27 April 2026

  


Tapanuli Tengah | Indonesia Berkibar  News
 - Guna memastikan situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas) yang kondusif, Kepolisian Resor Tapanuli Tengah (Polres Tapteng) melaksanakan Kegiatan Rutin Yang Ditingkatkan (KRYD) melalui Patroli Blue Light, Minggu malam (26/4/2026).


Kegiatan yang berlangsung mulai pukul 20.30 WIB hingga 23.30 WIB ini menyasar sejumlah titik keramaian, lokasi rawan tindak pidana 3C (Curas, Curat, Curanmor), serta tempat hiburan malam di wilayah hukum Polres Tapanuli Tengah.


Kapolres Tapanuli Tengah, AKBP Muhammad Alan Haikel, S.K.M., S.I.K., M.I.K., melalui perwira pengendali Iptu P. Pasaribu menyampaikan bahwa patroli ini merupakan langkah preventif Polri dalam menekan angka kriminalitas serta mengantisipasi gangguan Kamtibmas seperti aksi balap liar dan kenakalan remaja.


"Kami mengerahkan personel gabungan dari berbagai fungsi, mulai dari Samapta, Reskrim, Intelkam, hingga Lantas, untuk memastikan masyarakat merasa aman saat beraktivitas maupun beristirahat di malam hari," ujar Iptu P. Pasaribu


Dalam giat kali ini, tim gabungan yang dipimpin oleh Iptu P. Pasaribu, S.H. dan Ipda Marwan Hasibuan, S.H. menyisir beberapa lokasi strategis, di antaranya:

* Alun-alun Kota Pandan.

* Pusat keramaian di Jalan Oswald Siahaan.

* Kafe dan tempat hiburan di wilayah Pandan, Sarudik, hingga perbatasan Sibolga-Tapteng.

* Objek vital nasional, termasuk kantor dan perumahan PLTA Sipan Sihaporas di Sibuluan Terpadu.


Selain melakukan patroli stasioner dan mobile, petugas juga melakukan razia di sejumlah tempat hiburan dan kedai tuak. Dalam kesempatan tersebut, personel memberikan imbauan Kamtibmas secara humanis kepada warga agar tetap waspada dan berperan aktif menjaga lingkungan masing-masing.


Petugas tidak menemukan adanya gangguan Kamtibmas yang menonjol, tindak pidana, maupun pelanggaran hukum lainnya.


Hingga patroli berakhir menjelang tengah malam, situasi di wilayah hukum Polres Tapanuli Tengah dilaporkan dalam keadaan aman, baik, dan kondusif. Kegiatan ini diharapkan dapat terus meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap kehadiran Polri di tengah-tengah publik.(Sumber: Humas Polres Tapanuli Tengah/zul)



 


Samosir | Indonesia Berkibar News 
- Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Samosir peringati Hari Otonomi Daerah ke-XXX Tahun 2026 dengan menggelar upacara di Lapangan Kantor Bupati Samosir.  


Sekretaris Daerah Kabupaten (Sekdakab) Samosir, Marudut Tua Sitinjak, bertindak sebagai inspektur upacara. Acara yang berlangsung sederhana namun penuh makna, diikuti pejabat tinggi pratama, administrator, pengawas, serta seluruh jajaran staf di lingkungan Pemkab. 


Peringatan tahun ini melalui tema “Dengan Otonomi Daerah Kita Wujudkan Asta Cita”. Sejarah singkat otonomi daerah dibacakan Kepala Bagian Tata Pemerintahan Belman Sinaga.


Momentum ini juga menjadi refleksi bagi Kabupaten Samosir sebagai daerah otonomi hasil pemekaran dari Kabupaten Toba (dahulu Toba Samosir) yang resmi berdiri secara hukum pada 2003. Sejak pemekaran tersebut, Samosir terus berupaya memperkuat kemandirian daerah melalui pengelolaan potensi lokal, khususnya sektor pariwisata, pertanian, dan ekonomi kreatif. 


Lewat amanat Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian yang dibacakan Sekda, ditegaskan bahwa peringatan Hari Otonomi Daerah menjadi momentum untuk memperkokoh komitmen pemerintah dalam memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.


