke tingkat internasional, tapi masih satu dua. Kita ingin dari 55 peserta ini, mayoritas bisa terus naik level,” ujarnya dalam pelepasan yang dihadiri Ketua Umum LPTQ Medan M.Sofyan dan Ketua Harian H. Damri Tambunan.

Rico Waas juga menekankan pentingnya memperkenalkan para juara kepada masyarakat luas. Ia menilai kualitas bacaan Al-Qur’an para peserta sudah sangat baik dan layak diapresiasi serta dipublikasikan.

“Suara mereka harus dikenal. Kita punya jaringan masjid, kita dorong murottalnya diputar di sana. Ini bagian dari syiar sekaligus kebanggaan Kota Medan,” katanya.

Selain aspek pembinaan, Pemko Medan juga memastikan dukungan penuh terhadap kondisi fisik para peserta selama mengikuti MTQ yang berlangsung sekitar 10 hari. Rico Waas meminta Dinas Kesehatan melakukan pendampingan intensif, mulai dari pemeriksaan rutin hingga pengaturan konsumsi.

“Pastikan kesehatan mereka. Cek setiap hari, jaga makanan, jangan sampai sakit. Kalau kondisi tidak maksimal, tentu berpengaruh pada penampilan,” tegasnya.

(BUndo)



Medan, IBN - Pemko Medan melalui Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kota Medan menggelar kegiatan Senam Peningkatan Kesegaran Jasmani dan Rekreasi (PKJR) yang dipusatkan di Taman Gajah Mada, Jalan Gajah Mada, Kecamatan Medan Baru, Jumat (12/6/2026). Kegiatan ini menjadi bukti nyata hadirnya pemerintah di tengah-tengah masyarakat untuk menggalakkan pola hidup sehat.

Pantauan di lokasi menunjukkan antusiasme masyarakat yang sangat tinggi sejak pagi hari. Ratusan warga yang berasal dari tiga kecamatan, yakni Kecamatan Medan Baru, Kecamatan Medan Petisah, dan Kecamatan Medan Sunggal, tampak memadati taman dan mengikuti setiap gerakan instruktur senam dengan penuh semangat dan keceriaan.

Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Kadispora) Kota Medan, T. Chairuniza, menyatakan bahwa kegiatan PKJR ini merupakan kerjasama antara Dispora dengan tiga pihak kecamatan setempat. Selain sebagai wadah berolahraga, kegiatan ini juga dirancang untuk memberikan hiburan rekreasi bagi warga.

"Kegiatan hari ini adalah senam PKJR yang diselenggarakan oleh Dispora Kota Medan bekerja sama dengan Kecamatan Medan Baru, Medan Petisah, dan Medan Sunggal. Ini menunjukkan bagaimana Pemko Medan hadir di tengah-tengah masyarakat dalam rangka olahraga bersama," ujar T. Chairuniza di sela-sela kegiatan.

Kadispora menambahkan, pelaksanaan senam massal ini sejalan dengan atensi dan program prioritas Wali Kota Medan, Rico Tri Putra Bayu Waas, yang ingin memastikan setiap program kerja pemerintah memberikan dampak positif langsung bagi masyarakat luas.

"Ini sesuai dengan atensi dari Pak Wali Kota Medan Rico Waas agar kegiatan seperti ini bisa berdampak langsung kepada masyarakat. Kami juga berharap semangat ini bisa menular ke kecamatan-kecamatan lain di Kota Medan," tambah Kadispora.

Untuk menambah kemeriahan, acara tidak hanya diisi dengan senam bersama. Dispora Kota Medan juga menyediakan sesi lucky draw dengan berbagai hadiah menarik yang berhasil memicu tawa dan senyum ceria dari para warga yang beruntung. Menurut Chairuniza, momen ini sengaja dihadirkan untuk mempererat hubungan emosional antara Dispora, pihak kecamatan, dan masyarakat.

(Bundo)


Tebing Tinggi, IBN - Wali Kota Tebing Tinggi H. Iman Irdian Saragih bersama Ketua Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Kota Tebing Tinggi Ny. Hj. Susmira Wanti Iman Irdian Saragih menghadiri kegiatan nonton bareng (nobar) pemutaran film edukasi parodi “Kampung Durian Gak Jadi Runtuh” yang digelar di Aula Lantai IV Balai Kota Tebing Tinggi, Kamis (11/6/2026).