“Otonomi daerah adalah instrumen demi  mempercepat pemerataan pembangunan, memperkuat pelayanan publik, meningkatkan kesejahteraan masyarakat di seluruh tanah air,” ucap Marudut saat membacakan sambutan Mendagri.


Tema yang diangkat, lanjutnya, mencerminkan kemandirian dan tanggung jawab daerah dalam mengelola potensi lokal, sejalan dengan semangat pemekaran yang melatarbelakangi berdirinya  Samosir, Senin (27/04/2026) 


Mendagri menekankan bahwa keberhasilan otonomi daerah sangat ditentukan oleh sinkronisasi antara pemerintah pusat dan daerah. 


Hal ini diwujudkan melalui langkah strategis seperti integrasi perencanaan dan penganggaran, reformasi birokrasi berbasis hasil, penguatan kemandirian fiskal, serta kolaborasi antar daerah.


“Seluruh kepala daerah diharapkan mampu menghadirkan kebijakan yang berpihak kepada masyarakat, terutama dalam menghadapi tantangan global seperti ketahanan pangan, stabilitas ekonomi, perubahan iklim, dan perkembangan teknologi,” lanjutnya. 


Bagi Kabupaten Samosir, peringatan ini menjadi pengingat bahwa tujuan utama pemekaran adalah mendekatkan pelayanan kepada masyarakat serta mempercepat pembangunan daerah. Selama lebih dari dua dekade berdiri, berbagai capaian pembangunan terus diupayakan untuk kesejahteraan masyarakat. 


“Selamat memperingati Hari Otonomi Daerah ke-XXX 2026. 


Semoga semangat otonomi daerah terus menjadi pendorong untuk mewujudkan Asta Cita dan kemajuan bangsa Indonesia,” tutup Mendagri. (P Simbolon)

26 April 2026


Medan| Indonesia Berkibar News
- Perempuan hari ini tidak lagi hanya menjadi pengikut keadaan, tetapi menjadi penggerak perubahan dalam setiap krisis yang dihadapi masyarakat.

Demikian disampaikan Ketua TP PKK Kota Medan, Ny. Airin Rico Waas saat menghadiri acara Women Leader Festival 2026 yang diselenggarakan oleh Perempuan Pemimpin Indonesia (Perpina) Sumut, di Manhattan Atrium Medan, Minggu (26/04/2026).

"Ditengah dinamika perkembangan zaman yang penuh tantangan saat ini, sosok perempuan kini membuktikan diri bukan lagi sebagai penonton, melainkan menjadi pilar ketangguhan yang mampu mengubah krisis menjadi solusi,"ujar Airin Rico Waas.

Dalam acara itu, Airin Rico Waas menilai kekuatan perempuan terletak pada kombinasi unik antara empati dan ketangguhan. Dalam situasi sulit, perempuan sering kali menjadi sosok yang menjaga keseimbangan hidup di sekitarnya.

"Kita mampu berdiri di garis depan dan mengambil peran strategis, baik dalam lingkup keluarga maupun kehidupan sosial," ujar Airin Rico Waas menambahkan.

Pesan yang disampaikan Airin Rico Waas ini semakin diperkuat dengan diadakannya sesi talkshow yang mengangkat tema perempuan kuat dan anak berkebutuhan khusus. Melalui talkshow tersebut, Airin Rico Waas mengingatkan bahwa setiap anak adalah anugerah. 

"Disini peran ibu menjadi sangat sentral dalam membangun kepercayaan diri anak-anak istimewa tersebut, bukan hanya dari segi fisik, melainkan melalui ketulusan dan kesabaran dalam mendampingi anak,"bilang Airin Rico Waas.

Tak hanya itu saja, Airin Rico Waas juga menyoroti pentingnya edukasi kesehatan, khususnya dalam melawan kanker. Ia berpesan agar perempuan tidak abai terhadap kesehatan diri sendiri agar bisa menjadi pelindung bagi keluarganya.

​"Pengetahuan adalah kunci pencegahan. Kita harus berani mengubah ketakutan menjadi kekuatan. Ingatlah, kecantikan sejati bukan hanya dari penampilan, melainkan dari kekuatan hati dan pikiran," tegasnya.

Dibagian akhir sambutannya, Airin Rico Waas mengatakan "Medan Untuk Semua"adalah wujud komitmen bahwa setiap orang berhak mendapatkan kehidupan yang lebih baik. Maka dari itu, dirinya berharap tidak ada lagi perempuan yang merasa berjuang sendirian. 

"Dengan semangat sinergi, setiap perempuan di Kota Medan diharapkan memiliki ruang seluas-luasnya untuk tumbuh, bersinar, dan berdaya. Langkah nyata ini diharapkan mampu membawa Kota Medan menjadi kota yang lebih inklusif, maju, dan berkelanjutan,"pungkasnya.(bundo)

  


Karo | Indonesia Berkibar News - Respon cepat petugas kepolisian Polres Karo kembali ditunjukkan dalam menindak lanjuti laporan masyarakat. Berawal dari aduan warga melalui Call Center 110 yang merasa resah dengan aktivitas mencurigakan di lingkungan tempat tinggalnya, personel Polsek Simpang Empat langsung bergerak dan mengamankan tiga orang terduga pelaku penyalahgunaan narkotika di kawasan Huntap Ture-ture, Desa Ndokum Siroga, Kecamatan Simpang Empat, Kabupaten Karo.


Peristiwa tersebut terjadi pada Selasa(18/4), sekitar pukul 20.45 WIB. Laporan warga menyebutkan adanya sekelompok orang yang kerap berkumpul di salah satu rumah dan diduga melakukan penyalahgunaan narkoba, sehingga menimbulkan keresahan di lingkungan sekitar.


Menindak lanjuti laporan itu, Kapolsek Simpang Empat AKP Poltak Hutahean, SH, langsung memimpin personel menuju lokasi yang dimaksud, tepatnya di Jalan Udara Ujung Nomor B 9 Huntap Ture-ture (Desa Berastepu).


Setibanya di lokasi, petugas segera melakukan pengamanan terhadap tiga orang yang berada di dalam rumah tersebut. Ketiganya kemudian diamankan untuk pemeriksaan lebih lanjut.


Dari hasil penggeledahan di sekitar rumah, petugas menemukan sejumlah barang bukti yang diduga kuat berkaitan dengan aktivitas penyalahgunaan narkotika, di antaranya ratusan plastik klip kosong, satu plastik klip berisi serbuk putih diduga sabu, lima alat hisap (bong), dua unit timbangan digital, serta sedotan yang digunakan sebagai sekop.


Ketiga terduga pelaku yang diamankan masing-masing berinisial S.A.W (33), S.S (40), dan S.S (22). Mereka diketahui bekerja sebagai buruh packing di gudang wortel dan berdomisili di kawasan Huntap Ture-ture.


Guna menjamin transparansi dalam proses penindakan, Kapolsek juga menghadirkan pihak pemerintah desa setempat untuk menyaksikan langsung kegiatan penggeledahan dan pengamanan yang dilakukan oleh aparat kepolisian.


Kapolres Karo AKBP Pebriandi Haloho, S.H, S.I.K, M. Si, melalui Kapolsek Simpang Empat, menyampaikan bahwa pihaknya akan terus merespons setiap laporan masyarakat, khususnya yang berkaitan dengan gangguan keamanan dan ketertiban, termasuk penyalahgunaan narkotika.


“Peran aktif masyarakat sangat kami harapkan. Setiap informasi yang masuk akan segera kami tindak lanjuti demi menciptakan situasi kamtibmas yang aman dan kondusif,” ujarnya.


Saat ini, ketiga tersangka beserta barang bukti telah diamankan dan diserahkan untuk proses hukum lebih lanjut. Mereka dijerat dengan Pasal 114 ayat (1) Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika serta ketentuan pidana sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2026 tentang Penyesuaian Pidana.


Penindakan ini menjadi bukti bahwa sinergi antara masyarakat dan aparat penegak hukum sangat penting dalam memberantas peredaran narkoba hingga ke tingkat lingkungan tempat tinggal.