Kegiatan yang diinisiasi TP PKK Kota Tebing Tinggi ini menjadi sarana edukasi sekaligus hiburan bagi masyarakat dalam menyampaikan pesan-pesan sosial, ekonomi, dan ketahanan keluarga melalui media film.

Dalam sambutannya selaku Pembina TP PKK Kota Tebing Tinggi, Wali Kota Iman Irdian Saragih menyampaikan apresiasi kepada TP PKK yang terus berkomitmen mendukung pembangunan keluarga dan pemberdayaan masyarakat melalui berbagai program yang bermanfaat.

“Atas nama Pemerintah Kota Tebing Tinggi, saya menyambut baik dan memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada TP PKK yang terus berkomitmen mendukung pembangunan keluarga dan pemberdayaan masyarakat melalui berbagai kegiatan yang bermanfaat di tengah masyarakat,” ujar Wali Kota.

Menurut Wali Kota, kegiatan pemutaran film edukasi merupakan salah satu sarana penting dalam membangun keluarga yang harmonis, berkualitas dan berketahanan. Melalui film tersebut, masyarakat diajak memahami pentingnya peran keluarga sebagai lingkungan pertama dan utama dalam membentuk karakter, moral, serta masa depan generasi penerus bangsa.

Wali Kota juga berharap momentum kegiatan tersebut dapat semakin memperkuat sinergi antara pemerintah, TP PKK dan masyarakat dalam mewujudkan warga yang sehat, cerdas, mandiri dan sejahtera.

“Saya berharap melalui kegiatan nonton bareng ini seluruh peserta memperoleh wawasan, inspirasi dan pengetahuan yang dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari sehingga mampu menciptakan lingkungan keluarga yang baik dan mendukung terwujudnya masyarakat yang maju serta berdaya saing,” kata Wali Kota.

Lebih lanjut, Wali Kota menilai film “Kampung Durian Gak Jadi Runtuh” memiliki pesan edukatif yang relevan dengan kondisi sosial masyarakat. Film tersebut dinilai mampu memberikan pemahaman kepada masyarakat tentang pentingnya menjaga keharmonisan keluarga, memperkuat nilai-nilai kebersamaan serta meningkatkan kesadaran dalam menghadapi berbagai persoalan sosial.



Wali Kota juga mengusulkan agar film tersebut dapat ditayangkan lebih luas kepada masyarakat sebagai bagian dari upaya edukasi publik, termasuk dalam berbagai kegiatan yang melibatkan masyarakat secara langsung.

“Saya mendukung kegiatan ini karena mampu memberikan edukasi kepada masyarakat, baik dalam aspek sosial, ekonomi maupun kehidupan beragama. Edukasi seperti ini perlu terus dilakukan agar masyarakat tidak mudah terpengaruh oleh berbagai informasi atau isu negatif yang belum tentu benar,” ungkap Wali Kota.

Sebelum pemutaran film dimulai, Ketua TP PKK Kelurahan Durian, Ny. Ulfia Sari Lubis, terlebih dahulu membacakan sinopsis film yang sarat akan nilai-nilai kebersamaan dan resolusi konflik sosial dalam kehidupan bertetangga tersebut.

Usai pemutaran film, sebagai bentuk penghargaan atas dedikasi dan kreativitas para penggiat seni lokal, Wali Kota bersama Ketua TP PKK Kota Tebing Tinggi menyerahkan piagam penghargaan secara simbolis kepada para pemain film tersebut. Selain itu, turut diserahkan cendera mata berupa kaos bertuliskan “Kampung Durian Gak Jadi Runtuh” sebagai bentuk apresiasi atas kontribusi mereka dalam menyukseskan produksi film edukasi parodi tersebut.

Melalui momentum ini, Pemko Tebing Tinggi berharap sinergi antara pemerintah, TP PKK, dan seluruh elemen masyarakat dapat semakin solid demi mewujudkan warga Kota Tebing Tinggi yang sehat, cerdas, berdaya saing, dan sejahtera.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) Kota Tebing Tinggi AKBP Rohim Marthin Gultom, Camat Bajenis Ari Miranda, Lurah Durian Dias Nasution, para pejabat terkait di lingkungan Pemerintah Kota Tebing Tinggi, serta jajaran TP PKK dari tingkat kota hingga lingkungan.

(*)
Diberdayakan oleh Blogger.