#polreskaro

#kapolreskaro

#humaspolreskaro/zul)


Medan| Indonesia Berkibar News
- Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarmat) Kota Medan berhasil memadamkan kebakaran yang melanda fasilitas pengolahan minyak sawit milik PT. Agro, di Kelurahan Martubung, Kecamatan Medan Labuhan, Sabtu (26/04/2026) malam.


Keberhasilan ini tidak terlepas dari  tercapainya target response time dan tim antar instansi di lapangan.


Kadis Damkarmat Kota Medan, Wandro Malau yang memimpin langsung proses pemadaman api menuturkan, sesaat setelah menerima laporan dari masyarakat, armada langsung dikerahkan menuju lokasi. Tim berhasil tiba di titik api dalam waktu singkat.


"Untuk durasi sampai lebih kurang tadi 12 menit. Jadi, response time kita tercapai untuk sampai di lokasi," kata Wandro Malau saat memberikan keterangan di lokasi kejadian.


Api yang membakar area lantai satu dan lantai dua bangunan tersebut sempat memberikan tekanan bagi petugas. Namun, berkat pengerahan 10 unit armada, yang terdiri dari 5 unit dari Mako di jalan Borobudur dan 5 unit bantuan dari berbagai UPT di Kota Medan, akhirnya api berhasil dikendalikan dalam waktu sekitar dua jam.


Wandro juga mengapresiasi kesiapan sarana prasarana milik PT. Agro yang dinilai sangat membantu mempercepat proses pemadaman.


"Sistem proteksi internal PT Agro juga sangat baik telah memenuhi standar sistem proteksi kebakaran. Dimana tersedianya tandon air di bagian belakang pabrik sehingga memudahkan mobil pemadam melakukan pengisian ulang air,"jelas Wandro.


Tidak hanya itu, keberhasilan operasi ini, bilang Wandro lagi, tidak terlepas dari dukungan penuh berbagai pihak yang membantu mengamankan jalur dan mengurai kerumunan massa di lokasi.


"Kami juga dibantu rekan-rekan dari Kodim, Polsek, Dinas Kesehatan dan juga Satpol PP yang membantu mengamankan jalur logistik dan medis. Begitu pula Camat, Lurah, hingga Kepling juga aktif membantu menertibkan masyarakat agar mobil pemadam dapat masuk tanpa hambatan,"tambahnya.


Terkait penyebab pasti kebakaran, Wandro menyerahkan sepenuhnya proses penyelidikan kepada pihak kepolisian.



"Untuk pemicu awal kebakaran masih dalam investigasi rekan-rekan kepolisian. Kami juga akan melakukan pengecekan kembali terhadap sarana dan prasarana kebakaran di proses pengolahan minyak sawit tersebut," pungkasnya.(bundo)


Medan | Indonesia Berkibar News
- Wakil Wali Kota Medan H Zakiyuddin Harahap memimpin Apel Hari Kesiapsiagaan Bencana (HKB) 2026 di Lapangan Avros, Kecamatan Medan Maimun, Minggu (26/04/2026). Dalam amanatnya, Zakiyuddin menegaskan bahwa Medan harus belajar serius dari dua tahun banjir berturut-turut dan menjadikan kesiapsiagaan sebagai gerakan nyata, bukan sekadar seremonial.

Apel HKB yang dihadiri Kepala BPBD Kota Medan Yunita Sari, Pimpinan Perangkat Daerah, Kadis Damkarmat, Wandro Malau, Kepala DLH Melvi Marlabayana, Kabag Tapem Rudi, dan Camat se- Kota Medan ini diikuti stakeholder dan berbagai unsur diantaranya Personel TNI dan Polri, jajaran Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Pemko Medan, Anggota Kwarcab Pramuka Kota Medan, Kelurahan Tangguh Bencana (Katana) dan Relawan dari STIKes Mitra Husada serta Palang Merah Indonesia (PMI).

Disampaikan Zakiyuddin, banjir besar yang melanda pada November 2025 merupakan peristiwa terparah yang ia saksikan sepanjang hidupnya. Meski 2024 tidak separah itu, pola kejadian di bulan yang sama menjadi peringatan keras bahwa potensi serupa bisa terulang pada November 2026.

“Kita harus betul-betul merenungkan kenapa ini terjadi. Dari tiga provinsi yang terdampak, hanya kota besar di Sumatera Utara, yakni Medan, yang terendam. Artinya ada yang salah pada sistem aliran sungai kita,” Kata Zakiyuddin.

Menurut Zakiyuddin, Medan yang dikelilingi sungai justru menghadapi persoalan aliran yang terputus, drainase tersumbat, serta parit yang tak berfungsi. Dirinya menduga persoalan tak hanya berada di dalam kota, tetapi juga di wilayah hulu yang memengaruhi aliran air menuju Medan.

Dalam apel tersebut, Zakiyuddin memberi penekanan khusus pada peran Kepala Lingkungan (Kepling). Ia meminta seluruh Kepling wajib terlibat aktif dalam edukasi kebencanaan karena merekalah yang paling memahami kondisi riil lingkungan masing-masing.

"Masih banyak parit kita tersumbat. Bagaimana air mau mengalir ke sungai kalau paritnya saja tidak beres. Kepling inilah yang paling tahu kondisi itu,” Jelas Zakiyuddin.

Kemudian  Zakiyuddin juga menyoroti minimnya pemahaman warga saat banjir besar terjadi. Banyak warga yang tidak percaya air akan naik sedemikian tinggi karena belum pernah mengalami sebelumnya, sehingga proses evakuasi menjadi sulit.

Karena itu, ia mendorong adanya sistem peringatan dini sederhana yang dipahami warga, seperti kentongan atau sirene. Seperti pada HKB 2026 ini, tepat pukul 10.00 WIB, dilakukan pemukulan kentongan sebagai simbol kesiapsiagaan, dan ia meminta setiap Kepling memiliki alat tersebut sebagai penanda bahaya di lingkungan masing-masing.

Pada peringatan Hari Kesiapsiagaan Bencana, Zakiyuddin juga menyinggung persoalan klasik yang memperparah banjir dimana kebiasaan masyarakat yang membuang sampah ke sungai dan parit. Zakiyuddin mengakui masih kerap menyaksikan langsung warga membuang sampah dalam jumlah besar ke aliran air. Selain itu, ia menyoroti keberadaan bangunan liar di bantaran sungai dan parit, bahkan hingga menutup jalan inspeksi.

“Jangankan sungai, jalan inspeksi saja sudah tertutup rumah. Tidak mungkin mereka tidak membuang sampah ke sungai,” ujar Zakiyuddin sembari menyampaikan kondisi sungai, gorong-gorong, dan parit yang kotor  sebagai fakta yang bisa dilihat langsung di lapangan, dan harus menjadi perhatian bersama, bukan hanya pemerintah.

Di akhir amanatnya, Zakiyuddin menegaskan bahwa HKB tidak boleh berhenti pada kegiatan apel semata. Ia berharap momentum ini menjadi awal pembenahan serius dan edukasi masif kepada masyarakat agar banjir tidak menjadi kejadian tahunan yang diterima sebagai hal biasa.

"Peringatan HKB bukan berarti mengharapkan terjadinya musibah, melainkan sebagai pengingat bahwa bencana dapat datang kapan saja tanpa diduga. Saya menghimbau kepada masyarakat kiranya untuk menjaga kebersihan, minimal jangan membuang sampah di parit atau di sungai. Itu saja sudah sangat membantu untuk menghadapi bencana ke depan," ucap Zakiyuddin.

 Zakiyuddin kembali menginstruksikan agar para Kepala Lingkungan (Kepling) terlibat aktif dalam menyebarkan informasi mitigasi, bekerjasama dengan BPBD yang gencar mengedukasi hingga ke tingkat lingkungan terkait bencana maupun peringatan dini.

"Kita berharap kentongan-kentongan ini ada di setiap lingkungan. Begitu ada bencana, kita bisa (beritahu) melalui corong suara di masjid-masjid, bisa juga melalui kentongan. Dengan begitu, masyarakat tahu bahwasanya bencana akan datang," pungkasnya.

Sebelumnya Kepala BPBD Kota Medan, Yunita Sari, dalam laporannya menyampaikan bahwa peringatan tahun ini mengusung tema "Siap Untuk Selamat" dengan subtema "Bersatu dalam Siaga, Tangguh Menghadapi Bencana". 

Berbeda dengan apel seremonial biasa, HKB 2026 diisi dengan aksi nyata berupa gotong royong pembersihan Sungai Deli. tujuan utama kegiatan ini adalah untuk membangun kesadaran kolektif dan kewaspadaan dini masyarakat.(bundo)



Medan | Indonesia Berkibar News-
Upaya menjaga stabilitas keamanan dan ketertiban masyarakat terus diperkuat jajaran kepolisian di Sumatera Utara. Personel Batalyon A Pelopor Satuan Brimob Polda Sumut menggelar Kegiatan Rutin Yang Ditingkatkan (KRYD) melalui patroli skala besar di wilayah hukum Polres Pelabuhan Belawan, Sabtu malam hingga Minggu dini hari (26/04/2026).


Kegiatan yang dimulai pukul 22.00 WIB tersebut melibatkan 22 personel Brimob yang dipimpin oleh Danton II Kompi 3 Batalyon A Sat Brimob Polda Sumut, IPDA Agus Gunawan. Patroli ini dilaksanakan sebagai bentuk kehadiran negara dalam menjamin keamanan masyarakat, khususnya pada malam hingga dini hari yang dinilai rawan terhadap potensi gangguan kamtibmas.


Dalam pelaksanaannya, personel bergerak menyisir sejumlah titik strategis dan rawan di kawasan Medan Belawan. Rute patroli meliputi Jalan Utama Medan Belawan, kawasan Kampung Kolam, Jalan Bandeng Pajak Baru, Jalan Selebes, pintu keluar Tol Labuhan Belawan, hingga Jalan Yong Panah Hijau di Kelurahan Labuhan Deli. Patroli kemudian dilanjutkan ke Jalan Yos Sudarso Simpang Tanjung Mulia sebelum ditutup dengan apel konsolidasi pada pukul 02.50 WIB.


Selain patroli mobile, personel juga melakukan peninjauan pos keamanan lingkungan (poskamling) sebagai bagian dari upaya memperkuat sinergi antara kepolisian dan masyarakat dalam menjaga keamanan wilayah secara mandiri.


Kegiatan patroli skala besar ini dilaksanakan di bawah koordinasi Kabag Ops Polres Pelabuhan Belawan, KOMPOL Jan Piter Napitupulu. Dukungan sarana dan prasarana turut dikerahkan secara optimal, mulai dari kendaraan operasional hingga perlengkapan taktis guna menunjang efektivitas pelaksanaan tugas di lapangan.


Hasil dari kegiatan tersebut menunjukkan situasi wilayah hukum Polres Pelabuhan Belawan dalam keadaan aman dan kondusif. Seluruh rangkaian patroli berjalan tertib dan sesuai dengan arahan pimpinan, tanpa ditemukan gangguan menonjol.


Kabid Humas Polda Sumut, Kombes Pol Ferry Walintukan, menegaskan bahwa kegiatan patroli skala besar ini merupakan langkah konkret Polri dalam memberikan rasa aman kepada masyarakat.


“Kegiatan KRYD melalui patroli skala besar ini adalah bentuk komitmen Polri dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat, khususnya di wilayah-wilayah yang memiliki tingkat kerawanan tinggi. Kehadiran personel di lapangan diharapkan mampu mencegah potensi gangguan kamtibmas serta memberikan rasa aman bagi masyarakat yang beraktivitas,” ujarnya.


Ia juga mengimbau masyarakat untuk turut berperan aktif dalam menjaga lingkungan masing-masing serta segera melaporkan apabila menemukan hal-hal yang mencurigakan.


“Keamanan bukan hanya tanggung jawab aparat, tetapi juga membutuhkan partisipasi aktif dari masyarakat. Dengan sinergi yang baik, situasi kamtibmas yang kondusif dapat terus terjaga,” tambahnya.


Usai pelaksanaan patroli, seluruh personel tetap disiagakan untuk melakukan monitoring situasi sebagai langkah antisipatif terhadap dinamika keamanan yang dapat terjadi sewaktu-waktu.(zul)

Diberdayakan oleh Blogger.